Fakta Anjing Bisa Mengetahui Perasaan Seseorang, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Pelajari fakta ilmiah bahwa anjing bisa mengetahui perasaan seseorang lengkap dengan penjelasan indra penciuman, penglihatan, serta hasil riset universitas.

Diterbitkan 18 Agustus 2026, 16:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hubungan antara manusia dan anjing sering kali melampaui batas interaksi biasa, di mana hewan peliharaan ini dikenal sangat dekat secara emosional dengan pemiliknya. Sebagai pemilik hewan, Anda mungkin sering bertanya-tanya apakah anjing bisa mengetahui perasaan seseorang yang sedang dirasakan di dekatnya. Pertanyaan ini tentu bukan sekadar asumsi belaka, karena saat ini sudah banyak penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa anjing mempunyai kemampuan luar biasa untuk membaca emosi manusia.

Kemampuan anjing dalam mendeteksi suasana hati ini didukung oleh panca indra mereka yang sangat tajam, meliputi penglihatan, penciuman, dan pendengaran yang bekerja secara bersamaan. Melalui kombinasi indra tersebut, anjing dapat memproses berbagai ekspresi, aroma perubahan kimia tubuh, hingga nada suara manusia. Pemahaman mendalam ini menjadikan anjing tidak hanya sebagai teman setia di rumah, tetapi juga figur pendukung yang sangat diandalkan dalam berbagai situasi.

Melalui artikel ini, kita akan mengupas tuntas fakta ilmiah mengenai kemampuan anjing dalam membaca emosi manusia beserta penjelasan lengkap dan penelitian yang mendukungnya. Mari simak ulasan mendetail berikut ini untuk memahami bagaimana hewan cerdas ini terhubung secara batin dengan kita, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (18/8/2026).

Bagaimana Anjing Bisa Mengetahui Perasaan Seseorang?

Penelitian modern menunjukkan bahwa anjing menggunakan tiga indra utama untuk mendeteksi emosi manusia, yaitu penglihatan, penciuman, dan pendengaran. Dari segi penglihatan, anjing terbukti mampu mengenali berbagai ekspresi dasar wajah manusia seperti kemarahan, ketakutan, kebahagiaan, kesedihan, keterkejutan, hingga rasa jijik dengan memproses perubahan detak jantung dan arah pandangan mereka.

Selain penglihatan, penciuman tajam anjing memungkinkan mereka mendeteksi perubahan kimia atau aroma tubuh yang tidak bisa dicium oleh manusia. Ketika manusia merasa takut atau senang, tubuh mengeluarkan chemosignal atau aroma tertentu; studi mencatat bahwa anjing menunjukkan tingkat stres lebih tinggi saat mencium aroma ketakutan dibandingkan aroma kebahagiaan.

Tidak hanya itu, pendengaran mereka yang peka juga mampu membedakan nada suara emosional positif dan negatif, bahkan mencocokkannya dengan ekspresi wajah yang sesuai. Anjing mampu memperhatikan secara lebih saksama terhadap ekspresi wajah yang selaras dengan keadaan emosional dari vokalisasi yang menyertainya.

Melalui mekanisme ini, anjing mengandalkan masukan dari berbagai indra secara bersamaan untuk menyimpulkan bagaimana seseorang sedang merasa dan kemudian meresponsnya dengan tepat. Kemampuan multidimensional inilah yang membuat ikatan antara anjing dan manusia terasa begitu kuat serta responsif terhadap dinamika emosi sehari-hari.

Penelitian Ilmiah yang Mendukung Kemampuan Emosional Anjing

Sejumlah riset ilmiah telah lama mendedikasikan waktu untuk menguji kapasitas mental anjing terhadap pembacaan emosi manusia. Salah satu studi penting dilakukan oleh para peneliti dari University of Vienna yang melibatkan pemindaian otak menggunakan mesin MRI pada anjing. Dalam eksperimen tersebut, anjing dilatih untuk tetap tenang di dalam pemindai sementara mereka diperlihatkan berbagai foto wajah manusia dengan ekspresi yang berbeda-beda.

Hasil pemindaian menunjukkan bahwa ketika anjing melihat wajah yang bahagia, terjadi peningkatan aktivitas di area otak mereka yang berkaitan dengan pemrosesan visual, sosial, dan penghargaan. Para peneliti menyatakan bahwa peningkatan aktivitas tersebut mengindikasikan bahwa anjing sedang memproses sesuatu yang bernilai positif.

Eksperimen lanjutan yang melibatkan 12 ekor anjing dengan empat jenis ekspresi, kebahagiaan, kesedihan, ketakutan, dan kemarahan, memperlihatkan pola aktivitas otak yang berbeda untuk wajah yang ketakutan dan sedih, serta wajah ketakutan dan marah. Meskipun demikian, peneliti belum dapat mengidentifikasi pola aktivitas otak yang spesifik untuk membedakan antara wajah marah dan sedih secara mandiri tanpa bantuan indra lain.

Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun studi tersebut berskala kecil dan didominasi oleh ras border collie, hasilnya membuka wawasan baru yang sangat berguna, termasuk dalam bidang pelatihan anjing. Menunjukkan ekspresi kebahagiaan saat melatih anjing, misalnya, terbukti dapat membantu mereka memahami dan mempelajari perintah dengan jauh lebih baik.

 

Pertanyaan Seputar Anjing Bisa Mengetahui Perasaan Seseorang

Q; Apakah benar anjing bisa mengetahui perasaan seseorang?

A: Ya, penelitian ilmiah telah membuktikan secara nyata bahwa anjing mampu membaca dan merasakan emosi manusia melalui penglihatan, penciuman, serta pendengaran.

Q: Bagaimana cara anjing mendeteksi rasa takut pada manusia?

A: Anjing dapat mendeteksi rasa takut melalui perubahan aroma tubuh (chemosignal) akibat keringat, bahasa tubuh yang tegang, serta ekspresi wajah seseorang.

Q: Apakah stres pada manusia dapat menular ke anjing?

A: Ya, tingkat stres dan kecemasan manusia dapat mempengaruhi anjing peliharaan, di mana emosi negatif yang kronis dari pemiliknya dapat berdampak pada kondisi psikologis anjing.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6