Liputan6.com, Jakarta - Lisan menjadi salah satu anugerah Allah SWT yang sangat berharga, tetapi juga dapat menjadi sumber masalah jika tidak digunakan dengan baik. Karena itu, amalan untuk menjaga lisan agar tidak menyakiti menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang muslim.
Menjaga ucapan bukan hanya soal menghindari kata-kata kasar, melainkan juga memastikan setiap perkataan tidak menimbulkan fitnah, permusuhan, atau menyakiti hati orang lain. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam” (HR. Bukhari dan Muslim).
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, khususnya Bab Hifdz-ul-Lisan, menjelaskan bahwa setiap mukallaf berkewajiban menjaga lisannya dari berbagai perkataan, kecuali ucapan yang memiliki maslahat yang jelas.
Advertisement
Pentingnya menjaga lisan juga menjadi perhatian dalam jurnal Kemuliaan Penjaga Lisan dari Sudut Pandang Hukum Islam (2024) karya Juliana Anggraini dkk. Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa ucapan yang tidak terkendali dapat membawa kerugian bagi orang lain maupun diri sendiri. Bahkan, lisan yang tidak dijaga dapat menjadi salah satu sebab seseorang terjerumus ke dalam dosa dan mendapat ancaman siksa.
Menjaga lisan bukan sekadar menahan ucapan buruk, tetapi merupakan bentuk ibadah yang membutuhkan kesadaran, ilmu, latihan, dan doa. Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah amalan-amalan untuk menjaga lisan agar tidak menyakiti, lengkap penjelasannya.
Amalan-Amalan untuk Menjaga Lisan agar Tidak Menyakiti
1. Berkata Baik atau Diam
Amalan paling fundamental dalam menjaga lisan adalah menerapkan prinsip "berkata baik atau diam". Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam" (HR. Bukhari dan Muslim).
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa hadis ini telah disepakati keshahihannya dan menjadi dalil yang jelas bahwa seseorang tidak boleh berbicara kecuali pembicaraannya baik dan mengandung manfaat.
Imam Asy-Syafi'i menambahkan, "Apabila seseorang ingin berbicara, hendaklah ia berpikir terlebih dahulu. Jika jelas maslahatnya, maka berbicaralah, dan jika dia ragu, maka janganlah berbicara". Prinsip ini menjadi benteng pertama agar lisan tidak melukai orang lain.
2. Berdzikir kepada Allah
Mengisi lisan dengan dzikir merupakan amalan efektif untuk mencegah perkataan yang menyakitkan. Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: "Janganlah kamu banyak berbicara tanpa berdzikir kepada Allah, karena sesungguhnya banyak berbicara tanpa berdzikir kepada Allah mengakibatkan kerasnya hati, dan orang yang paling jauh dari Allah adalah orang yang paling keras hatinya".
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar juga menekankan pentingnya menyibukkan lisan dengan dzikir kepada Allah sebagai pengganti perkataan yang sia-sia. Dengan membiasakan lisan berdzikir, ruang untuk berkata buruk akan semakin sempit.
3. Beristighfar
Memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa lisan adalah amalan penyucian yang sangat dianjurkan. Huzaifah bin Yaman RA pernah mengadu kepada Rasulullah SAW tentang keburukan yang ada pada lisannya, maka Rasulullah SAW bersabda: "Bagaimanakah engkau dengan istighfarmu wahai Huzaifah? Sesungguhnya aku beristighfar kepada Allah SWT seratus kali setiap hari".
Istighfar tidak hanya menghapus dosa, tetapi juga melatih jiwa untuk lebih berhati-hati dalam berbicara. Imam Al-Muhasibi dalam Risalah al-Mustarsyidin menegaskan bahwa kewajiban lisan adalah jujur dalam keadaan senang maupun marah, serta menahan diri dari menyakiti dalam keadaan sendirian maupun ramai.
4. Berpikir Sebelum Berbicara (Tafakkur)
Amalan berikutnya adalah membiasakan diri untuk berpikir matang sebelum mengucapkan sesuatu. Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Adzkar menasihatkan agar seseorang berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara.
Abu Hatim berkata, "Lisan orang yang berakal berada di belakang hatinya. Bila dia ingin berbicara, dia mengembalikan ke hatinya terlebih dahulu, jika terdapat maslahat baginya, maka dia akan berbicara. Dan bila tidak ada maslahat, dia tidak berbicara. Adapun orang yang jahil, hatinya berada di ujung lisannya". Dengan berpikir sebelum berbicara, potensi melukai orang lain dapat diminimalisir.
5. Memilih Lingkungan dan Teman yang Baik
Lingkungan pergaulan memiliki pengaruh besar terhadap kebiasaan berbicara. Seseorang berkawan dengan orang-orang yang baik akhlaknya dan menjauhkan diri dari orang yang suka berbicara lepas tanpa kendali.
Imam Asy-Syafi'i juga menyarankan untuk menjauhi forum-forum tongkrongan yang tidak bermanfaat, karena di sanalah potensi terbesar untuk menggunjing dan menyakiti orang lain. Lingkungan yang baik akan membantu seseorang terbiasa berkata baik dan menghindari ucapan yang menyakitkan.
6. Menahan Diri Saat Marah
Marah adalah kondisi yang paling sering memicu lisan untuk melontarkan kata-kata menyakitkan. Islam mengajarkan agar seseorang menahan diri dan diam ketika marah. Dalam hadis riwayat Ahmad, Nabi SAW bersabda: "Tidak lurus iman seseorang hamba itu sehingga hatinya lurus dan hatinya tidak akan lurus sehingga lurus lidahnya".
Al-Harits al-Muhasibi dalam Risalah al-Mustarsyidin menegaskan bahwa kewajiban lisan adalah jujur dalam keadaan senang maupun marah, serta menahan dari menyakiti dalam keadaan sendirian maupun ramai. Dengan menahan diri saat marah, lisan terjaga dari ucapan yang dapat menyakiti orang lain.
Doa agar Lisan Terjaga agar Tidak Menyakiti
Selain amalan, berikut adalah doa-doa yang dapat diamalkan untuk memohon perlindungan Allah agar lisan terjaga dari perkataan yang menyakiti:
1. Perlindungan dari Kejelekan Lisan dan Anggota Tubuh Lainnya
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِي، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِي، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِي، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِي، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّي
Latin: Allahumma inni a'udzu bika min syarri sam'i, wa min syarri bashari, wa min syarri lisani, wa min syarri qalbi, wa min syarri maniyyi.
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pendengaranku, penglihatanku, lisanku, hatiku, dan maniku." (HR. Abu Dawud no. 1551; Tirmidzi no. 3492)
2. Menjadikan Diam sebagai Berpikir dan Bicara sebagai Dzikir
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صَمْتِي فِكْراً وَنُطْقِي ذِكْراً
Latin: Allahumma-j'al shamti fikran wa nuthqi dzikran.
Artinya: "Wahai Allah, jadikanlah diamku berpikir, dan bicaraku berdzikir." (Disebutkan oleh Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah dalam komentar kitab Risalah al-Mustarsyidin)
3. Memohon Perkataan yang Benar dalam Keadaan Marah dan Ridha
اللهم اسألك كلمة الحق في الغضب والرضى
Latin: Allahumma as'aluka kalimatal haq fi ghadab wa ridha.
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu perkataan yang benar pada saat marah dan ridha." (HR. Ibnu Majah)
4. Perlindungan dari Keburukan Pendengaran, Penglihatan, Lisan, dan Hati
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِي وَمِنْ شَرِّ بَصَرِي وَمِنْ شَرِّ لِسَانِي وَمِنْ شَرِّ قَلْبِي
Latin: Allahumma inni a'udzu bika min syarri sam'i wa min syarri bashari wa min syarri lisani wa min syarri qalbi.
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pendengaranku, penglihatanku, lisanku, dan hatiku."
Hikmah Amalan untuk Menjaga Lisan agar Tidak Menyakiti
1. Mendapatkan Jaminan Surga
Rasulullah SAW memberikan jaminan surga bagi siapa saja yang mampu menjaga lisannya. Dalam hadis riwayat Sahl bin Sa'ad, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahangnya (lisan) dan apa yang berada di antara dua kakinya (kemaluan), maka aku akan menjamin baginya surga".
Ini menunjukkan bahwa menjaga lisan adalah amalan yang bobot pahalanya sangat besar di sisi Allah.
2. Terhindar dari Api Neraka
Menjaga lisan menyelamatkan seseorang dari azab neraka. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang mengundang kemurkaan Allah, sementara dia tidak memperhatikannya; dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka Jahannam" (HR. Bukhari).
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar juga memperingatkan bahwa lisan dapat menjerumuskan pemiliknya ke dalam kebinasaan.
3. Hati Menjadi Lembut dan Dekat dengan Allah
Lisan yang terjaga dari perkataan sia-sia akan membuat hati menjadi lembut dan dekat dengan Allah. Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: "Janganlah kamu banyak berbicara tanpa berdzikir kepada Allah, karena sesungguhnya banyak berbicara tanpa berdzikir kepada Allah mengakibatkan kerasnya hati, dan orang yang paling jauh dari Allah adalah orang yang paling keras hatinya". Menjaga lisan dengan dzikir menjadikan hati bersih dan mudah menerima kebenaran.
4. Hubungan Sosial Menjadi Harmonis
Lisan yang tidak menyakiti orang lain akan mempererat tali persaudaraan dan menciptakan keharmonisan sosial.
Islam mengajarkan untuk selalu memelihara mulut dari kata-kata yang dapat menyinggung perasaan orang lain, sehingga dapat mempererat tali persaudaraan dengan menghindarkan diri dari mengatakan julukan atau gelar yang menyakitkan. Dengan menjaga lisan, masyarakat akan terhindar dari konflik, fitnah, dan permusuhan yang merusak tatanan sosial.
5. Mendapatkan Derajat yang Tinggi di Sisi Allah
Allah akan mengangkat derajat orang yang menjaga lisannya. Rasulullah SAW bersabda: "Sungguh ada seorang hamba berbicara dengan satu kata yang mengundang keridhaan Allah, meskipun dia tidak terlalu memperhatikannya; namun dengan sebab satu kalimat itu Allah menaikkan beberapa derajatnya" (HR. Bukhari).
Ini menunjukkan bahwa setiap kata baik yang dijaga dan diucapkan dengan niat yang benar akan bernilai ibadah dan mengangkat derajat pelakunya.
Pertanyaan Seputar Amalan Menjaga Lisan
1. Apa amalan utama agar lisan tidak menyakiti orang lain?
Amalan utamanya adalah menerapkan prinsip "berkata baik atau diam", memperbanyak dzikir dan istighfar, berpikir sebelum berbicara, serta memilih lingkungan pergaulan yang baik.
2. Apakah ada doa khusus untuk menjaga lisan?
Ada, di antaranya: Allahumma inni a'udzu bika min syarri sam'i wa min syarri bashari wa min syarri lisani wa min syarri qalbi (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pendengaran, penglihatan, lisan, dan hatiku).
3. Bagaimana cara melatih lisan agar tidak menyakiti?
Caranya dengan membiasakan diri berpikir sebelum berbicara, memperbanyak diam yang bermanfaat, mengisi waktu dengan dzikir, serta menjauhi forum-forum yang berpotensi menggunjing.
4. Apa hikmah menjaga lisan dalam kehidupan sehari-hari?
Hikmahnya antara lain: mendapat jaminan surga, terhindar dari api neraka, hati menjadi lembut, hubungan sosial harmonis, dan dinaikkan derajatnya oleh Allah.
5. Apa kata Imam Nawawi tentang menjaga lisan?
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menegaskan bahwa setiap mukallaf wajib menjaga lisannya dari seluruh perkataan kecuali yang jelas maslahatnya. Jika berbicara dan diam sama-sama mengandung maslahat, maka diam lebih utama karena perkataan yang mubah dapat menyeret kepada yang haram.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378600/original/015963400_1792553835-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353323/original/048061500_1789960533-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T101401.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4751478/original/019919400_1708694702-Gus_Iqdammmm.ok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378214/original/055597900_1792492609-Screenshot_2026-10-20_171752.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875945/original/020090700_1719418280-ghost-dark-forest.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378697/original/051691800_1792559333-Desain_Tanpa_Judul__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378673/original/034722600_1792557805-1000665856.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378638/original/099704200_1792555966-1000663660.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378431/original/084114900_1792513368-1001779424.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4817827/original/014691700_1714478954-pexels-shvets-production-7176319.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378627/original/074268100_1792555110-IMG-20261021-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485256/original/031455700_1769500314-5905.jpg)