Pasar Kramat Jati Bakal Direvitalisasi 2027, Pedagang Direlokasi

Penataan Pasar Kramat Jati memasuki tahap perencanaan revitalisasi.

Diterbitkan 02 September 2026, 09:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemprov DKI Jakarta merencanakan revitalisasi Pasar Kramat Jati, ditargetkan mulai 2027.
  • Penataan kawasan Kramat Jati dilakukan humanis, sediakan tempat layak bagi pedagang.
  • Pedagang direlokasi ke beberapa lokasi, fasilitas dibenahi, retribusi digratiskan 6 bulan.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menyusun perencanaan revitalisasi Pasar Kramat Jati. Revitalisasi pasar tersebut ditargetkan mulai dilakukan pada 2027.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Jaya Agus Himawan mengatakan, pengembangan Pasar Kramat Jati saat ini masih dalam tahap perencanaan.

“Untuk pengembangan Pasar Kramat Jati, saat ini kita sedang dalam tahap untuk perencanaan. Dan Insyaallah tahun depan kita sudah mulai untuk pembangunannya untuk revitalisasi Pasar Kramat Jati,” kata Agus di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, dikutip Rabu (2/9/2026).

Rencana revitalisasi tersebut disampaikan di tengah penataan kawasan Pasar Kramat Jati dan relokasi pedagang yang sebelumnya berjualan di ruang publik.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, penataan kawasan Kramat Jati dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik sekaligus menyediakan tempat yang layak bagi pedagang untuk mencari nafkah.

Dia menyebut persoalan pedagang di kawasan tersebut telah berlangsung lebih dari 50 tahun, bahkan sejak awal 1970-an. Karena itu, penataan tidak dapat dilakukan hanya dengan pendekatan penggusuran.

“Saya meminta alternatif yang lebih humanis. Untuk itu harus ada tempat yang layak untuk mereka bisa berjualan. Memang prosesnya pasti tidak gampang,” kata Pramono.

 

Lokasi Pedagang

Dalam penataan kali ini, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah lokasi bagi para pedagang. Sebanyak 331 pedagang ditempatkan di Pasar Kramat Jati Sektor 7, 193 pedagang ikan di Lokbin Kramat Jati, 45 pedagang kue di Lokbin Cililitan, serta 45 pedagang lainnya di pasar yang dikelola Pasar Jaya.

Pramono mengatakan Pemprov DKI juga akan menyiapkan lokasi tambahan untuk menampung pedagang yang belum mendapatkan tempat. Lokasi tersebut berada tidak jauh dari kawasan Pasar Kramat Jati, tetapi belum diumumkan karena masih menunggu kepastian kesiapan.

“Kalau itu bisa dilakukan maka persoalan kekurangan lokasi bagi para pedagang itu segera terselesaikan,” ujar Pramono.

Selain menyediakan tempat berjualan, Pemprov DKI juga akan membenahi fasilitas di Lokbin Kramat Jati. Perbaikan mencakup saluran air dan sirkulasi udara, termasuk pemasangan kipas angin untuk menunjang kenyamanan pedagang.

Untuk meringankan beban pedagang yang direlokasi, Pramono sebelumnya memutuskan retribusi atau iuran Lokbin Kramat Jati digratiskan selama enam bulan. Besaran retribusi tersebut Rp 180.000 per bulan atau setara Rp 6.000 per hari.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6