Liputan6.com, Jakarta - Pernahkah Anda membuang sisa bonggol sayuran setelah memasak? Daripada menjadi limbah rumah tangga, sisa bagian dapur tersebut ternyata dapat dimanfaatkan kembali untuk menanam sayuran segar di rumah. Metode penanaman ulang menggunakan air ini sangat cocok diterapkan bagi Anda yang tinggal di perkotaan dengan keterbatasan lahan. Cukup siapkan wadah sederhana di rumah, Anda sudah bisa memanen sayur sehat secara mandiri tanpa memerlukan halaman yang luas.
Memanfaatkan sisa dapur tidak hanya menghemat pengeluaran belanja harian, tetapi juga menjadi langkah ramah lingkungan untuk mengurangi sampah organik. Berbagai jenis sayuran daun dan rempah dapur ternyata memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi ketika diletakkan di dalam air. Proses pertumbuhannya yang relatif cepat juga membuat metode ini sangat menyenangkan untuk dicoba oleh pemula yang baru belajar berkebun di rumah.
Panduan lengkap berikut ini akan mengulas secara mendalam mengenai kumpulan sayur sisa dapur yang bisa ditanam kembali di air beserta langkah-langkah penanaman hingga panen. Artikel ini dirancang khusus untuk membantu Anda mengoptimalkan sudut rumah menjadi kebun mini yang produktif. Mari simak daftar lengkap dan tahapan budidayanya di bawah ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (2/9/2026).
Advertisement
Â
1. Cara Menanam Sawi dari Sisa Batang di Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338123/original/076860400_1788315011-1.jpg)
Sawi merupakan salah satu jenis sayuran hijau yang sangat mudah ditumbuhkan kembali menggunakan sisa bonggolnya. Langkah pertama adalah memilih sisa pangkal sawi yang masih segar, tidak busuk, serta masih memiliki sedikit sisa akar putih di bagian bawahnya. Potong bagian daun dan sisakan sekitar sepertiga bagian pangkal (3-5 cm), lalu bilas perlahan dengan air bersih untuk menghilangkan kotoran tanpa merusak akarnya.
Tahap berikutnya, siapkan wadah bening seperti mangkuk kecil atau gelas, kemudian isi dengan air bersih secukupnya. Letakkan bonggol sawi dengan posisi bagian bawah menyentuh air, namun pastikan tidak merendam seluruh bagian pangkal agar terhindar dari pembusukan. Simpan wadah di tempat yang mendapatkan cahaya matahari tidak langsung, dan ganti airnya secara rutin setiap 1 hingga 2 hari sekali untuk menjaga kebersihan akar.
Â
Advertisement
2. Panduan Menanam Kembali Sisa Selada di Wadah Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338124/original/086553800_1788315011-2.jpg)
Selada segar yang sering Anda beli di supermarket atau pasar dapat diregenerasi kembali bagian bonggolnya dengan sangat mudah. Mulailah dengan mencuci bersih selada, lalu potong bagian bonggolnya dengan ketinggian sekitar 5 sampai 7 cm dari dasar. Bagian tengah bonggol harus tetap utuh agar tunas-tunas daun baru bisa muncul dengan optimal.
Letakkan bonggol selada tersebut ke dalam gelas atau wadah yang telah diisi air setengah bagian. Tempatkan wadah pada area yang teduh namun tetap mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Biarkan selama beberapa hari sambil rutin mengganti airnya apabila mulai keruh, dan jika akar baru sudah tumbuh cukup banyak, selada siap dipindahkan ke dalam pot kecil bermedia tanah.
Â
3. Menumbuhkan Kembali Bonggol Pokcoy di Dalam Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338125/original/097156000_1788315011-3.jpg)
Pokcoy atau pakcoy dapat dijadikan pilihan sayuran hidroponik sederhana berikutnya yang berasal dari sisa bahan masakan dapur Anda. Petik daun pokcoy yang hendak dikonsumsi dan sisakan sekitar 2 hingga 3 helai daun muda pada bagian bonggolnya. Cuci bersih bagian pangkal tersebut untuk memastikan tidak ada sisa kotoran yang menempel.
Masukkan bonggol pokcoy ke dalam gelas transparan yang telah diisi air bersih setinggi setengah bagian pangkal. Letakkan wadah di tempat yang terang dan terkena cahaya matahari pagi. Pantau kondisi air setiap hari dan ganti secara berkala, dan apabila sistem perakarannya sudah kuat, tanaman pokcoy dapat dipindahkan ke media tanam pot untuk pertumbuhan yang lebih maksimal.
Â
Advertisement
4. Cara Menanam Daun Bawang dari Sisa Potongan Dapur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338126/original/006305400_1788315012-4.jpg)
Daun bawang adalah bumbu dapur esensial yang sangat sering dibutuhkan dalam menu masakan sehari-hari. Potong bagian bawah daun bawang sepanjang 2 hingga 3 cm yang masih menyisakan banyak akar serabut. Bersihkan lapisan luar yang layu dan buang bagian tonjolan akar mati agar pertumbuhan akar baru tidak terhambat.
Siapkan gelas transparan berisi sedikit air, cukup setinggi 2 sendok makan atau sebatas akarnya saja agar batang tidak membusuk. Letakkan daun bawang di tempat yang terang terkena sinar matahari, serta ganti airnya setiap 2 hari sekali. Dalam kurun waktu 5 hingga 7 hari, daun baru akan tumbuh subur dan siap dipindahkan ke media tanah atau dipangkas bagian atasnya saat panen.
5. Teknik Praktis Menanam Sereh Menggunakan Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338127/original/015050300_1788315012-5.jpg)
Sereh atau serai memiliki daya tumbuh yang sangat kuat dari bagian bonggol batangnya. Cuci bersih batang sereh yang akan digunakan, lalu potong dan sisakan sekitar 3 sampai 5 cm bagian bonggol bawahnya. Pastikan bagian pangkal bawahnya masih memiliki lingkaran bakal akar yang sehat.
Letakkan bonggol sereh ke dalam wadah atau gelas yang terisi air hingga setengah bagian batangnya terendam. Letakkan wadah tersebut pada tempat yang teduh namun tetap mendapat akses sinar matahari. Ganti air secara rutin jika mulai keruh, dan apabila tunas serta akar baru sudah mendominasi dalam beberapa hari, sereh dapat langsung dipindahkan ke media tanam tanah.
Â
Advertisement
Pertanyaan Seputar Cara Menanam Sayuran dari Sisa Dapur di Air
Q: Apakah semua jenis sayuran sisa dapur bisa ditanam kembali di air?
A: Tidak semua sayuran bisa, tetapi sebagian besar sayuran yang memiliki bagian bonggol atau umbi yang masih segar dan sehat (seperti sawi, selada, pokcoy, daun bawang, dan sereh) memiliki kemampuan regenerasi yang sangat baik di dalam air.
Q: Kapan waktu terbaik untuk memindahkan tanaman air ke media tanah?
A: Tanaman air dari sisa dapur umumnya dapat dipindahkan ke pot berisi tanah setelah akar baru tumbuh cukup panjang, lebat, dan kuat (biasanya sekitar usia 5 hingga 7 hari penanaman) agar suplai nutrisinya lebih tercukupi.
Q: Mengapa air rendaman sisa sayur harus sering diganti?
A: Penggantian air secara rutin setiap 1 hingga 2 hari sekali bertujuan untuk mencegah perkembangbiakan bakteri, menghindari air menjadi keruh atau berbau busuk, serta menjaga pasokan oksigen yang cukup bagi akar baru.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5359126/original/045528800_1758620783-OJK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463536/original/058765400_1767636182-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331557/original/037451000_1787549916-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-24T123722.755.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337309/original/008779100_1788240212-cek_fakta_-_pinjol_ojk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338122/original/066626100_1788315011-Gemini_Generated_Image_whlfhswhlfhswhlf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260220/original/000470100_1781582229-kebun_dan_ternak2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329507/original/070970500_1787283657-zVuCmZpTzIllvNiBrlebkLmBHLUmpsu2yW6U6mtE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335551/original/026508500_1787995365-Screenshot_2026-08-29_162114.jpg)