Tips Mencegah Bau Apek di Kamar Kos Saat Musim Hujan

Tips mencegah bau apek di kamar saat musim hujan agar kos tetap segar, kering, dan nyaman. Simak cara sederhana yang mudah diterapkan anak kos!

Diterbitkan 04 Maret 2026, 16:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Musim hujan sering membuat kamar kos terasa lembap, pengap, dan kurang nyaman untuk ditinggali. Karena itu, memahami tips mencegah bau apek di kamar menjadi hal penting bagi anak kos, terutama yang tinggal di ruangan kecil dengan ventilasi terbatas. Tanpa perawatan rutin, kelembapan bisa memicu bau tidak sedap yang mengganggu aktivitas belajar maupun istirahat.

Banyak mahasiswa baru menyadari pentingnya tips mencegah bau apek di kamar setelah kamar mulai terasa pengap dan pakaian di lemari ikut berbau. Padahal, masalah ini bisa dicegah sejak awal dengan kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Kamar kos yang bersih dan kering tidak hanya nyaman, tetapi juga lebih sehat.

Nur, seorang ibu kos di Jogja yang telah mengelola hunian mahasiswa lebih dari 6 tahun, mengatakan musim hujan memang menjadi tantangan tersendiri.

“Kalau musim hujan, kamar gampang sekali lembap. Biasanya karena anak kos jemur baju di dalam kamar tapi jarang buka ventilasi,” ujar Nur.

Berikut ini telah Liputan6 rangkum beberapa langkah yang bisa dilakukan agar kamar tetap segar meski hujan turun hampir setiap hari.

1. Maksimalkan Sirkulasi Udara Setiap Hari

Sirkulasi udara adalah faktor paling penting dalam mencegah bau apek. Udara yang terus bergerak akan membantu mengurangi kadar air di dalam ruangan. Meski cuaca mendung, usahakan membuka jendela atau ventilasi minimal 15–30 menit setiap pagi agar udara lama keluar dan digantikan udara segar.

Jika kamar tidak memiliki jendela besar, manfaatkan kipas angin untuk membantu perputaran udara. Kipas tidak hanya membuat ruangan terasa lebih sejuk, tetapi juga membantu mempercepat proses pengeringan dinding dan lantai yang lembap.

Menurut Nur, “Minimal pagi hari dibuka sebentar, biar udara berganti. Jangan seharian ditutup terus, nanti lembapnya makin parah.”

Kebiasaan sederhana ini sangat efektif jika dilakukan secara rutin.

2. Hindari Menjemur Pakaian Basah di Dalam Kamar

Menjemur pakaian di dalam kamar memang sering menjadi solusi darurat saat hujan tidak berhenti. Namun kebiasaan ini justru meningkatkan kelembapan udara dan membuat bau apek cepat muncul. Uap air dari pakaian basah akan terperangkap di dalam ruangan tertutup.

Jika terpaksa menjemur di dalam:

  • Gunakan kipas angin agar udara tetap bergerak.
  • Jangan menumpuk pakaian terlalu rapat.
  • Pastikan ada ventilasi yang terbuka.

Alternatif lain adalah memanfaatkan jasa laundry saat musim hujan ekstrem. Selain lebih praktis, pakaian juga lebih cepat kering sempurna sehingga tidak menimbulkan bau.

3. Gunakan Penyerap Lembap dan Bahan Alami

Penyerap lembap atau dehumidifier sederhana sangat membantu menjaga kadar air tetap stabil. Produk ini mudah ditemukan di minimarket dengan harga terjangkau, cocok untuk mahasiswa.

Selain itu, bahan alami seperti arang kayu, kopi bubuk, atau baking soda juga bisa digunakan untuk menyerap bau. Letakkan dalam wadah terbuka di sudut kamar atau dalam lemari pakaian.

Metode ini tidak hanya membantu menyerap kelembapan, tetapi juga mengurangi bau tidak sedap secara perlahan.

4. Rutin Membersihkan Lantai dan Area Tersembunyi

Lantai kamar yang jarang dipel akan menjadi sumber bau, apalagi jika sepatu atau sandal basah sering diletakkan sembarangan. Air hujan yang terbawa masuk dapat membuat sudut kamar menjadi lembap tanpa disadari.

Bersihkan lantai minimal dua kali seminggu menggunakan cairan pembersih yang memiliki aroma segar. Jangan lupa membersihkan kolong tempat tidur, sudut tembok, dan belakang lemari karena area tersebut sering menjadi tempat lembap tersembunyi.

“Kadang yang bikin bau itu bukan kasur, tapi sudut kamar yang jarang dibersihkan,” kata Nur.

Membersihkan secara menyeluruh jauh lebih efektif dibanding hanya menyemprotkan pengharum ruangan.

5. Jaga Kondisi Kasur dan Lemari

Kasur yang menempel langsung ke dinding dapat menyerap kelembapan, terutama jika tembok terasa dingin dan basah. Beri jarak beberapa sentimeter agar udara tetap bisa mengalir di belakang kasur. Saat cuaca cerah, manfaatkan kesempatan untuk menjemur kasur atau setidaknya membaliknya agar tidak lembap di satu sisi.

Untuk lemari, pastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan. Pakaian setengah kering dapat menularkan bau ke seluruh isi lemari. Tambahkan pewangi lemari atau silica gel untuk membantu menjaga kesegaran.

Kebiasaan kecil ini sangat berpengaruh terhadap kenyamanan jangka panjang.

6. Gunakan Pengharum Ruangan dengan Bijak

Pengharum ruangan memang bisa membuat kamar terasa segar, tetapi jangan menjadikannya solusi utama. Pastikan sumber kelembapan sudah diatasi terlebih dahulu. Jika tidak, bau apek hanya akan tertutupi sementara.

Pilih aroma yang ringan dan tidak menyengat agar tetap nyaman digunakan dalam ruangan kecil. Pengharum berbahan alami atau essential oil bisa menjadi pilihan yang lebih sehat.

Musim hujan memang membawa tantangan bagi penghuni kos, tetapi bau apek bisa dicegah dengan kebiasaan sederhana dan konsisten. Menjaga sirkulasi udara, tidak menjemur pakaian sembarangan, serta rutin membersihkan kamar adalah langkah utama yang harus dilakukan.

Dengan perawatan yang tepat, kamar kos tetap nyaman, sehat, dan bebas bau meski hujan turun setiap hari di Jogja.

 

Bab QnA Seputar Tips Mencegah Bau Apek di Kamar Kos

1. Mengapa kamar kos lebih mudah bau apek saat musim hujan?

Saat musim hujan, tingkat kelembapan udara meningkat dan sinar matahari berkurang. Kondisi ini membuat dinding, lantai, dan perabot lebih sulit kering. Jika ventilasi minim dan pakaian basah sering dijemur di dalam, uap air akan terperangkap sehingga memicu pertumbuhan jamur serta bau tidak sedap.

2. Apakah membuka jendela saat hujan tetap efektif untuk mencegah bau apek?

Membuka jendela tetap efektif selama tidak ada air hujan yang masuk. Tujuannya adalah mengganti udara lama di dalam kamar dengan udara baru agar sirkulasi tetap berjalan. Jika tidak memungkinkan, kipas angin bisa membantu mempercepat perputaran udara agar kelembapan tidak menetap terlalu lama.

3. Seberapa sering kamar kos perlu dibersihkan agar tidak lembap?

Idealnya lantai dipel minimal dua kali seminggu dan area tersembunyi seperti kolong tempat tidur atau sudut lemari dibersihkan secara rutin. Konsistensi lebih penting daripada intensitas sesekali. Kamar yang rutin dibersihkan cenderung memiliki tingkat kelembapan lebih terkendali dibanding kamar yang jarang dirawat.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6