Liputan6.com, Jakarta Ruangan yang lembap membuat udara terasa berat, memicu bau apek, dan mengundang jamur di setiap sudut. Cara mengatasi ruangan lembab yang paling dasar adalah memperlancar sirkulasi udara sekaligus mengendalikan sumber air di dalam rumah.
Selain membuka ventilasi, Anda bisa memanfaatkan dehumidifier, penyerap alami, hingga cat pelindung dinding. Kombinasi beberapa cara mengatasi ruangan lembab ini menjaga hunian tetap kering, sehat, dan nyaman.
Para ahli menyarankan agar kelembapan dalam ruangan dijaga pada rentang 30-50 persen supaya jamur, tungau, dan bakteri sulit berkembang. Di atas 50-60 persen, kelembapan berlebih memicu pertumbuhan jamur, memperburuk alergi dan gangguan pernapasan, serta menimbulkan kerusakan struktural seperti kayu lapuk dan cat mengelupas.
Advertisement
Tingkatkan Sirkulasi dan Ventilasi Udara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289836/original/096392000_1783415493-VOPiC2Z7z06WlAdRPAoJf7oXgEykuWhwa4pIOzhi.jpg)
Sirkulasi udara yang buruk adalah biang utama kelembapan karena uap air terperangkap dan tidak bisa keluar. Oleh sebab itu, cara mengatasi ruangan lembab yang pertama berfokus pada memperlancar aliran udara agar hunian tidak terasa pengap.
-
Buka jendela setiap pagi: Biarkan udara segar masuk dan udara lembap keluar minimal 15 menit. Membuka jendela saat kelembapan luar lebih rendah dari dalam akan menukar udara lembap dengan udara kering.
-
Terapkan ventilasi silang: Buka bukaan di dua sisi ruangan yang berlawanan agar udara mengalir menembus ruang, bukan berputar di satu titik.
-
Pasang exhaust fan: Pasang exhaust fan di area lembap seperti kamar mandi dan dapur untuk membuang udara lembap langsung ke luar. Pertimbangkan pula model dengan ventilasi atap untuk mendorong udara panas keluar secara alami.
-
Nyalakan kipas angin: Kipas langit-langit dan kipas biasa membantu menggerakkan udara stagnan sehingga kelembapan tidak mengendap di sudut ruangan.
-
Beri jarak furnitur dari dinding: Jarak sekitar 5-10 cm memberi ruang udara bersirkulasi di belakang perabot dan mencegah tembok menghitam serta berjamur.
-
Buka pintu antar-ruangan: Sebagaimana dikutip dari Environmental Protection Agency (EPA), meningkatkan suhu permukaan yang dingin, memasang insulasi, membuka pintu antar-ruangan, serta menggeser perabot dari sudut dinding dapat memperlancar sirkulasi dan mengurangi titik kondensasi.
Advertisement
Kendalikan Sumber Kelembapan di Dalam Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291470/original/074847800_1783564294-pexels-ehma-18302377.jpg)
Mengatasi gejala tanpa menutup sumber airnya hanya membuat masalah berulang. Karena itu, cara mengatasi ruangan lembab yang efektif dimulai dari mengurangi produksi uap air dan menghentikan rembesan di dalam rumah.
Josh Odmark, salah satu pendiri IAQ, dikutip dari Homes and Gardens menyatakan, "Kelembapan di dalam ruangan biasanya merupakan hasil dari aktivitas seperti memasak, mandi, dan mengeringkan pakaian. Membatasi aktivitas ini, atau memastikan ruangan berventilasi saat melakukannya, dapat membuat rumah Anda menjadi jauh lebih nyaman."
-
Temukan dan perbaiki kebocoran: Air dari keran atau pipa yang bocor akan menguap dan menambah kelembapan, sehingga memperbaiki kebocoran begitu ditemukan akan menurunkan kelembapan rumah. Periksa juga atap dan area dekat kamar mandi yang rawan memicu jamur hitam di tembok.
-
Jangan menjemur pakaian di dalam: Pakaian basah yang dikeringkan di dalam mengembalikan seluruh kadar airnya ke udara, jadi jemurlah di luar bila memungkinkan. Kebiasaan ini kerap menjadi penyebab utama bau apek di kamar.
-
Mandi lebih singkat: Mandi air panas yang lama menghasilkan banyak uap, sedangkan mandi lebih singkat dapat menurunkan kelembapan kamar mandi secara signifikan.
-
Masak dengan tutup panci: Sebagaimana dilaporkan Angi, menutup panci saat memasak dan menyalakan penyedot asap akan menahan uap serta membuangnya ke luar sehingga dapur tidak menjadi sumber kelembapan.Segel celah dan pasang penghalang uap: Celah di sekitar jendela dan pintu dapat ditutup dengan sealant atau weatherstripping, sementara penghalang uap pada lantai membantu memblokir kelembapan yang naik dari tanah.
-
Kurangi barang menumpuk: Tumpukan barang menghambat aliran udara dan menahan kelembapan. Menata ulang perabot menjadi bagian dari solusi rumah lembap tanpa renovasi besar.
Manfaatkan Alat Penurun Kelembapan Ruangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8684665/original/018518500_1782738079-Image_dehumidifier_editorial.jpg.jpeg)
Ketika langkah alami belum cukup, alat elektronik bisa memangkas kelembapan dengan cepat dan terukur. Inilah cara mengatasi ruangan lembab yang cocok untuk area luas, kamar minim ventilasi, atau saat musim hujan berkepanjangan.
Bethany Uribe, Manajer Divisi dari ASAP Restoration, dikutip dari Homes and Gardens menjelaskan, Pada dasarnya, dehumidifier menarik uap air dari udara dengan cara mengembunkannya dan menampungnya dalam sebuah wadah.
-
Gunakan dehumidifier sesuai ukuran ruangan: Pilih kapasitas yang sesuai dan kosongkan tangki air secara berkala atau gunakan model dengan selang pembuangan otomatis. Alat ini sangat membantu mengatasi kamar lembap dan bau.
-
Nyalakan AC pada mode dry: AC tidak hanya mendinginkan, tetapi juga menyerap uap air saat udara hangat melewati koil evaporator sehingga kelembapan ikut terbuang. Bila perlu, lihat panduan membersihkan AC agar kinerjanya optimal.
-
Rawat AC secara rutin: Ganti atau bersihkan filter secara berkala karena filter tersumbat menurunkan aliran udara dan kemampuan sistem menyerap kelembapan. Lakukan membersihkan filter AC tiap dua minggu hingga sebulan sekali.
-
Tambahkan air purifier: Air purifier dengan filter HEPA dan karbon aktif membantu menyaring debu, spora jamur, dan menyerap bau, cocok untuk penghuni dengan alergi atau asma.
-
Pantau dengan hygrometer: Hygrometer mengukur kadar air di udara sehingga Anda bisa menyesuaikan strategi bila angka melewati 50 persen. Kenali pula ciri ruangan lembab sejak dini.
Advertisement
Gunakan Penyerap Kelembapan Alami dan Tanaman Hias
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5273565/original/016194800_1751634362-pexels-fotios-photos-4457654.jpg)
Untuk anggaran terbatas, bahan dapur dan tanaman hias bisa menjadi penyerap kelembapan yang murah sekaligus ramah lingkungan. Cara mengatasi ruangan lembab dengan bahan alami ini paling efektif untuk ruang kecil, lemari, dan laci.
Dikutip dari Homes and Gardens, beberapa tanaman hias seperti peace lily dan pakis Boston dapat membantu menyerap kelembapan dari udara secara alami sekaligus mempercantik estetika rumah Anda.
-
Baking soda: Letakkan mangkuk berisi baking soda di ruangan lembap; makin besar ruangan, makin banyak baking soda yang diperlukan. Kenali beragam manfaat baking soda lain di rumah.
-
Garam kasar: Semangkuk garam mampu menyerap kelembapan dalam jumlah besar dan harganya relatif murah. Simak pula trik alami lainnya untuk ruangan pengap.
-
Arang aktif: Arang aktif dikenal menyerap bau sekaligus mengikat uap air, cukup diletakkan dalam wadah terbuka atau kantong kain di sudut ruangan.
-
Silica gel dan kalsium klorida: Silica gel, rock salt, dan kalsium klorida termasuk desikan yang bisa ditaruh dalam wadah kecil di area lembap untuk menyerap kelembapan berlebih.
-
Tanaman hias penyerap lembap:Â Tanaman tertentu membantu menyerap kelembapan udara melalui pori-pori daunnya (foliar uptake), terutama jenis tanaman tropis yang menyukai area lembap.
Baca juga: 5 tanaman penyerap kelembapan di rumah dan 9 tanaman pembersih udara untuk ruangan sempit.
Lindungi Dinding dan Struktur dari Kelembapan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291471/original/089651200_1783564294-pexels-daniel-wander-303246-878873.jpg)
Jika kelembapan sudah merusak dinding, penanganan permanen dibutuhkan agar jamur tidak kembali. Bagian dari cara mengatasi ruangan lembab ini menyasar perbaikan permukaan dan pelindung struktur bangunan.
-
Bersihkan jamur lebih dulu: Cuka putih efektif membunuh lebih dari 80 persen jenis jamur dan menjadi alternatif alami bagi yang sensitif terhadap bahan kimia keras. Untuk noda membandel, ikuti cara menghilangkan jamur dinding yang aman.
-
Aplikasikan cat anti bocor: Setelah tembok bersih dan kering, lapisi dengan cat pelapis anti bocor yang bersifat kedap air agar rembesan tidak kembali. Pelajari cara mengatasi cat dinding berjamur tanpa membongkar.
-
Gunakan cat anti jamur: Cat anti jamur membantu mencegah pertumbuhan jamur di permukaan, tetapi berperan sebagai pencegahan tambahan setelah sumber kelembapan diatasi, bukan solusi utama.
-
Perbaiki talang dan drainase: Pastikan air mengalir menjauh dari fondasi dengan membuat kemiringan tanah yang tepat agar air tidak merembes ke dinding.
-
Pasang lapisan kedap air: Vapor barrier pada dinding, cat tahan air, serta lantai vinyl atau keramik mengurangi penyerapan kelembapan ke dalam struktur rumah.
-
Pertimbangkan solusi profesional: Bila kelembapan menjadi masalah menahun, terutama di ruang bawah tanah, dehumidifier seluruh rumah biasanya menjadi jawaban jangka panjang.
Baca juga: 6 cara mengatasi tembok rumah berjamur dan lembap.
Advertisement
Dampak Ruangan Lembab yang Perlu Diwaspadai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647403/original/050046500_1699921817-asian-girl-looks-disgusted-rejecting-product-with-bad-smell-shut-nose-from-aversion-cringe-standing-against-white-background.jpg)
Kelembapan berlebih bukan sekadar bikin tidak nyaman, tetapi juga mengancam kesehatan dan ketahanan bangunan. Memahami dampaknya membuat Anda lebih disiplin menerapkan pencegahan sejak dini.
Mengacu pada riset U.S. Institute of Medicine, terdapat kaitan antara paparan lingkungan dalam ruangan yang lembap dengan gangguan kesehatan seperti gejala pernapasan bagian atas, asma, dan mengi. Berdasarkan laporan Building Science Corporation, tingkat kelembapan 70 persen atau lebih bahkan dapat menyebabkan kerusakan besar pada rumah.
-
Pertumbuhan jamur dan lumut: Jamur berkembang subur di kondisi lembap dan dapat memicu alergi, asma, serta infeksi pernapasan.
-
Tungau debu: Hama kecil ini menyukai lingkungan lembap dan menjadi pemicu alergi.
-
Bau apek: Kelembapan berlebih membuat ruangan berbau tidak sedap. Atasi dengan bahan alami penghilang bau tak sedap.
-
Kerusakan perabot dan elektronik: Furnitur kayu, wallpaper, dan perangkat elektronik dapat rusak akibat paparan lembap yang berkepanjangan.
-
Karat pada logam: Kelembapan tinggi mempercepat munculnya karat pada benda berbahan logam di dalam rumah.
-
Udara terasa berat: Kelembapan tinggi membuat udara terasa lebih berat sehingga bernapas menjadi tidak nyaman dan tubuh mudah berkeringat.
-
Cat mengelupas dan dinding berjamur: Kombinasi rembesan dan kondensasi membuat cat menggelembung, mengelupas, hingga meninggalkan bercak hitam.
Menjaga rumah tetap kering pada dasarnya soal konsistensi kecil setiap hari, mulai dari membuka jendela, mengelola sumber air, hingga memantau kelembapan. Dengan menerapkan cara mengatasi ruangan lembab secara menyeluruh, hunian akan lebih sehat, awet, dan selalu terasa wangi tanpa biaya besar.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ruangan Lembab
Berapa tingkat kelembapan ideal di dalam ruangan?
Merujuk Health Canada, tingkat kelembapan relatif dalam ruangan yang ideal berada di bawah 50 persen, dengan rentang optimal antara 35 hingga 50 persen.Rentang ini menjaga kenyamanan sekaligus mencegah tumbuhnya jamur dan tungau.
Apa penyebab utama ruangan menjadi lembab?
Penyebab tersering adalah sirkulasi udara yang buruk dan kelembapan lingkungan yang tinggi. Aktivitas harian seperti memasak, mandi, dan mencuci menambah uap air, sementara faktor bangunan seperti dinding berpori, keran bocor, pipa pecah, dan genteng retak juga memicu kelembapan naik.
Bagaimana cara mengatasi ruangan lembab tanpa dehumidifier?
Cara paling efektif tanpa alat adalah memastikan ruangan cukup berventilasi, sesederhana membuka jendela atau pintu secara rutin. Tambahkan penyerap alami seperti baking soda, garam, arang aktif, dan silica gel, gunakan exhaust fan, serta hindari menjemur pakaian di dalam ruangan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5289113/original/068981100_1753021974-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5551935/original/014674500_1775790177-2ff42a66-a9d8-470c-882b-a85171b64455.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288075/original/063090000_1783298243-nor2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261560/original/020942400_1781744954-AP26168812020257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290414/original/058282700_1783480422-ko2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290474/original/094848300_1783482268-063_2285093246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490249/original/064386300_1624409252-000_9CW8AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261531/original/014538900_1671056110-000_333W8C7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535217/original/018346300_1773960601-FIFA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290421/original/027818600_1783480531-Argentina_s_Enzo_Fernandez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287274/original/048570500_1783206951-pra3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3364984/original/030437200_1612160569-20210201-Materai-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5424904/original/084923100_1764166778-UANG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411966/original/085389600_1763027268-ilustrasi_guru_mengajar.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287421/original/068645400_1783226541-Gemini_Generated_Image_93cz7p93cz7p93cz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887940/original/086303700_1720593848-28480195_7441847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291454/original/051456200_1783563178-curly_hair.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464738/original/017623300_1767704196-Ilustrasi_Juicer_dan_Blender.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3420187/original/024039200_1617617134-photo-1617035969161-f6d66f95445e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291477/original/049853300_1783564939-teras_buah_bunga.jpeg)