Menkop Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Koperasi, Pemda Diminta Kurasi

Menkop Ferry Juliantono meminta pemda mengkurasi UMKM potensial untuk dibentuk menjadi koperasi agar mendapat akses pembiayaan dan pasar.

Diterbitkan 18 September 2026, 19:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi Ferry Juliantono meminta pemerintah daerah melakukan kurasi terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui koperasi.

Menurut Ferry, UMKM yang memenuhi kriteria dapat didorong membentuk koperasi sebagai badan usaha. Setelah memiliki kelembagaan tersebut, pelaku usaha dapat memperoleh pelatihan, pendampingan, inkubasi hingga akses pembiayaan.

Ferry mengatakan koperasi dapat menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis secara lebih terorganisasi. Hal ini termasuk bagi pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

"Kalau sudah ada koperasinya, kami Kementerian Koperasi bisa mendampingi, bisa menginkubasi, bahkan bisa membiayai karena sudah badan usaha," katanya saat membuka Borobudur Expo 2026 di Alun-alun Kota Magelang, Jawa Tengah, dikutip dari Antara Jumat (1817/9/2026).

Ia menyebut pendekatan tersebut dapat diterapkan pada berbagai kelompok usaha. Mulai dari pelaku kuliner, perajin, pengusaha fesyen, sanggar seni hingga generasi muda seperti ilustrator, animator dan pembuat konten.

Ferry melihat penguatan kelembagaan menjadi salah satu cara agar UMKM tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memiliki akses lebih luas terhadap pembiayaan dan pengembangan usaha.

 

Koperasi Harus Jadi Offtaker

Ferry menambahkan pemerintah memiliki Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi yang dapat menjadi sumber pembiayaan bagi koperasi.

Namun, menurut dia, pembentukan koperasi perlu diikuti penguatan ekosistem bisnis. Salah satu faktor penting adalah memastikan produk yang dihasilkan memiliki akses ke pasar.

Dalam konteks Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Ferry mendorong koperasi menjalankan peran lebih luas. Koperasi tidak hanya menjadi saluran distribusi, tetapi juga dapat berfungsi sebagai offtaker atau pihak yang menyerap hasil produksi masyarakat.

Produk yang dapat diserap mencakup pangan, hortikultura, peternakan, perikanan hingga kerajinan.

Ferry juga mendorong gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi salah satu saluran pemasaran bagi produk UMKM di daerah.

Dengan pola tersebut, pemerintah berharap produksi UMKM, kelembagaan koperasi, pembiayaan dan pasar dapat terhubung dalam satu ekosistem usaha.

Pendekatan ini diharapkan membuat koperasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah kelembagaan, tetapi juga menjadi bagian dari rantai bisnis UMKM dari produksi hingga pemasaran.

 

 

 

Membuka Peluang Kerja Sama

Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan kegiatan seperti Borobudur Expo diharapkan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi pelaku usaha daerah.

Menurut Damar, manfaat kegiatan tidak seharusnya hanya diukur dari jumlah pengunjung maupun transaksi selama acara berlangsung. Event juga diharapkan membuka peluang kerja sama dan pasar baru.

"Kami berharap ada kemanfaatan ekonomi. Ada kerja sama baru yang terbentuk dalam setiap event. Ada produk yang mendapatkan pasar baru, ada UMKM yang menemukan mitra baru, ada koperasi yang menemukan peluang baru, dan tentunya ada investor yang melihat potensi baru," ujar Damar.

Pernyataan tersebut sejalan dengan upaya memperluas akses pelaku UMKM terhadap pasar dan mitra usaha.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, UMKM dan koperasi, pengembangan usaha di daerah diharapkan tidak berhenti pada produksi. Pelaku usaha juga dapat memperoleh akses pembiayaan, pendampingan serta jaringan pemasaran.

Bagi pemerintah, penguatan ekosistem tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM dan koperasi agar memiliki kapasitas bisnis yang lebih kuat serta mampu berkembang secara berkelanjutan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6