Membaca Surat Al Waqiah setelah Subuh Bisa Melancarkan Rezeki? Simak Penjelasannya

Disebut sebagai surah Al-Ghina (Kekayaan), benarkah membaca surat Al Waqiah setelah subuh bisa melancarkan rezeki?

Diterbitkan 29 April 2026, 23:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nyaris tiap orang pernah mengalamai periode sulit, terutama dalam hal ekonomi. Di antara fadhilah Surat Al-Waqi'ah yang populer adalah terbukanya pintu kemudahan. Lantas, membaca surat Al Waqiah setelah subuh bisa melancarkan rezeki?

Pembacaan surat Al-Waqi'ah menjadi salah satu tradisi yang mengakar kuat di sebagian masyarakat Indonesia. Di antaranya, rutinitas membaca Surat Al‑Waqi’ah pada waktu‑waktu tertentu, termasuk setelah Salat Subuh.

Bagi muslim krisit, kerap muncul pertanyaan, benarkah membaca Surat Al‑Waqi’ah setelah Subuh dapat melancarkan rezeki? Lantas, apa dasar pendapat tersebut?

Merujuk jurnal Pembacaan Surat al-Waqi’ah dan Ayat-Ayat Rezeki sebagai Potret Ritual Keagamaan, karya Mila Aulia dkk, dan Kritik Pemahaman Hadits Nabi tentang Keutamaan Surat Al-Qaqi'ah, oleh Surahmat, berikut ini adalah ulasan mengenai amalan surat Al-Waqi'ah beserta fadhilahnya dengan menelusuri hadis, pendapat ulama dalam kitab klasik serta hasil riset studi modern. Simak selengkapnya.

Apakah membaca surat al waqiah setelah subuh bisa melancarkan rezeki?

Surat Al‑Waqi’ah adalah surah ke‑56 dalam urutan mushaf, terdiri dari 96 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah, yang berarti sebagian besar diturunkan di Mekah. Dinamai Al‑Waqi’ah (Hari Kiamat) karena surah ini diawali dengan pemberitaan tentang kepastian terjadinya hari kiamat. Secara garis besar, surah ini membahas tentang kepastian hari kiamat, pembagian umat manusia menjadi tiga golongan (ashabul yamin, ashabul syimal, dan as‑sabiqun), serta balasan bagi orang mukmin dan kafir.

Meskipun temanya sangat kuat dengan kehidupan akhirat, popularitas surah ini di kalangan umat Islam tidak lepas dari keyakinan akan keutamaannya dalam urusan rezeki. Bahkan, para ulama menjulukinya sebagai “Surah al‑Ghina” (Surat Kekayaan).

Kepercayaan tentang keutamaannya dipraktikkan oleh para sahabat Nabi SAW. Abdullah bin Mas’ud RA sendiri mempraktikkan dan mewasiatkan amalan ini. Ketika beliau sakit menjelang wafat, Utsman bin ‘Affan ra. menjenguk dan menawarkan bantuan untuk anak‑anaknya. Ibnu Mas’ud menolak dengan mengatakan:

“Apakah engkau khawatir tentang kefakiran anak‑anak perempuanku? Aku telah memerintahkan anak‑anak perempuanku untuk membaca surat Al‑Waqi’ah setiap malam. Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Barang siapa membaca surat Al‑Waqi’ah setiap malam, ia tidak akan ditimpa kefakiran’.”

Hadis di atas secara eksplisit menyebutkan kulla laylatin (setiap malam). Oleh karena itu, waktu utama yang dianjurkan adalah pada malam hari, baik setelah Isya, sebelum tidur, atau pada sepertiga malam terakhir. Ibnu Mas’ud sendiri memerintahkan putri‑putrinya untuk membacanya setiap malam.

Meskipun redaksi hadis menyebut “setiap malam”, para ulama tidak mempersempit keutamaan ini hanya pada malam hari. Sementara, malam sendiri bisa berarti sepertiga akhir malam (fajar/pagi), atau selagi masih gelap dan bagian dari malam walau di saat terakhir.

Membaca Surat Al-Waqi'ah setelah Subuh

Membaca Al‑Waqi’ah setelah Subuh tetap dianjurkan dengan beberapa pertimbangan:

1. Kesunnahan Membaca Al‑Qur’an di Waktu Pagi

Waktu antara Subuh hingga terbit matahari adalah waktu yang penuh berkah. Rasulullah saw. bersabda: “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah). Membaca Al‑Waqi’ah termasuk bentuk dzikir pagi yang dianjurkan.

2. Praktik Langsung Rasulullah SAW

Riwayat dari Jabir bin Samurah menyebutkan bahwa dalam Salat Subuh, beliau terkadang membaca surat Al‑Waqi’ah dan surat‑surat sejenisnya. Ini menunjukkan bahwa membaca Al‑Waqi’ah di pagi hari (baik dalam salat maupun setelahnya) sudah dicontohkan.

3. Amalan yang sudah Masyhur

Dalam berbagai literatur dan praktik masyarakat, membaca Al‑Waqi’ah sebanyak 3 kali setelah Subuh (dan 3 kali setelah Isya) disebut‑sebut sebagai cara untuk dijadikan hartawan dan dermawan serta dilancarkan rezekinya.

4. Keluasan Ibadah

Pada dasarnya, membaca Al‑Qur’an tidak terikat waktu. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. kepada Sayyidina Ali: “Hendaklah engkau membaca Al‑Qur’an dalam setiap keadaan”.

Waktu afdhal (utama) adalah malam hari sesuai dengan lafal hadis, namun membaca setelah Subuh tidak keluar dari semangat anjuran dan bahkan telah dipraktikkan langsung oleh Rasulullah SAW dalam salatnya.

Mengapa Membaca Surat Al‑Waqi’ah Dapat Melancarkan Rezeki?

1. Kekayaan yang Dimaksud: Kekayaan Hati (al‑Gina)

Pemahaman literal seringkali menimbulkan salah tafsir. Banyak orang membaca surat Al‑Waqi’ah namun secara finansial belum merasakan perubahan signifikan. Lantas, di mana letak keutamaan ini?

Penelitian akademik oleh Surahmat dalam Jurnal Inovatif menjelaskan secara kritis: hadis ini tidak berarti bahwa dengan membaca Al‑Waqi’ah seseorang akan kaya secara instan. Kandungan hadis yang tepat adalah perlindungan dari faqr dalam arti kefakiran hati (kemiskinan mental), bukan semata‑mata kemiskinan materi.

Definisi ini selaras dengan hadis Nabi saw.: “Bukannya kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa (hati).” (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan kata lain, orang yang membaca Al‑Waqi’ah dengan penghayatan akan dianugerahi sifat qana’ah—sikap menerima dengan rela apa yang diberikan Allah, merasa cukup, dan tidak diperbudak oleh dunia.

2. Ketenangan Hati Sebagai Kunci Produktivitas (Pendekatan Psikospiritual)

Dalam disertasinya, Muhammad Makhdlori, penulis buku Bacalah Surat Al‑Waqi’ah, Maka Engkau Akan Kaya, menjelaskan mekanisme ilmiahnya: membaca Surat Al‑Waqi’ah secara rutin dapat mengubah jiwa yang gelisah menjadi tenang, pikiran yang kacau menjadi tertata, serta mengubah rasa pesimis menjadi optimis. Ketenangan batin inilah yang kemudian merangsang sistem saraf untuk bekerja maksimal, sehingga seseorang mampu berikhtiar secara lebih fokus dan produktif. Rezeki pun mengalir sebagai konsekuensi dari sikap mental yang sehat dan optimis—bukan karena efek magis ayat tersebut secara harfiah.

3. Amalan Spiritual yang Melengkapi Ikhtiar Lahir

Ikhtiar bathin akan memperkuat ikhtiar lahir. Ayat al‑Qur’an juga dengan tegas menegaskan bahwa keberhasilan tidak datang tanpa usaha:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah nasib diri mereka sendiri.” (QS. ar‑Ra‘du [13]: 11)

Membaca Al‑Waqi’ah bukanlah pengganti kerja keras, melainkan penyerta yang mendatangkan ketenangan, keyakinan, dan motivasi spiritual sehingga seseorang lebih giat dan cerdas dalam mencari rezeki halal.

4. Kandungan Ayat yang Membangkitkan Rasa Syukur dan Optimisme

Meskipun artinya “Hari Kiamat”, ayat‑ayat pilihan dalam surat ini (misalnya ayat 63–76) menggambarkan bahwa Allah adalah sumber segala kenikmatan. Membacanya secara kontemplatif akan menumbuhkan rasa syukur yang mendalam, yang pada gilirannya membuka pintu rezeki yang tidak disangka‑sangka (QS. ath‑Thalaq [65]: 2‑3).

5. Sanad yang Bersambung hingga Nabi SAW dan Khazanah Kitab Klasik

Keutamaan ini tercatat dalam berbagai kitab ulama terkemuka:

  • Kitab Tafsir Fath al‑Qadir karya Imam asy‑Syaukani menukilkan riwayat‑riwayat hadis tentang keutamaan Al‑Waqi’ah.
  • Kitab al‑Jawahir al‑Lamma’ah menjelaskan bahwa salah satu keutamaannya adalah sebagai wasilah (perantara) memohon kekayaan kepada Allah.
  • Kitab al‑Adzkar karya Imam an‑Nawawi turut mengutip hadis ini.
  • Kitab Syu’ab al‑Iman oleh al‑Baihaqi menjadi sumber utama riwayat ini (nomor hadis 2395–2398).
  • Kitab Faidh al‑Qadir karya al‑Manawi menjelaskan bahwa maksud sebenarnya dari keutamaan ini bukanlah mendatangkan harta dunia dengan amal akhirat, tetapi agar Allah memberikan rezeki berupa qana‘ah (kecukupan hati) dan kekuatan untuk beribadah.

Keutamaan‑Keutamaan Lain Membaca Surat Al‑Waqi’ah

Selain melancarkan rezeki, yang dipahami sebagai kelapangan hati dan kemudahan ikhtiar, Al‑Waqi’ah memiliki fadhilah lain yang sangat besar:

  • Dijauhkan dari Kefakiran Hati: Mendapatkan sifat qana‘ah, tidak mudah mengeluh dan putus asa.
  • Dijadikan Hartawan dan Dermawan: Membaca 3 kali setelah Subuh dan 3 kali setelah Isya disebut dapat melahirkan sifat dermawan (bakhil sirna).
  • Mendapatkan Ketenangan Hati: Ayat‑ayatnya yang mengingatkan pada kekuasaan Allah menumbuhkan rasa damai dan tawakal.
  • Mudah Sakaratul Maut: Diriwayatkan dapat memudahkan keluarnya ruh dari jasad (diamalkan saat menghadapi sakaratul maut).
  • Menjadi Ahli Surga: Surat ini disebut sebagai “surat bagi orang‑orang yang merindukan surga”.
  • Mendapatkan Syafa‘at di Hari Kiamat: Kebiasaan rutin membaca Al‑Qur’an termasuk Al‑Waqi’ah akan memberikan syafa‘at bagi pembacanya.
  • Menambah Ukhuwah Islamiyah: Dalam praktik majelis seperti Hubbun Nabi, pembacaan bersama mempererat silaturahmi antarjamaah.

People Also Ask:

Apakah surat Al-Waqiah boleh dibaca setelah sholat subuh?

Sebaiknya membaca Surat Al-Waqiah setelah sholat wajib atau sunnah. Menjadwalkan waktu setelah sholat untuk membaca surat ini dapat membantu meningkatkan rasa khusyu' serta memastikan bahwa doa dan niat lebih kuat. Selain itu, membaca setelah sholat Tahajud sambil menunggu waktu subuh juga merupakan opsi yang baik.

Al-Waqiah kapan dibaca untuk melancarkan rezeki?

Ringkasan AISurat Al-Waqi'ah dianjurkan dibaca setiap malam, terutama setelah shalat Maghrib atau Isya, untuk mencegah kefakiran dan melancarkan rezeki. Rutin membacanya, terutama setelah shalat Ashar (bisa hingga 14 kali) atau subuh, diyakini meningkatkan keberkahan dan mendatangkan kekayaan.

Habis Subuh bagusnya baca surat apa?

Ringkasan AISetelah shalat Subuh, sangat dianjurkan membaca Surah Al-Waqiah (pembuka rezeki), Surah Yasin (ketenangan), dan Ayat Kursi serta 3 Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas) sebagai perlindungan. Membaca surat-surat ini, terutama Al-Waqiah, di pagi hari dianggap meningkatkan rasa syukur dan ketergantungan pada Allah dalam menjemput rezeki.

Al-Waqiah bagus dibaca setelah shalat apa?

Ringkasan AISurat Al-Waqi'ah sangat baik dibaca setelah sholat Subuh atau Asar