7 Amalan Malam 1 Rajab, Panduan Menyambut Bulan Penuh Keberkahan

Malam 1 Rajab adalah waktu istimewa bagi umat Muslim. Berikut panduan amalan malam 1 Rajab yang dianjurkan untuk meraih keberkahan.

Diterbitkan 09 Juli 2025, 23:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Malam 1 Rajab memiliki tempat istimewa dalam tradisi Islam. Tidak hanya menandai masuknya bulan ketujuh dalam kalender Hijriyah, malam ini juga menjadi momentum awal memasuki salah satu bulan haram (bulan yang dimuliakan), sebagaimana disebutkan dalam QS. At-Taubah ayat 36. Umat Islam pun meyakini bahwa malam 1 Rajab adalah waktu mustajabah untuk berdoa dan memperbanyak amalan ibadah.

Pada tahun 2025, malam 1 Rajab 1446 H bertepatan dengan malam pergantian tahun, yaitu Magrib Selasa, 31 Desember 2024. Momen ini menjadi sangat spesial karena pergantian tahun masehi bersamaan dengan dimulainya bulan suci Rajab. Banyak umat muslim memanfaatkannya untuk bermuhasabah dan menata kembali hati agar siap menyambut bulan Ramadan yang akan tiba dua bulan lagi.

Dalam banyak kitab klasik dan sumber modern, disebutkan bahwa malam 1 Rajab merupakan waktu terbaik untuk memulai ibadah-ibadah sunnah, termasuk doa, zikir, puasa, dan sholat sunnah. Lalu, apa saja amalan yang dapat dikerjakan di malam penuh kemuliaan ini, beriku ulasan amalan malam 1 Rajab Liputan6.com, Rabu (9/7/2025).

1. Membaca Doa Memasuki Bulan Rajab

Mengutip dari laman dki.kemenag.go.id, salah satu amalan malam 1 Rajab yang disunnahkan adalah membaca doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW ketika memasuki bulan Rajab. Dalam hadits riwayat Bukhari disebutkan:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya'baana, wa ballighnaa ramadhaana

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan."  (Kitab Syu’abil Iman lil Hafidz Al Baihaqi juz 5 halaman 348 no 3534)

Doa ini mencerminkan harapan agar Allah memberikan keberkahan dan mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat dan iman yang kuat.

2. Sholat Sunnah Malam 1 Rajab

Rasulullah SAW bersabda (HR. Anas bin Malik): “Barang siapa sholat sunnah di malam bulan Rajab sesudah shalat Maghrib, setiap rakaat membaca Al-Ikhlas, maka ia dan keluarganya akan dipelihara dari malapetaka dunia dan siksa akhirat.”

Sholat ini dilakukan sebanyak 10 rakaat dengan 5 kali salam. Dalam setiap rakaat, setelah membaca Al-Fatihah, dilanjutkan dengan Surah Al-Ikhlas sebanyak 3 kali.

3. Membaca Zikir dan Tasbih

Zikir-zikir yang dianjurkan antara lain:

Zikir 100 kali

سُبْحَانَ اللَّهِ الْحَيُّ الْقَيُّمِ.

Subhaanallaahil hayyul qayyuum.

Artinya: "Maha Suci Allah yang hidup kekal dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya."

Tasbih 100 kali

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنْبَغِي التَّسْبِيحُ إِلَّا لَهُ، سُبْحَانَ الْأَعَزَّ الأَكْرَمِ، سُبْحَانَ مَنْ لَبِسَ الْعِزَّ وَهُوَ لَهُ أَهْلُ.

Subhaana man laa yanbaghit tasbiihu illaa lahuu, subhaanal a'azzal akraam, subhaana man labisal 'izza wahuwa lahu ahlun.

Artinya: "Maha Suci Dzat yang hanya kepada-Nya tasbih dipanjatkan. Maha Suci Dzat Yang Perkasa lagi Mulia. Maha Suci Dzat yang menyandang keperkasaan, dan hanya Dia-lah yang memang pantas menyandangnya."

Zikir ini ditujukan sebagai penyucian hati dan pengharapan ampunan di malam mulia.

4. Istighfar dan Dzikir Pagi-Sore

Amalan malam 1 Rajab ini disebut dalam kitab Al-Jami’ karya Imam Suyuti dan riwayat Wahab bin Munabbih:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ

Rabbighfirlii warhamnii watub 'alayya

Artinya: "Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, dan terimalah taubatku."

Dibaca 70 kali pada malam 1 Rajab, pagi dan sore, diyakini mampu menjaga dari api neraka.

5. Doa Khusus Malam Pertama

Disebutkan dalam kitab Kanz an-Najah dan Al-Gunyah oleh Syekh Abdul Qadir al-Jailani, bahwa malam 1 Rajab merupakan waktu istimewa untuk doa:

إِلهِي تَعَرَّضَ لَكَ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ الْمُتَعَرِّضُوْنَ، وَقَصَدَكَ الْقَاصِدُوْنَ وَأَمَّلَ فَضْلَكَ وَمَعْرُوْفَكَ الطَّالِبُونَ وَلَكَ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ نَفَحَاتٌ وَجَوَائِزُ وَعَطَايَا وَمَوَاهِبُ تَمُنُّ بِهَا عَلَى مَنْ تَشَاءُ مِنْ عِبَادِكَ وَتَمْنَعُهَا مِمَّنْ لَمْ تَسْبِقُ لَهُ الْعِنَايَةُ مِنْكَ وَهَا أَنَا ذَا عَبْدُكَ الْفَقِيْرُ إِلَيْكَ الْمُؤَمِّلُ فَضْلَكَ وَمَعْرُوْنَكَ فَإِنْ كُنْتَ يَا مَوْلَايَ تَفَضَّلْتَ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ عَلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ وَجُدْتَ عَلَيْهِ بِعَائِدَةٍمِنْ عَطْفِكَ فَصَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَجُدْ عَلَيَّ بِطَوْلِكَ وَمَعْرُوْفِكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

Ilaahii ta'arradha laka fii haadihill lailatil muta'arridhuuna, wa qashadakal qaashiduuna, wa ammala fadhlaka, wa ma'ruufakath thaalibuuna, wa laka fii haadihill lailati nafahaatun, wa jawaa-izu wa 'athaayaa, wa mawaa-hibu tamunnu bihaa 'alaa man tasyaa-u min 'ibaadika, wa tamnauhaa mimman lam tasbiq lahul 'inaayatu minka, wa haa-anaa dzaa 'abdukal faqiiru ilaikal mu-ammilu fadhlaka, wa ma'ruufaka fa-inkunta yaa maulaaya tafadh-dhalta fii haadihil lailati 'alaa ahadin min khalqika, wa jadta 'alaihi bi'aa-idatin min 'athfika fashalli 'alaa sayyidinaa muhammadin wa aalihi wa shahbihi wa jud'alayya bi thaulika wa ma'ruufika yaa rabbal 'aalamiin.

Artinya: Ya Tuhanku, pada malam ini orang-orang yang berpaling (dari rahmat-Mu) telah berpaling, orang-orang yang mempunyai tujuan telah datang (pada-Mu), dan para pencari telah mengharap anugerah dan kebaikan-Mu. Pada malam ini, Engkau mempunyai tiupan rahmat, piagam-piagam penghargaan, aneka macam pemberian dan anugerah. Engkau berikan semua itu terhadap hamba-hamba-Mu yang Engkau kehendaki. Dan Engkau tidak memberikannya terhadap orang yang tidak memperoleh pertolongan dari-Mu. Inilah aku, hamba-Mu yang sangat berharap pada-Mu, berharap anugerah dan kebaikan-Mu.

6. Puasa Sunnah

Dalam hadits dari Ibnu Abbas, disebutkan bahwa Rasulullah SAW biasa berpuasa di bulan Rajab. Puasa ini dapat dikerjakan pada tanggal 1 hingga 3 Rajab. Pahalanya disebut dapat menjadi kafarat (penghapus dosa) hingga bertahun-tahun.

7. Bacaan Tambahan

Beberapa ulama menyarankan membaca zikir:

أَحْمَدُ رَسُولُ اللَّهِ وَمُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ

Ahmadu Rasulullah wa Muhammadu Rasulullah

Sebanyak 35 kali pada Jumat terakhir Rajab.

Keutamaan Malam 1 Rajab

Berdasarkan berbagai sumber, berikut adalah keistimewaan malam 1 Rajab.

1. Waktu Mustajab untuk Berdoa

Dalam kitab Al-Umm disebutkan bahwa malam 1 Rajab termasuk lima malam di mana doa sangat mustajab, bersama malam Jumat, malam Idul Fitri, malam Idul Adha, dan Nisfu Sya'ban.

2. Bulan Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda: "Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku." (HR. Bashri). Hal ini menunjukkan kekhususan dan kehormatan bulan Rajab.

3. Pahala Dilipatgandakan

Amalan di malam dan bulan Rajab mendapatkan pahala yang berlipat-lipat. Ulama menyebutkan bahkan sampai 70 kali lipat, begitu pula dengan dosa yang juga berlipat bila dilakukan di bulan ini.

4. Pintu Rahmat Terbuka

Disebut dalam riwayat Abu Said al-Khudri bahwa malam 1 Rajab menjadi saat di mana pintu-pintu langit dibuka dan doa serta ampunan dikabulkan.

5. Penanda Dekatnya Ramadhan

Rajab menjadi awal dari rangkaian bulan spiritual menjelang Ramadhan. Karenanya, malam 1 Rajab menjadi waktu terbaik untuk menyiapkan diri menyambut Ramadhan.

FAQ Seputar Malam 1 Rajab

1. Apa itu malam 1 Rajab?

Malam 1 Rajab adalah malam pertama bulan ketujuh dalam kalender Hijriyah. Bulan ini termasuk bulan haram yang dimuliakan, dan malamnya penuh berkah serta mustajab untuk berdoa.

2. Kapan malam 1 Rajab 1446 H?

Malam 1 Rajab 1446 H jatuh pada Magrib Selasa, 31 Desember 2024, bertepatan dengan pergantian tahun ke 2025.

3. Apakah doa khusus malam 1 Rajab ada?

Ya. Salah satu doa yang populer adalah: "Allahumma baarik lanaa fii Rajab wa Sya’ban wa ballighnaa Ramadhan." Doa lain juga disebut dalam kitab Kanz an-Najah.

4. Apakah harus puasa di malam 1 Rajab?

Tidak wajib, tapi dianjurkan puasa sunnah mulai 1-3 Rajab, karena memiliki pahala besar dan menghapus dosa seperti dalam hadits Ibnu Abbas.

5. Apakah semua amalan ini berasal dari hadits shahih?

ebagian amalan memiliki dasar dari hadits shahih, sementara yang lain berasal dari pendapat ulama salaf atau hadits hasan. Meski begitu, semua termasuk amalan baik yang dianjurkan selama tidak bertentangan dengan syariat.