Resep Tape Gaplek Singkong Kenyal dan Tidak Lembek, Manis dengan Rasa Asam yang Pas

0(0)

Simak resep tape gaplek singkong yang beda dari tape singkong biasa. Tekstur yang lebih padat dan cenderung kering tetapi tetap lembut dan berserat jadi daya ta

Diterbitkan 07 Juli 2026, 14:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Liputan6.com, Jakarta - Resep tape gaplek singkong banyak dicari karena menghasilkan kudapan tradisional Indonesia yang memiliki cita rasa dan tekstur khas. Dibuat dari gaplek, yaitu singkong yang telah dikeringkan sebelum difermentasi, tape ini memiliki tekstur lebih padat dengan bagian dalam tetap lembut sekaligus menjadi wujud kearifan lokal dalam mengolah hasil panen singkong.

Berbeda dari tape singkong biasa, tape gaplek memiliki tekstur kenyal, tidak lembek, dengan perpaduan rasa manis dan sedikit asam yang seimbang. Makanan ini banyak dijumpai di pasar tradisional maupun sentra oleh-oleh, terutama di Gunungkidul, Yogyakarta, dan umumnya dibungkus menggunakan daun pisang.

Pengolahan singkong menjadi gaplek telah lama dilakukan sebagai cara tradisional untuk mengawetkan bahan pangan. Fermentasi gaplek menggunakan ragi telah dikenal masyarakat sejak tahun 1800-an dan berkembang menjadi salah satu kuliner khas yang tetap digemari hingga kini.

Kearifan Lokal dan Sejarah Tape Gaplek

Transformasi singkong menjadi gaplek merupakan solusi cerdas masyarakat pada masa lalu untuk menjaga ketahanan pangan, terutama di daerah dengan keterbatasan lahan sawah. Melalui proses pengeringan, singkong dapat disimpan lebih lama sehingga tetap tersedia sebagai bahan pangan di luar musim panen.

Dari metode pengawetan tersebut, lahirlah inovasi berupa fermentasi menggunakan ragi tape. Cara ini telah dikenal luas sejak abad ke-19 dan menjadi bukti kreativitas masyarakat dalam mengolah hasil bumi menjadi kuliner bercita rasa khas.

Dibandingkan tape singkong biasa, tape gaplek memiliki tekstur yang lebih padat dan cenderung kering, tetapi tetap lembut serta berserat di bagian dalam. Karakteristik inilah yang membuat tape gaplek memiliki cita rasa dan sensasi makan yang berbeda, sekaligus menjadi daya tarik bagi pencinta kuliner tradisional.

Resep Tape Gaplek Singkong

Bahan-Bahan:

  • 2 kg singkong segar 
  • 1 bungkus atau beberapa keping ragi tape, haluskan 
  • Daun pisang secukupnya untuk membungkus 

Cara Membuat:

  1. Kupas kulit singkong, lalu cuci hingga bersih. 
  2. Jemur singkong di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering dan keras sehingga menjadi gaplek. 
  3. Potong gaplek menjadi ukuran yang lebih kecil agar mudah difermentasi. 
  4. Pastikan gaplek sudah dalam keadaan dingin, kemudian taburi dengan ragi tape yang telah dihaluskan. Aduk hingga seluruh permukaan gaplek terbalut ragi secara merata. 
  5. Bungkus gaplek menggunakan daun pisang, lalu susun di dalam wadah yang bersih dan tertutup rapat. 
  6. Simpan wadah di tempat yang gelap serta tidak terkena sinar matahari langsung. 
  7. Fermentasikan selama 2–3 hari hingga tape matang. Jika menginginkan cita rasa yang lebih khas dan tekstur lebih kenyal, proses fermentasi dapat diperpanjang hingga sekitar dua malam tambahan. 
  8. Setelah fermentasi selesai, tape gaplek siap disajikan atau dinikmati sebagai camilan tradisional.

Tips Membuat Tape Gaplek Singkong agar Berhasil

Keberhasilan membuat tape gaplek singkong sangat dipengaruhi oleh kualitas bahan yang digunakan. Pilih singkong yang masih segar, tidak terlalu tua, dan bebas dari bagian yang membusuk agar hasil fermentasi memiliki rasa yang manis serta tekstur yang baik.

Saat proses pembuatan gaplek, pastikan singkong benar-benar kering sebelum diberi ragi. Gaplek yang masih menyimpan terlalu banyak air berisiko mengalami fermentasi yang tidak sempurna, sehingga rasa dan aromanya kurang maksimal.

Selain itu, gunakan wadah dan peralatan yang bersih untuk menghindari kontaminasi bakteri atau jamur lain. Selama proses fermentasi, simpan tape di tempat yang sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung agar hasilnya memiliki aroma khas serta tekstur yang tetap kenyal.

Cara Menikmati dan Menyimpan Tape Gaplek

Tape gaplek dapat dinikmati langsung sebagai camilan tradisional karena memiliki perpaduan rasa manis dan sedikit asam yang menyegarkan. Selain itu, tape ini juga sering diolah menjadi berbagai hidangan, seperti campuran es tradisional, kolak, atau isian aneka kue khas Nusantara.

Agar kualitas tape tetap terjaga, simpan dalam wadah yang tertutup rapat setelah proses fermentasi selesai. Pembungkus daun pisang sebaiknya tetap digunakan karena dapat membantu mempertahankan aroma khas sekaligus menjaga kelembapan tape.

Jika belum akan dikonsumsi, tape gaplek dapat disimpan di dalam lemari pendingin untuk memperlambat proses fermentasi lanjutan. Dengan penyimpanan yang tepat, cita rasa, tekstur, dan aroma tape gaplek akan tetap terjaga sehingga tetap nikmat saat disantap beberapa hari kemudian.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Resep Tape Gaplek Singkong

1. Apa yang membedakan tape gaplek dengan tape singkong biasa?

Perbedaan utamanya terletak pada bahan baku dan teksturnya. Tape gaplek dibuat dari singkong yang telah dikeringkan menjadi gaplek sebelum difermentasi, sehingga teksturnya lebih padat, cenderung kering, tetapi tetap lembut dan berserat di bagian dalam.

2. Berapa lama proses fermentasi tape gaplek singkong?

Proses fermentasi umumnya berlangsung selama 2–3 hari di tempat yang gelap dan tidak terkena sinar matahari langsung. Jika ingin memperoleh rasa yang lebih kuat dan tekstur lebih kenyal, fermentasi dapat diperpanjang hingga sekitar dua malam tambahan.

3. Mengapa singkong harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum dibuat tape gaplek?

Pengeringan bertujuan mengubah singkong menjadi gaplek yang lebih awet disimpan sebagai bahan pangan. Selain itu, proses ini juga memberikan karakteristik tekstur dan cita rasa yang menjadi ciri khas tape gaplek dibandingkan tape singkong biasa.

4. Bagaimana cara menyimpan tape gaplek agar tetap enak?

Simpan tape gaplek dalam wadah yang tertutup rapat dan pertahankan pembungkus daun pisang jika masih ada. Untuk memperlambat proses fermentasi, tape dapat disimpan di dalam lemari pendingin sehingga rasa, aroma, dan teksturnya tetap terjaga.

5. Tape gaplek bisa diolah menjadi makanan apa saja?

Selain dinikmati langsung sebagai camilan tradisional, tape gaplek juga dapat dijadikan campuran es tradisional, kolak, isian aneka kue, atau diolah menjadi berbagai hidangan penutup bercita rasa manis khas Nusantara.

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu