Cara Membuat Bumbu Racik Ayam Goreng Sendiri, Lezat, Aman, dan Lebih Sehat

Temukan keunggulan meracik bumbu racik ayam goreng sendiri di rumah! Selain praktis, resep ini menjamin hidangan lezat tanpa aditif berbahaya dan kaya manfaat sehat.

Diterbitkan 22 Juli 2025, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dalam kehidupan sehari-hari yang semakin serba cepat, kebutuhan akan makanan praktis semakin tinggi. Bumbu instan pun menjadi solusi yang banyak digunakan oleh masyarakat karena kemudahan dan kepraktisannya. Namun, banyak yang belum menyadari bahwa membuat bumbu racik ayam goreng sendiri di rumah memiliki banyak keunggulan. Selain lebih terjamin kualitas dan kebersihannya, penggunaan bumbu racik buatan sendiri juga dapat menghindarkan keluarga dari zat aditif berbahaya seperti monosodium glutamate (MSG), yang dikenal memiliki dampak negatif terhadap kesehatan jika dikonsumsi berlebihan (Niaz et al., 2018).

Dalam penelitain berjudul Health Benefits of Culinary Herbs and Spices oleh T. Alan Jiang (2019), dijelaskan bahwa berbagai rempah yang umum digunakan dalam bumbu ayam goreng seperti kunyit, jahe, dan bawang putih tidak hanya memberikan rasa, tetapi juga kaya akan senyawa antioksidan dan antiinflamasi yang bermanfaat bagi tubuh. Ini menegaskan bahwa meracik bumbu sendiri bukan hanya perkara rasa, tetapi juga investasi untuk kesehatan.

Liputan6.com akan membagikan resep bumbu racik ayam goreng yang mudah dibuat di rumah. Setelah itu, akan diulas berbagai kelebihan meracik bumbu sendiri dibanding menggunakan bumbu instan, Selasa (22/7/2025).

Resep Bumbu Racik Ayam Goreng Ungkep Kuning

Resep berikut mengadopsi metode ungkep yang populer di Indonesia. Proses ungkep membuat bumbu meresap lebih dalam dan ayam menjadi empuk serta gurih saat digoreng.

Bahan-Bahan:

  • 1 ekor ayam, potong menjadi beberapa bagian (dapat menggunakan ayam kampung atau ayam potong)
  • 3 lembar daun salam
  • 2 batang serai, memarkan
  • 2 ruas kunyit, haluskan
  • 1 sdm ketumbar bubuk
  • Secukupnya garam
  • Secukupnya kaldu bubuk (opsional)
  • 3 butir kemiri, sangrai dan haluskan
  • 6 siung bawang putih, haluskan
  • 1 ruas jahe, haluskan
  • 2 ruas lengkuas (laos), haluskan
  • Secukupnya air

Cara Membuat:

  1. Siapkan panci. Tata di dasar panci semua bumbu halus, daun salam, serai, ketumbar, garam, dan kaldu bubuk.
  2. Masukkan potongan ayam ke dalam panci di atas bumbu.
  3. Tambahkan air secukupnya hingga ayam terendam.
  4. Masak dengan api kecil hingga air menyusut dan bumbu meresap sempurna.
  5. Angkat dan biarkan dingin. Ayam bisa langsung digoreng atau disimpan di kulkas dalam wadah tertutup sebagai stok.

Catatan:

Bumbu ini dapat disimpan selama 3–5 hari di lemari es atau hingga 2 minggu di freezer, menjadikannya pilihan praktis sekaligus sehat sebagai stok makanan keluarga.

Kelebihan Meracik Bumbu Sendiri Dibanding Bumbu Instan

1. Tanpa MSG dan Aditif Kimia

MSG banyak ditemukan dalam bumbu instan dan diketahui dapat menyebabkan sejumlah efek samping jika dikonsumsi berlebihan, seperti sindrom restoran Cina, gangguan metabolisme, obesitas, dan bahkan kerusakan hati serta sistem saraf (Niaz et al., 2018). Dengan membuat bumbu sendiri, Anda memiliki kendali penuh terhadap bahan-bahan yang digunakan dan bisa menghindari zat tambahan yang berbahaya.

2. Lebih Sehat dan Alami

Rempah-rempah seperti kunyit, jahe, bawang putih, dan lengkuas memiliki senyawa aktif seperti kurkumin dan gingerol yang bersifat antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi (Jiang, 2019). Artinya, bumbu racikan alami bukan hanya memberikan rasa, tapi juga manfaat kesehatan.

3. Cita Rasa Lebih Autentik

Dalam penelitian oleh Pitaloka dkk. (2020), ditemukan bahwa bumbu segar memberikan cita rasa yang lebih kompleks dan otentik dibandingkan bumbu instan. Bumbu instan memang praktis, tetapi terkadang mengalami penurunan rasa karena proses pengawetan dan penambahan bahan sintetis.

4. Dapat Disesuaikan dengan Selera

Dengan meracik sendiri, Anda dapat menyesuaikan takaran dan jenis rempah sesuai selera keluarga, termasuk mengatur tingkat kepedasan, kadar garam, atau bahkan mengganti bahan untuk kebutuhan diet tertentu.

5. Menjaga Tradisi Kuliner

Menurut penelitian Pitaloka (2020), tradisi membuat bumbu dari rempah segar berperan penting dalam pelestarian makanan khas daerah seperti pindang gunung. Membuat bumbu racik ayam sendiri juga dapat dianggap sebagai upaya menjaga warisan kuliner keluarga.

FAQ Seputar Bumbu dan Ayam

1. Apakah bumbu ayam ungkep bisa dibekukan?

Ya, bumbu ayam ungkep yang sudah dimasak bisa disimpan dalam freezer hingga dua minggu. Pastikan disimpan dalam wadah kedap udara agar rasa dan kualitas tetap terjaga.

2. Apakah boleh menambahkan MSG ke dalam bumbu racikan?

 Secara teknis boleh, namun sebaiknya dihindari karena beberapa penelitian (Niaz et al., 2018) menunjukkan efek samping konsumsi MSG berlebih, terutama jika dilakukan terus-menerus.

3. Apa rempah wajib dalam bumbu ayam goreng tradisional?

Kunyit, bawang putih, kemiri, dan lengkuas adalah empat bahan utama yang hampir selalu digunakan dalam resep ayam goreng tradisional.

4. Bagaimana cara menghindari ayam goreng menjadi keras setelah digoreng?

Pastikan ayam diungkep dengan api kecil hingga empuk dan bumbu meresap. Jangan menggoreng terlalu lama atau menggunakan minyak terlalu panas.

5. Apakah bumbu racik bisa digunakan untuk ayam potong biasa, bukan ayam kampung?

Bisa. Hanya saja waktu pengungkepan bisa lebih singkat karena ayam potong cenderung lebih cepat empuk dibanding ayam kampung.

Daftar Ruujukan

  1. Niaz, K., Zaplatic, E., & Spoor, J. (2018). Extensive use of monosodium glutamate: A threat to public health? PMC5938543.
  2. Jiang, T. A. (2019). Health Benefits of Culinary Herbs and Spices. J AOAC Int. DOI: 10.5740/jaoacint.18-0418.
  3. Pitaloka, D., Lasmanawati, E., & Setiawati, T. (2020). Inovasi Bumbu Instan Pindang Gunung Khas Pangandaran. Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner, Vol. 9 No. 2.

Â