Liputan6.com, Jakarta - Bakcang adalah hidangan tradisional Tionghoa yang identik dengan perayaan Festival Perahu Naga atau Peh Cun. Makanan berbentuk limas segitiga yang dibungkus daun bambu ini umumnya terbuat dari beras ketan dengan beragam isian, meski secara tradisional paling sering menggunakan daging babi. Nama "bakcang" berasal dari dialek Hokkien, di mana "bak" berarti daging—yang dalam konteks kuliner Hokkien umumnya merujuk pada daging babi—sedangkan "cang" merujuk pada ketan yang dibungkus daun dan dimasak hingga matang.
Seiring akulturasi budaya, bakcang mengalami berbagai modifikasi agar sesuai dengan selera dan keyakinan masyarakat di berbagai daerah, termasuk Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Muslim, bakcang halal menggunakan isian seperti ayam atau sapi serta tambahan jamur, udang, atau telur asin.
Di Indonesia, bakcang kini tidak hanya dinikmati saat perayaan tertentu, tetapi juga sebagai kuliner sehari-hari. Pembuatannya umumnya menggunakan beras ketan yang dibumbui gurih, diisi aneka bahan, lalu dibungkus daun bambu dan direbus hingga matang sehingga cita rasa khasnya tetap terjaga. Yuk simak resep bakcang halal, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (19/6).
Advertisement
Sejarah dan Filosofi di Balik Bakcang
Sejarah bakcang berakar kuat pada mitologi Tiongkok kuno, yang bermula sejak era Dinasti Zhou (1046-265 SM). Hidangan ini mulanya merupakan bentuk penghormatan kepada Qu Yuan, seorang menteri patriotik dari Negara Chu. Konon, rakyat melemparkan bakcang ke sungai untuk mencegah ikan memakan jasad Qu Yuan yang bunuh diri setelah negerinya hancur akibat fitnah dan pengkhianatan.
Tradisi ini kemudian berkembang menjadi hidangan wajib pada Festival Peh Cun, yang dirayakan setiap tanggal lima bulan kelima kalender lunar Tionghoa. Perayaan ini melambangkan harapan baik serta nilai-nilai seperti kepuasan, rasa syukur, pikiran positif, dan semangat merangkul sesama.
Advertisement
Inovasi Bakcang Halal yang Merangkul Keberagaman
Adaptasi bakcang di Indonesia mencerminkan dinamika budaya yang kaya. Dari yang semula identik dengan perayaan tertentu, kini bakcang dapat ditemukan dan dinikmati sepanjang tahun. Perubahan paling signifikan terletak pada isiannya, di mana daging babi yang menjadi isian tradisional diganti dengan bahan-bahan halal.
Pilihan isian untuk bakcang halal menjadi lebih bervariasi, meliputi daging ayam giling, daging sapi giling, jamur hioko (shitake kering), ebi (udang kering), hingga kuning telur asin dan kacang tanah rebus. Modifikasi ini tidak hanya memperluas jangkauan penikmat bakcang, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai kuliner yang mampu beradaptasi dan tetap relevan dalam konteks budaya yang beragam.
Resep Bakcang Halal Isian Ayam dan Jamur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262554/original/097058000_1781836719-14133799956249209967.jpeg)
Bahan-bahan:
Bahan Utama
- 600 gram beras ketan atau beras biasaÂ
- 18 lembar daun bambu ukuran besar, rendam dan rebus sebentarÂ
- Tali untuk mengikat bakcangÂ
Bahan Beras Ketan (opsional, jika menggunakan beras ketan)
- 150 ml minyak gorengÂ
- 15 siung bawang putih, cincangÂ
- 2 sdm kecap asinÂ
- 1 sdm kaldu bubukÂ
- 1½–2 sdm garamÂ
- 250 ml airÂ
Bahan Isian
- 250–750 gram daging paha ayam giling atau fillet ayam cincangÂ
- 100–250 gram jamur hioko, rendam lalu potong dadu kecilÂ
- 100 gram ebi, rendam hingga lunakÂ
- 5–15 siung bawang merah, cincangÂ
- 3–6 siung bawang putih, cincangÂ
- 5 batang daun bawang, iris halusÂ
- Bawang bombay secukupnya (opsional)Â
- Kuning telur asin secukupnya (opsional)Â
- Kacang tanah rebus secukupnya (opsional)Â
Bumbu Isian
- 7–10 sdm kecap manisÂ
- 2–3 sdm saus tiramÂ
- ½–3 sdm kecap ikanÂ
- 1–2 sdm kecap asinÂ
- 1 sdm kecap hitam (opsional)Â
- ¾–1 sdt merica bubukÂ
- 1–2 sdt gula pasirÂ
- 1 sdt kaldu jamurÂ
- 350–400 ml airÂ
Bahan Perebus Beras
- 1.000 ml airÂ
- 2 sdt garamÂ
Untuk Menumis
- 3 sdm minyak gorengÂ
Cara Membuat:
1. Membuat Isian
- Panaskan minyak goreng, lalu tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum.Â
- Masukkan daging ayam cincang, aduk hingga berubah warna.Â
- Tambahkan jamur hioko, ebi, dan daun bawang.Â
- Masukkan kecap manis, saus tiram, kecap ikan, kecap asin, kecap hitam (jika digunakan), merica, gula, dan kaldu jamur.Â
- Tuang air, lalu masak hingga bumbu meresap dan kuah menyusut.Â
- Angkat dan dinginkan.Â
2. Menyiapkan Beras
- Rendam beras ketan selama 1–2 jam, kemudian tiriskan.Â
- Masak beras ketan bersama 1.000 ml air dan 2 sdt garam hingga air terserap.Â
- Jika menggunakan bumbu beras ketan, tumis bawang putih hingga harum, lalu masukkan kecap asin, kaldu bubuk, garam, dan air. Campurkan dengan beras ketan dan aron hingga setengah matang.Â
3. Membungkus Bakcang
- Ambil dua lembar daun bambu yang telah direndam dan direbus.Â
- Bentuk daun menjadi contong atau kerucut.Â
- Isi bagian dasar dengan beras ketan.Â
- Tambahkan isian ayam dan jamur di bagian tengah. Jika suka, tambahkan kuning telur asin atau kacang tanah rebus.Â
- Tutup kembali dengan beras hingga isian tertutup.Â
- Lipat dan bungkus rapat hingga membentuk limas segitiga.Â
- Ikat kuat menggunakan tali agar tidak terbuka saat direbus.Â
4. Merebus Bakcang
- Susun bakcang dalam panci besar dan tuangkan air hingga seluruh bakcang terendam.Â
- Rebus selama 2–5 jam dengan api sedang.Â
- Pastikan bakcang selalu terendam air. Tambahkan air panas jika volume air berkurang.Â
- Setelah matang, angkat dan tiriskan.Â
Penyajian:
Sajikan bakcang selagi hangat. Bakcang halal isi ayam dan jamur siap dinikmati dengan cita rasa gurih dan aroma khas daun bambu.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Resep Bakcang
1. Apa itu bakcang?
Bakcang adalah hidangan tradisional Tionghoa yang berbentuk limas segitiga, terbuat dari beras ketan atau beras biasa dengan isian tertentu, dan dibungkus menggunakan daun bambu.
2. Mengapa bakcang disebut halal?
Bakcang disebut halal karena isian tradisional daging babi diganti dengan bahan-bahan yang diizinkan dalam syariat Islam, seperti daging ayam, daging sapi, jamur, udang, atau telur asin, sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat Muslim.
3. Kapan Festival Perahu Naga atau Peh Cun dirayakan?
Festival Perahu Naga atau Peh Cun dirayakan setiap tanggal lima bulan kelima kalender lunar Tionghoa, sebagai bagian dari tradisi yang melambangkan harapan baik dan nilai-nilai positif.
4. Apa saja bahan utama untuk membuat bakcang halal?
Bahan utama untuk membuat bakcang halal meliputi beras ketan atau beras biasa, isian protein seperti daging ayam atau sapi giling, jamur hioko, ebi, serta bumbu gurih, dan dibungkus dengan daun bambu.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314177/original/064272800_1785736202-mahfud_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4032168/original/078212600_1653378088-cek_fakta_wuhan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313962/original/012980500_1785727335-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-03T102000.247.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4428282/original/044027900_1684137673-Gambar1.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473583/original/010189000_1687242103-Emi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313501/original/064505000_1785649055-16293729181073069548.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4782996/original/080381700_1711299249-WhatsApp_Image_2024-03-24_at_10.58.25_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313404/original/060372900_1785639256-e74332bf-167f-43f9-a3fa-e1e3f676cccc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312463/original/086503200_1785494779-365d76f7-d4b4-4346-9a80-cd8f4edd5395.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312314/original/041788200_1785486923-b5f0e099-06c0-4340-99fc-22e95b6ae681.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312276/original/005584000_1785485541-ChatGPT_Image_Jul_31__2026__03_10_02_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311607/original/050927900_1785410486-Gemini_Generated_Image_s2sbuos2sbuos2sb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311273/original/091327100_1785397039-0a58c8b5-1050-4417-9de6-c74c1bd66219.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259272/original/048794500_1781493764-10242484220532753462.jpeg)