Rakor Perdana Armuzna, PPIH Arab Saudi Matangkan Layanan Puncak Haji 2026

Dalam pembahasan rakor perdana Armuzna, perhatian salah satunya diarahkan pada kelancaran mobilitas jemaah haji.

Diterbitkan 29 April 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makkah - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai menggenjot persiapan menghadapi puncak ibadah haji 2026  dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) perdana Armuzna di Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah, Selasa 28 April 2026.

Rakor ini menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan layanan di tiga lokasi utama puncak haji, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina alias Armuzna.

Pertemuan dipimpin Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, dan diikuti unsur lintas bidang, mulai dari Perlindungan Jemaah (Linjam), Lansia dan Disabilitas (Landis), hingga transportasi.

Dalam pembahasan, perhatian diarahkan pada kelancaran mobilitas jemaah. Ketersediaan bus, pengaturan jadwal, kesiapan terminal, serta layanan khusus bagi jemaah lansia dan disabilitas menjadi fokus utama.

PPIH ingin memastikan seluruh jemaah dapat bergerak dengan aman dan tertib saat fase Armuzna berlangsung.

Selain transportasi, aspek perlindungan jemaah juga mendapat perhatian. Skema pengamanan disiapkan untuk menjaga ketertiban, sekaligus meminimalkan potensi gangguan selama operasional puncak haji.

 

Perkuat Layanan Kesehatan 

Di sisi lain, layanan kesehatan turut diperkuat. PPIH menyiapkan tenaga medis, sistem penanganan darurat, serta pemantauan lebih intensif bagi jemaah lansia dan berisiko tinggi agar kondisi mereka tetap terjaga.

Pengaturan alur pergerakan jemaah dan kesiapan petugas di lapangan juga dibahas agar pelaksanaan ibadah berjalan sesuai jadwal tanpa penumpukan di titik-titik rawan.

Syarif menegaskan, seluruh persiapan harus dilakukan secara menyeluruh.

"Kita harus memastikan pelayanan maksimal pada jemaah haji, oleh karena itu petugas harus menyiapkan semua aspek dengan maksimal," ujarnya.

Rakor perdana ini akan dilanjutkan secara berkala sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan koordinasi seiring dekatnya fase puncak ibadah haji.