Cara Mencuci Baju yang Terkena Abu Vulkanik, Begini 5 Langkah Tepat

Begini cara mencuci baju yang terkena abu vulkanik dengan 5 langkah tepat agar bersih dan tidak merusak kain.

Diterbitkan 08 September 2026, 10:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terpantau oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 8 September 2026 pukul 09.00 WIB, teridentifikasi sebaran debu vulkanik dari permukaan hingga ketinggian 7.000 kaki (2,1 km) yang teramati ke arah Selatan-Barat Daya, mencakup sebagian Banten bagian Barat Daya dan Samudera Hindia Barat Daya Banten.

Abu vulkanik yang berterbangan di udara dapat menempel pada pakaian, terutama bagi Anda yang beraktivitas di luar ruangan. Saat kembali ke rumah, pakaian yang terkena abu sebaiknya segera dilepas dan dibersihkan dengan cara yang tepat agar partikel abu tidak ikut terbawa ke dalam rumah.

Penanganan yang benar juga penting karena abu vulkanik dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan, sehingga masyarakat di wilayah terdampak dianjurkan membatasi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker dan kacamata pelindung jika harus keluar rumah.

Lantas, bagaimana cara mencuci baju yang terkena abu vulkanik? Berikut langkah-langkahnya yang dikutip dari U.S. Geological Survey (USGS) dan berbagai sumber lainnya, Selasa (8/9/2026).

1. Segera Lepas Pakaian di Area Khusus

Siapkan area khusus di dekat pintu masuk rumah untuk melepaskan dan membersihkan pakaian yang terkena abu vulkanik. Langkah ini membantu mencegah partikel abu ikut terbawa ke ruang lain di dalam rumah.

Jika pakaian terlihat penuh abu, lepaskan di area tersebut sebelum berpindah ke bagian rumah lainnya. Hindari membawa pakaian yang masih dipenuhi abu ke kamar tidur, ruang keluarga, atau area bersih lainnya.

Pemisahan ini juga membuat proses pembersihan lebih terkontrol. Dengan demikian, abu yang menempel pada pakaian tidak mudah menyebar dan mengotori permukaan rumah.

2. Sikat atau Kibaskan Pakaian

Sebelum dicuci, singkirkan sebanyak mungkin abu yang menempel pada pakaian. Anda dapat mengibaskan pakaian atau menyikatnya secara hati-hati agar partikel abu terlepas sebelum pakaian terkena air.

Namun, hindari melakukan pembersihan yang membuat abu kering beterbangan di dalam rumah. Jika memungkinkan, lakukan proses tersebut di area yang sesuai dan jauh dari ruang utama agar abu tidak kembali menyebar.

Abu yang sudah jatuh ke lantai juga sebaiknya tidak langsung disapu dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel kembali beterbangan. USGS merekomendasikan metode pembersihan yang menggunakan air untuk meminimalkan penyebaran debu abu vulkanik.

3. Bilas Pakaian dengan Air Mengalir

Setelah sebagian besar abu terlepas, bilas pakaian di bawah air mengalir. Cara ini membantu mengeluarkan partikel abu dari serat kain sebelum pakaian dicuci menggunakan detergen.

Lakukan pembilasan dengan hati-hati dan jangan menggosok pakaian terlalu keras. Partikel abu vulkanik memiliki sifat abrasif dan dapat menyebabkan kerusakan pada serat tekstil jika pakaian digosok secara berlebihan.

Setelah dibilas, lanjutkan dengan proses pencucian seperti biasa menggunakan detergen. Pastikan abu sudah sebanyak mungkin terangkat sebelum pakaian masuk ke tahap pencucian utama.

4. Cuci dengan Banyak Air dan Detergen

Pakaian yang terkena abu dicuci menggunakan detergen lebih banyak daripada biasanya. Pakaian juga sebaiknya dicuci dalam jumlah sedikit-sedikit dengan air yang cukup agar setiap pakaian memiliki ruang untuk bergerak bebas selama proses pencucian.

Jangan mencampurkan pakaian yang sangat kotor akibat abu vulkanik dengan pakaian yang hanya terkena sedikit abu. Memisahkannya membantu mencegah abu berpindah ke pakaian lain selama proses pencucian.

Setelah selesai dicuci, periksa kembali pakaian untuk memastikan tidak ada endapan abu yang masih tersisa. USGS juga menyarankan memastikan pakaian benar-benar bebas abu sebelum dimasukkan ke mesin pengering karena partikel abu dapat menggores bagian dalam mesin pengering.

5. Jemur Pakaian di Dalam Ruangan

Setelah pakaian selesai dicuci dan dipastikan bersih dari abu, Anda dapat mengeringkannya di dalam ruangan. Langkah ini menjadi pilihan praktis ketika abu vulkanik masih berpotensi berada di udara luar.

Menjemur pakaian di dalam ruangan juga membantu mengurangi kemungkinan pakaian kembali terkena partikel abu yang berterbangan di luar. Pilih ruangan yang memiliki sirkulasi udara baik dan gunakan tempat jemuran yang bersih.

Sebelum disimpan, pastikan pakaian sudah benar-benar kering. Dengan begitu, pakaian yang sudah dibersihkan tidak kembali terkontaminasi abu dan dapat langsung digunakan atau disimpan seperti biasa.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mencuci Baju yang Terkena Abu Vulkanik

1. Apakah pakaian yang terkena abu vulkanik harus segera dicuci?

Sebaiknya pakaian yang terkena abu vulkanik segera dilepas dan dibersihkan agar partikel abu tidak menyebar ke dalam rumah atau menempel pada permukaan lainnya.

2. Apakah abu vulkanik pada pakaian boleh langsung disikat?

Abu yang menempel dapat disingkirkan dengan hati-hati, tetapi hindari tindakan yang membuat abu kering beterbangan. Setelah itu, bilas pakaian dengan air mengalir sebelum dicuci menggunakan detergen.

3. Apakah pakaian yang terkena abu vulkanik boleh dicuci bersama pakaian lain?

Sebaiknya tidak. Pisahkan pakaian yang sangat kotor akibat abu dari pakaian yang hanya terkena sedikit abu agar partikel tidak berpindah selama proses pencucian.

4. Apakah boleh menggunakan mesin pengering setelah mencuci pakaian yang terkena abu?

Boleh jika pakaian sudah benar-benar bebas dari abu. Partikel abu yang masih tertinggal dapat menggores bagian dalam mesin pengering, sehingga pakaian perlu diperiksa terlebih dahulu.

5. Mengapa pakaian yang terkena abu vulkanik sebaiknya tidak digosok terlalu keras?

Partikel abu vulkanik dapat bersifat abrasif dan berpotensi merusak serat kain. Karena itu, lakukan pembilasan dan pencucian dengan hati-hati tanpa menggosok secara berlebihan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6