Sukses

50 Ribu Warga Cilegon Bersiap Buka Puasa Bareng Jokowi

Liputan6.com, Cilegon - Masyarakat Cilegon serasa tak tahan menunggu sore datang, saat capres Joko Widodo akan buka puasa bersama hari ini dengan para ulama dan relawan di Pesantren Al-Khairiyah di Jalan H Enggus Arja 1, Citangking, Cilegon, Banten.

"Rakyat mengidentifikasi dirinya sebagai Jokowi. Maka kedatangan Jokowi dianggap sebagai kedatangan keluarganya sendiri, yang sudah lama tak bertemu," kata Ketua Panitia Amin Napitupulu, Selasa (1/7/2014).

Amin yang juga Ketua Kornas Relawan Jokowi Banten mengatakan, membatasi undangan berbuka puasa dengan Jokowi hanya 11 ribu orang. Namun jumlah warga yang ingin bertemu Jokowi ternyata lebih besar, bahkan mereka tak mempermasalahkan kalau tak kebagian makanan buka puasa. Dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com dari Jokowi Media Center, Amin memperkirakan jumlahnya bisa 50 ribuan orang.

"Saya akan bawa makanan sendiri buat buka. Saya tidak merepotkan panitia, sudah syukur bahkan menyumbang pun saya mau," ujar Ujang Sakri, pedagang asongan di sebuah lampu merah di Cilegon.

Sarmedi, tukang tambal ban, mengaku mengetahui kedatangan Jokowi pada Selasa sore ini ke Cilegon melalui berita dari mulut ke mulut. "Awalnya dibilang Senin kemarin, berubah jadi Selasa. Rakyat di sini tahu kok," ungkapnya antusias.

Menyambut kedatangan Jokowi, masyarakat sekitar sudah bersiap-siap ambil bagian. "Selama ini cuma lihat Jokowi di televisi, pengen lihat langsung. Pokoknya coblos Jokowi tanpa syarat. Sekeluarga harus Jokowi," ungkap Ibu Sutiana.

Acara ini terselenggara dengan melibatkan berbagai kelompok ulama dan santri serta relawan. Undangannya atas nama H Ali Mujahidin, Pimpinan Pesantren Al-Khairiyah. Ali Mujahidin sebenarnya pengurus Partai Amanat Nasional (PAN), namun memilih menjadi pendukung militan Jokowi.

Buka bersama ini sekaligus sebagai kelanjutan pengukuhan Satgas Relawan Anti Pilpres Curang, yang diadakan di Parkir Timur Senayan Jakarta pekan lalu. "Sekarang kita menuju pengamanan perolehan suara di seluruh Indonesia," ujar Ketua Panitia Satgas Viktor Sirait. (Sss)