Liputan6.com, Jakarta - Sholawat menjadi salah satu amalan utama dalam Islam yang berfungsi sebagai bentuk kecintaan, kepatuhan, sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW. Di antara sholawat yang populer di Indonesia adalah bacaan sholawat fatimiyah.
Sholawat Fatimiyah menempati posisi istimewa. Keistimewaan ini bukan sekadar karena redaksinya yang indah, melainkan karena sejarahnya yang mulia serta segudang manfaat yang terkandung di dalamnya, khususnya sebagai sarana memohon kesembuhan, perlindungan, dan kemudahan dalam berbagai urusan.
Mengutip dari jurnal ilmiah dan berbagai literatur Islam, sholawat ini digadang-gadang sebagai salah satu amalan yang memiliki khasiat luar biasa untuk menyembuhkan penyakit hati dan raga, sehingga menjadi salah satu wirid pilihan bagi para pecinta Ahlul Bait dan penempuh jalan tasawuf.
Advertisement
Berikut tuntunan lengkap mengamalkan Sholawat Fatimiyah yang dikutip dari beragam sumber, mulai dari kitab klasik hingga tulisan para ulama kontemporer. Di antaranya, Buku 1001 Shalawat, karya Muhammad Taufiq Ali Yahya dan ebook Shalawat Jalan Selamat, Novel bin Muhammad Alaydrus.
2 Versi Bacaan Sholawat Fatimiyah
Dalam praktiknya, terdapat dua versi utama Sholawat Fatimiyah yang dikenal dan diamalkan oleh umat Islam.
Versi Pertama: Sholawat Fatimiyah Nabi (Sholawat Ummi)
Versi pertama adalah bacaan yang paling populer dan sering disebut sebagai "Sholawat Fatimiyah Nabi". Sholawat ini dinisbatkan kepada Fatimah karena rutin diamalkan oleh putri kesayangan Rasulullah tersebut. Redaksinya tergolong pendek dan mudah dihafal, sehingga sangat dianjurkan untuk diamalkan setiap hari.
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Habib Hasan bin Ismail Al Muhdhor: "Barang siapa melaksanakan sholat Ashar pada hari Jum’at, kemudian dia bersholawat (kepadaku) sebelum berdiri dari tempat duduknya, dengan sholawat ini..."
Berikut bacaan lengkapnya:
Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا
Latin: Allâhumma sholli 'alâ sayyidinâ muhammadin 'abdika wa rasûlikannabiyyil ummiyyi wa 'alâ âlihi wa shohbihi wa sallim taslîmâ
Artinya: "Duhai Allah, limpahkanlah rahmat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad, hamba dan Rasul-Mu, Nabi yang ummi, serta atas keluarga dan para sahabatnya."
Rasulullah SAW sendiri bersabda: "Barang siapa yang membaca sholawat ini pada waktu tertentu, pahalanya sama dengan seorang yang mengambil air wudhu, disamakan dengan pahala 80 tahun." Fakta ini menunjukkan bahwa amalan ringan ini memiliki timbangan pahala yang sangat besar di sisi Allah SWT.
Advertisement
2. Versi Kedua: Sholawat Sirril Mustauda’ (Rahasia yang Tersimpan)
Versi kedua ini memiliki redaksi yang lebih panjang dan mengandung implikasi spiritual yang lebih dalam. Dikenal juga dengan sebutan Sholawat Sirril Mustauda’ (rahasia yang tersimpan). Adapun "Sirril Mustauda’" itu sendiri merujuk pada rahasia Ilahi yang diletakkan Allah pada diri Fatimah Az-Zahra sebagai perantara keturunan suci (Ahlul Bait).
Makna filosofis dari istilah ini adalah keyakinan bahwa pada diri Fatimah dan keturunannya, tersimpan rahasia kenabian dan keberkahan yang terus mengalir hingga akhir zaman.
Berikut bacaan sholawat versi kedua:
Arab: اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلِيُّ وَفَاطِمَةً وَالْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ وَذُرِّيَّتِهِمْ وَاٰلِهِمْ وَاَصْحَابِهِمْ وَاَنْصَارِهِمْ صَلاَةً تَمْلَاءُ خَزَائِنُ اللّٰهِ نُوْرًا وَتَكُوْنُ بِهَا لَنَا (.......) وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرَجًا وَمَخْرَجًا وَفَرَحًا وَشِفَاءً وَدَوَاءً وَسَلاَمًا وَسُعُوْدًا وَسُرُوْرًا وَوُصُوْلاً إِلَى الْفُتُوْحِ وَإِلَى الرِّضَا.
Latin: Allâhumma sholli alâ sayyidinâ muhammadin waaliyyu wa fâthimah wal hasani wal husaini wa dzurriyyâtihim wa âlihim wa ash-hâbihim wa anshôrihim, shalâtan tamla'u khazâ-inullâhi nûrâ, wa takûnu bihâ lanâ (.... sebutkan hajatnya....) wa lil-mu'minîna farajan wa makhrajan wa farahan wa syifâ-an wa dawâ-an wa salâman wa su`ûdan wa surûran wa wushûlan ilal futûhi wa iladz ridhâ
Artinya: "Duhai Allah, curahkanlah rahmat kepada junjungan kami Muhammad, Ali, Fatimah, Al-Hasan, Al-Husain, serta keturunan mereka, keluarga mereka, sahabat mereka, dan para penolong mereka. Rahmat yang memenuhi khazanah Allah dengan cahaya. Dengan rahmat itu, jadikanlah bagi kami (...... sebutkan hajatnya....) dan bagi orang-orang mukmin: kelapangan, jalan keluar, kebahagiaan, kesembuhan, obat, kedamaian, kebahagiaan, kegembiraan, serta sampainya pada kemenangan dan keridhaan-Mu."
Ada pula versi lain Sholawat Sirril Mustauda’, berikut bacaannya:
Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَتِنَا فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءِ وَعَلَى أَبِيهَا وَبَعْلِهَا وَبَنِيهَا وَسِرِّ الْمُسْتَوْدَعِ فِيهَا عَدَدَ مَا أَحَاطَ بِهِ عِلْمُكَ
Latin: "Allahumma sholli 'ala sayyidatina Fatimatazzahro'i wa 'ala abiha wa ba'liha wa baniha wa sirril mustauda'i fiha 'adada ma ahata bihi 'ilmuk"
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Fatimah Az-Zahra, kepada ayahnya, suaminya, putra-putranya, dan rahasia yang tersimpan di dalamnya, sebanyak yang diliputi oleh pengetahuan-Mu".
Makna Mendalam di Balik Lafal Sholawat Fatimiyah
Sholawat Fatimiyah bukanlah sekadar rangkaian kata, melainkan lautan makna yang dalam.
1. Pengagungan terhadap Ahlul Bait
Berbeda dengan sholawat pada umumnya yang hanya mencakup Nabi dan keluarga dekatnya, Sholawat Fatimiyah versi kedua secara eksplisit menyebut Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain. Ini adalah bentuk manifestasi kecintaan kepada Ahlul Bait sebagaimana diperintahkan Allah dalam Al-Qur’an (Surah Asy-Syura : 23) yang menyebut kecintaan kepada kerabat.
2. Doa Keseluruhruhan (Universal)
Doa tidak hanya untuk diri sendiri tetapi untuk seluruh kaum mukminin. Frase "wal lil mu'minina farajan wa makhrajan" (Bagi orang-orang mukmin kelapangan dan jalan keluar) menunjukkan bahwa Islam mengajarkan solidaritas universal.
3. Simbolisme Cahaya (Nuuran)
Permohonan "shalatan tamla'u khaza-inullahi nuura" (sholawat yang memenuhi khazanah dengan cahaya) melambangkan harapan agar sholawat ini menerangi kegelapan hati, alam kubur, dan hari kiamat. Di sini, cahaya dimaknai sebagai metafora ilmu dan petunjuk.
Advertisement
Keutamaan dan Khasiat Mengamalkan Sholawat Fatimiyah
Berdasarkan berbagai riwayat dan kesaksian para ulama, keutamaan mengamalkan Sholawat Fatimiyah sangatlah luas, mencakup aspek kesehatan fisik, mental, hingga keselamatan batin.
- Mendapatkan Pahala 80 Tahun: Habib Hasan bin Ismail Al Muhdhor menjelaskan bahwa membaca sholawat ini pada waktu yang tepat (Sa’ah Fatimiyah) memberikan pahala yang sebanding dengan amalan 80 tahun.
- Obat Segala Penyakit (Lahir dan Batin): Kiai Dasuqi al-Marzuqi menekankan bahwa salah satu faedah utama sholawat ini adalah menjauhkan diri dari segala penyakit, baik medis (fisik) maupun non-medis (hati, psikis).
- Mendatangkan Ketenangan dan Menolak Was-Was: Amalan ini efektif untuk mengatasi serangan was-was dan kegelisahan batin, terutama jika diamalkan secara rutin setelah shalat.
- Mendapatkan Kemudahan Rezeki dan Jalan Keluar: Allah akan membukakan pintu rezeki dan memberikan solusi (jalan keluar) atas berbagai macam permasalahan hidup yang rumit.
- Perlindungan dari Gangguan Mistik: Sholawat Fatimiyah versi panjang, jika diamalkan dengan tata cara khusus (seperti ditiupkan pada garam), dipercaya dapat menjadi perisai dari serangan sihir, santet, dan kejahatan orang-orang dzalim.
- Jalan Menuju Keselamatan Hakiki: Habib Novel bin Muhammad Alaydrus menegaskan bahwa konsistensi membaca sholawat (Fatimiyah versi pendek) di pagi dan sore hari merupakan jaminan keselamatan di dunia (dari fitnah) dan di akhirat (dari siksa neraka), serta mendapatkan syafaat dari Rasulullah ﷺ.
Sejarah dan Sanad Sholawat Fatimiyah
Keistimewaan Sholawat Fatimiyah tidak hanya terletak pada redaksinya, tetapi juga pada mata rantai keilmuan (sanad) yang jelas dan bersambung hingga kepada sumbernya.
Sholawat ini diriwayatkan oleh para ulama terkemuka, di antaranya adalah Habib Hasan bin Ismail Al Muhdhor. Di kalangan masyarakat muslim, terutama di lingkungan Nahdliyin, terdapat ungkapan "Sa'ah Fatimiyah" — yaitu waktu khusus pada hari Jumat yang dianjurkan untuk memperbanyak bacaan sholawat ini.
Keterangan berharga tentang asal-usul penamaan "Sa'ah Fatimiyah" disampaikan dalam berbagai sumber. Dijelaskan bahwa Sayyidah Fatimah Az Zahra Al-Batul, pemimpin perempuan di surga, setiap sore hari Jumat setelah shalat Ashar biasa beri'tikaf di rumahnya.
Kebiasaan mulia inilah yang kemudian mengilhami para ulama untuk mengkhususkan waktu tersebut sebagai momentum utama membaca Sholawat Fatimiyah, sebagai bentuk tabarrukan (mengambil berkah) dan meneladani kekasih Allah.
Sementara itu, dalam literatur kitab klasik, Sholawat Fatimiyah versi pertama ini disebutkan dalam Kitab Al-Ibriz Min Kalami Sayyidi Abdil Aziz karya Ahmad Ibnul Mubarak Al-Maliki. Kemudian, Sholawat Fatimiyah versi ini juga dicantumkan dalam Kitab Fadha'il Al-Zawakhir 'ala Al-Nabi Al-Fakhir karya Nur Al-Thayyib. Keberadaan sholawat ini dalam dua kitab rujukan tersebut semakin memperkuat validitas dan keutamaan amalan ini.
Di Indonesia, tradisi pengamalan sholawat ini terus dipelihara di berbagai lingkungan, mulai pesantren hingga masyarakat umum.
Advertisement
People also Ask:
Apa itu shalawat fatimiyah?
Sholawat fatimiyah bukan sekadar pujian kepada nabi Muhammad SAW, melainkan permohonan rahmat dan keberkahan bagi Sayyidah Fatimah Az-Zahra, putri Nabi beserta keluarga beliau. Mengamalkan sholawat menjadi bentuk kepatuhan kepada Allah dan bentuk cinta yang tulus kepada Rasulullah.
Bagaimana bunyi shalawat Ibrahimiyah yang benar?
Sholawat Ibrahimiyah yang benar dan paling utama, berdasarkan riwayat HR. Bukhari dan Muslim, dibaca saat tasyahud akhir shalat
Bagaimana bunyi shalawat adrikni yang benar?
Bunyi Sholawat Adrikni yang umum dan benar adalah: "Allahumma shalli wasallim 'alâ sayyidinâ Muhammadin qod dhâqot hilatî adriknî yâ rasûlallâhi." Sholawat ini sering dibaca untuk memohon pertolongan Allah SWT saat menghadapi kesulitan berat.
Sholawat fatimiyah dibaca kapan?
Sholawat Fatimiyah, yang dikenal dengan waktu khusus Sa'ah Fathimiyyah, paling utama dibaca setelah shalat Ashar hingga menjelang Maghrib, lebih baik sebelum beranjak dari tempat shalat (sajadah). Selain itu, sholawat ini juga bisa dibaca secara istiqomah ba'da Maghrib/Subuh atau 11 kali setelah Isya untuk ketenangan hati.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296926/original/028949100_1784034568-Menteri_Komunikasi_dan_Digital__Menkomdigi__Meutya_Hafid-14_Juli_2026d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315002/original/001591700_1785821680-cek_fakta_pamsimas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297255/original/001962300_1784085160-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-15T101147.650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314981/original/095911000_1785820083-Screenshot_2026-08-04_112610.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473583/original/010189000_1687242103-Emi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374521/original/081753100_1679993733-ed-us-iXUXMn_-nh8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437364/original/025119000_1765250413-Muslimah_bersedekah__Pexels_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564458/original/017252000_1776942294-Foto1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563133/original/087268300_1776847793-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569522/original/044633300_1777444817-WhatsApp_Image_2026-04-29_at_13.21.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5259702/original/074133400_1750480335-WhatsApp_Image_2025-06-21_at_10.55.03.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568891/original/071994300_1777387846-photo_2026-04-28_13-19-02.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568922/original/029139400_1777391847-photo_2026-04-27_15-29-11.jpg)