Bacaan dan Cara Dzikir Sirrul Asror, Mendekat dan Meraih Cinta Allah SWT

Dzikir menjadi salah satu upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Untuk itu, umat Islam perlu memahami cara dzikir sirrul asror

Diterbitkan 09 April 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dzikir "Sirr al-Asrar" (Rahasia dari Segala Rahasia) merupakan ajaran spiritual dalam kitab klasik Tasawuf berjudul sama karya Syaikh Abdul Qadir al-Jailani, pendiri Tarekat Qadiriyah, yang tujuan utamanya adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Untuk itu umat Islam perlu mengetahui cara dzikir sirrul asror.

Istilah Sirrul Asrar merujuk pada kitab tasawuf 'Sirr al-Asrar' karya Syekh Abdul Qadir al-Jailani yang mengupas rahasia hakikat kehidupan, penciptaan, dan perjalanan spiritual menuju Allah, sering juga disebut The Secret of Secrets. Kitab ini membimbing para pencari kebenaran (salik) untuk membersihkan hati dari segala selain Allah, sehingga rahasia Ilahi dapat tersingkap.

Sebagai metode penyucian hati, dzikir Sirr al-Asrar bertujuan membersihkan lapisan batin terdalam manusia dari sifat-sifat tercela serta mengisinya dengan cahaya makrifat, pengetahuan langsung tentang Allah. Inti dari zikir ini adalah kesadaran penuh akan kehadiran Allah, yang merupakan syarat mutlak untuk mencapai maqam spiritual tertinggi. Amalan ini dilakukan dengan penuh cinta dan kerendahan hati, sebagai bentuk penghambaan diri sejati.

Berikut ini adalah cara dzikir sirrul asror merujuk Buku Sirr Al-Asrar, karya Syekh Abdul Qadir al-Jailani (Terjemah), dan sumber relevan lainnya.

Bacaan dan Tata Cara Dzikir Sirrul Asrar

Dzikir Sirrul Asrar merupakan amalan yang mendalam dan membutuhkan bimbingan guru (mursyid), berikut adalah beberapa panduan umum:

Bacaan Zikir

1. Kalimat Tahlil: Inti zikir dalam Tarekat Qadiriyah adalah "Lā ilāha illallāh"

(لا إله إلا الله)

Artinya: Tiada Tuhan Selain Allah

Kalimah ini menegaskan penafian segala sesuatu selain Allah dan penetapan keesaan-Nya.

2. Asma Allah

Dzikir "Allāh, Allāh" (الله الله) juga diamalkan secara berulang-ulang untuk meneguhkan kehadiran Allah dalam hati.

3. Istighfar

Memperbanyak bacaan "Astaghfirullāh" (أستغفر الله) sebagai pembersih hati dari dosa, terutama sebelum dan sesudah zikir tauhid.

Tata Cara Dzikir Sirrul Asrar

Tata cara ini merupakan pijakan penting bagi para pejalan spiritual (salik) dalam mengamalkannya:

Persiapan Hati dan Diri:

  • Niat yang Ikhlas: Membersihkan niat hanya untuk Allah semata.
  • Bimbingan Guru (Mursyid): Dianjurkan untuk mendapatkan bimbingan langsung dari seorang guru spiritual yang kompeten, karena zikir ini membutuhkan tuntunan yang tepat.
  • Wudu: Zikir yang sempurna hendaknya dilakukan dalam keadaan suci dari hadas, sebagai simbol kesucian lahir dan batin.
  • Konsistensi: Zikir harus dilakukan secara terus-menerus (istiqamah) dalam kondisi apa pun, baik siang maupun malam.

Teknik Pelafalan:

  • Tathbiq (Menekan Lidah): Saat mengucapkan "Lā ilāha illallāh", lidah ditekan ke langit-langit mulut sambil menundukkan kepala. Gerakan ini secara simbolis menafikan semua yang selain Allah dari dalam hati.
  • Dua Metode: Pelafalan dapat dilakukan dengan suara keras (jahr) di tahap awal untuk mengusir kelalaian, maupun dengan suara lirih dalam hati (sirr) di tahap yang lebih tinggi.
  • Tahapan dalam Khalwat (Menyendiri): Untuk mencapai tingkatan zikir yang lebih dalam, seorang salik disarankan melakukan khalwat (menyendiri) dan uzlah (mengasingkan diri). Ini terbagi menjadi:
  • Khalwat Lahir: Mengasingkan diri secara fisik untuk menghindari pengaruh buruk dari luar dan mengekang indra dari hal-hal yang tidak berguna.
  • Khalwat Batin: Mengosongkan hati dari segala pikiran nafsu dan duniawi, serta menekan keinginan-keinginan rendah.
  • Perasaan (Rasa): Dalam proses khalwat dan zikir, perasaan (rasa) menjadi alat penting untuk menciptakan penumpuan. Dengan adanya rasa, seorang hamba dapat lebih mudah mencapai tawajjuh, yaitu konsentrasi penuh kepada Allah seolah-olah melihat-Nya.

Makna dan Tingkatan Zikir Sirr al-Asrar

Dalam ajaran Syekh Abdul Qadir, zikir tidak terbatas pada pelafalan lisan, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang menembus lapisan-lapisan batin. Beliau mengklasifikasikannya menjadi beberapa tingkatan:

  • Zikir Lisan (Jahr): Pada tahap awal, seseorang melafalkan zikir dengan suara yang jelas (jahr). Tujuannya untuk memfokuskan hati dan mengingat Allah melalui ucapan, hingga hati tidak lagi lalai.
  • Zikir Batin (Sirr): Selanjutnya, zikir mulai meresap ke dalam hati sebagai getaran perasaan dan kesadaran akan keagungan serta keindahan Allah, tanpa lagi terikat pada suara.
  • Zikir Rahasia (Sirr al-Sirr): Zikir ini menjadi pancaran cahaya Ilahi yang dialami sebagai kenikmatan spiritual yang mendalam (dzauk), di mana seorang hamba mulai merasakan "kesyahduan" dalam mengingat Tuhannya.
  • Zikir Tersembunyi (Khafi al-Khafi): Tingkatan tertinggi di mana terjadi fana', yaitu sirnanya kesadaran diri dan ego, sehingga yang tersisa hanyalah penyatuan dengan Tuhan Yang Maha Benar (al-Haqq).

rKonsep zikir ini didasarkan pada firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 198: "Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu." Ayat ini menunjukkan bahwa Allah sendirilah yang membimbing hamba-Nya ke tingkat kesadaran dan keyakinan tertentu dalam berzikir, sesuai dengan kadar usahanya.

Dalam kitab Sirr al-Asrar, Bab 8 yang secara khusus membahas zikir, Syekh Abdul Qadir menjelaskan berbagai peringkat zikir dan cara-cara yang berlainan untuk mencapainya, dimulai dari ucapan lisan hingga kedalaman hati yang paling tersembunyi. Kitab ini menjadi pedoman penting karena mengintegrasikan empat komponen ilmu utama: syariat, tarekat, makrifat, dan hakikat.

Waktu Pengamalan Dzikir Sirrul Asrar

Dalam ajaran Syekh Abdul Qadir, zikir Sirr al-Asrar idealnya dilakukan kapan saja sebagai bentuk kesadaran terus-menerus akan Allah. Namun, dalam praktik Tarekat Qadiriyah, zikir ini memiliki waktu-waktu utama yang dianjurkan:

  • Sepanjang Waktu: Konsep "ingat yang berterusan" (terus-menerus mengingat Allah) adalah inti dari ajaran ini.
  • Waktu Malam: Malam hari adalah waktu yang sangat utama, terutama saat melaksanakan khalwat, karena suasana hening sangat mendukung untuk berkonsentrasi dan merenung.
  • Setelah Salat Fardhu: Amalan zikir secara rutin setelah menjalankan kewajiban salat lima waktu.

Adapun pelaksanaannya, bisa dilakukan secara berjamaah dalam sebuah majelis, maupun secara individu dalam kesunyian. Keduanya memiliki keutamaan masing-masing.

Keutamaan Zikir Sirr al-Asrar

Keutamaan utama zikir ini adalah membersihkan hati dan menjadikannya tempat bersemayamnya cahaya Allah. Ketika hati telah bersih dan sirr (rahasia Ilahi) hidup, maka cahaya Allah akan masuk dan mengungkap berbagai rahasia yang sebelumnya tersembunyi.

Mengamalkan zikir Sirrul Asrar dengan konsisten akan membawa berbagai keutamaan, di antaranya:

  1. Dikaruniai Makrifatullah: Mendapatkan pengetahuan langsung tentang Allah yang merupakan tujuan tertinggi dalam tasawuf.
  2. Meraih Ketenangan Hati: Hati yang selalu ingat Allah akan menjadi tenteram dan terbebas dari kecemasan duniawi.
  3. Mendapatkan Ampunan: Dosa-dosa diampuni oleh Allah sebagai buah dari istighfar dan zikir yang tulus.
  4. Diingat oleh Allah: Sebuah janji agung bahwa Allah akan mengingat hamba-Nya yang senantiasa mengingat-Nya.
  5. Mencapai Maqam Fana': Puncak dari perjalanan spiritual di mana seorang hamba melebur dalam keesaan dan kehendak Allah.

People also Ask:

Zikir apa yang dibaca 100 kali?

Dzikir 100x adalah amalan sunnah dengan keutamaan besar, seperti perlindungan dari setan, penghapusan dosa, dan pahala setara memerdekakan budak. Bacaan utamanya meliputi tahlil, tasbih, dan istighfar yang dianjurkan dibaca setiap hari, terutama pagi dan sore.

Zikir apa yang paling dahsyat?

Dzikir paling dahsyat adalah la ilaha illallah (kunci surga) dan kalimat Subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil adzim (ringan di lisan, berat di timbangan). Dzikir tersebut menghapus dosa, mendatangkan pahala besar, dan disukai Allah. Amalkan setelah salat atau kapan saja untuk ketenangan hati dan perlindungan.

Apakah boleh dzikir sambil liat HP?

Berzikir sambil melihat HP diperbolehkan (mubah) dalam Islam, terutama jika digunakan untuk membaca panduan dzikir/doa. Namun, jika bermain HP (medsos/game) saat dzikir, hal tersebut diperbolehkan secara hukum tetapi sebaiknya dihindari agar dzikir lebih fokus, khusyuk, dan tidak lalai.

Zikir apa yang paling disukai Allah?

Dzikir yang paling disukai Allah SWT adalah Subhanallah, Walhamdulillah, Walaa ilaaha illallah, Wallahu Akbar. Empat kalimat thayyibah ini mengandung tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir, serta merupakan zikir yang ringan di lisan namun sangat berat timbangannya di sisi Allah. Selain itu, Subhanallahi wa bihamdihi juga merupakan zikir paling dicintai.