Liputan6.com, Jakarta Resep tempe orek pedas layak masuk daftar lauk andalan di rumah karena murah, cepat dimasak, dan hampir selalu bikin nambah nasi. Hidangan rumahan berakar Jawa ini mengandalkan tempe yang dipotong kecil, digoreng, lalu ditumis bersama kecap manis dan cabai sampai bumbunya melekat mengilap. Rasanya berimbang antara gurih, manis, dan pedas yang menggigit.
Tempe sendiri adalah produk kedelai fermentasi asli Indonesia yang sudah lama jadi tulang punggung dapur rumahan, khususnya di Pulau Jawa. Dari bahan sederhana inilah lahir banyak olahan, mulai dari yang berkuah sampai yang kering renyah. Sebelum masuk ke takaran, ada baiknya kamu tahu bahwa kunci orek yang enak bukan cuma soal bumbu, melainkan cara memperlakukan tempenya.
Di sini kamu akan menemukan takaran yang masuk akal, langkah runut, plus trik dari dapur profesional supaya hasilnya renyah, tidak lembek, dan tidak menyisakan rasa pahit. Buat yang ingin versi lebih ringkas, tersedia juga resep tempe orek simple untuk menu sehari-hari.
Advertisement
Sekilas tentang Tempe Orek Pedas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3108080/original/083753200_1587455943-tempe.jpg)
Kata "orek" merujuk pada teknik memasak dengan cara diaduk-aduk terus-menerus di wajan sampai bumbu meresap. Karena itu, satu bahan yang sama bisa melahirkan beberapa gaya. Ada tempe orek kering yang renyah dan tahan disimpan, ada pula versi basah atau nyemek yang sengaja disisakan sedikit kuah agar lebih lembap.
Versi pedas menonjolkan cabai rawit dan cabai merah dalam jumlah lebih banyak, berbeda dari tempe orek pedas manis yang porsi kecapnya lebih dominan. Inti perbedaannya ada pada rasio cabai dan gula: makin banyak cabai dan makin sedikit gula, makin "galak" oreknya
Kandungan gizi dan manfaat tempe
Dilansir dari Healthline, tempe tergolong padat nutrisi yang menyediakan protein, vitamin, dan mineral, serta mengandung prebiotik yang mendukung kesehatan usus dan isoflavon kedelai yang berpotensi membantu menurunkan kolesterol.
Yang menarik,tempe termasuk protein lengkap yang mengandung seluruh asam amino esensial, sesuatu yang jarang ditemukan pada pangan nabati. Kemudahan pengolahannya jadi nilai tambah tersendiri di dapur. Sebagaimana diungkapkan WebMD, tempe umumnya tidak memicu kembung sehingga menjadi alternatif yang baik bagi penderita gangguan pencernaan seperti IBS.
Â
Advertisement
Bahan-Bahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342849/original/057578300_1788834416-fea374bb-89fe-45c0-8d12-3c94d942e1b6.jpg)
Bahan utama
- 400 gram tempe, potong korek api
- Minyak secukupnya untuk menggoreng
Bumbu iris
- 8 butir bawang merah, iris tipis
- 5 siung bawang putih, iris tipis
- 12 buah cabai rawit merah, iris serong
- 4 buah cabai merah keriting, iris serong
- 3 lembar daun salam
- 2 cm lengkuas, memarkan
- 1 batang serai, memarkan
Bumbu perasa dan pelengkap
- 4 sendok makan kecap manis
- 1 sendok makan gula merah, sisir
- 1 sendok teh garam
- 1 sendok teh kaldu bubuk
- 1 sendok makan air asam jawa
- 100 ml air
- 2 sendok makan bawang goreng untuk taburan
Cara Membuat Tempe Orek Pedas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342850/original/065088500_1788834416-fa8a3fe7-1ff9-485e-9493-bab0b8460153.jpg)
- Potong tempe bentuk korek api atau dadu kecil agar permukaannya luas, bumbu cepat meresap, dan hasil gorengan renyah merata.
- Panaskan minyak, lalu goreng tempe dengan api sedang hingga kuning keemasan dan setengah kering. Angkat dan tiriskan.
- Sisakan sekitar dua sendok makan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum dan layu.
- Masukkan cabai, daun salam, lengkuas, dan serai. Tumis hingga cabai layu dan aromanya keluar.
- Tuang air, lalu bubuhkan kecap manis, gula merah, garam, kaldu bubuk, dan air asam jawa. Aduk hingga mendidih dan kuah sedikit mengental.
- Masukkan tempe goreng, aduk cepat sampai seluruh bumbu melekat rata ke permukaan tempe.
- Terus aduk atau orek dengan api kecil hingga kuah menyusut habis dan tempe terlihat mengilap.
- Cicipi dan sesuaikan rasa. Angkat, taburi bawang goreng, lalu sajikan.
Advertisement
Tips agar Hasil Maksimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342851/original/073217900_1788834416-d4091534-3903-46ef-a6c5-b1ef7635904e.jpg)
Trik agar tidak pahit dan tetap renyah
- Kukus dulu bila perlu
Berdasarkan panduan memasak di laman Food Network, mengukus atau merebus sebentar tempe sebelum diolah membantu melunakkan rasa pahit alaminya. Merujuk penjelasan Taste of Home, mengukus selama 10 hingga 15 menit efektif meluruhkan sisa kepahitan sebelum tempe digoreng.
- Perluas permukaan tempe
Sebagaimana dikutip dari Rainbow Plant Life, memotong tempe tipis seperti korek api memperbesar luas permukaan sehingga bumbu meresap dan hasilnya lebih renyah; porsi 3 ons tempe juga menyumbang sekitar 18 gram protein dan 6 gram serat.
- Goreng sampai benar-benar kering
Tempe yang masih basah di bagian dalam akan cepat lembek begitu terkena kecap, jadi pastikan matang kering sebelum diangkat.
- Kecilkan api saat membumbui
Kecap manis mudah gosong; api kecil menjaga bumbu tidak pahit sekaligus membuat tempe tetap renyah saat kuah menyusut.
- Kenali sumber rasa pahit
Kepahitan pada tempe umumnya muncul akibat fermentasi yang berlebih atau penggunaan cuka saat produksi. Pilih tempe yang masih segar, padat, dan berbau harum seperti jamur, bukan menyengat.
Cara menyimpan tempe orek pedas
Versi kering bisa jadi stok lauk yang awet karena kadar airnya rendah, dan kuncinya ada pada proses menggoreng tempe sampai benar-benar kering. Simpan setelah benar-benar dingin dalam wadah tertutup rapat, taruh di kulkas, dan panaskan sebentar sebelum disajikan. Untuk stok lebih tahan lama, buat lebih kering dan hindari menyisakan terlalu banyak kuah.
Variasi dan Substitusi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342852/original/081539700_1788834416-86338778-389c-491d-a6a8-f294339e217e.jpg)
- Versi ekstra pedas. Tambah cabai rawit atau selipkan irisan cabai setan di akhir tumisan agar sensasi pedasnya lebih tajam tanpa mengubah warna hidangan. Sesuaikan sedikit gula supaya rasa tetap seimbang.
- Versi nyemek berkuah. Kurangi durasi memasak di langkah akhir dan sisakan sedikit kuah kecap. Hasilnya mirip orek basah yang cocok jadi lauk penghabis nasi bersama nasi hangat.
- Tambah bahan lain. Kamu bisa menambahkan teri, kacang tanah, pete, atau jamur seperti pada orek tempe jamur untuk variasi tekstur. Masukkan bahan tambahan menjelang akhir agar tidak overcooked.
Dengan takaran yang pas dan sedikit kesabaran saat mengorek di wajan, tempe orek pedas buatanmu bisa tampil kering, renyah, mengilap, dan awet disimpan. Coba sekali dengan trik mengukus lalu menggoreng sampai kering, dan bandingkan sendiri bedanya dengan orek yang biasa kamu masak.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Resep Tempe Orek
1. Bagaimana cara membuat tempe orek tetap renyah?
Goreng tempe hingga benar-benar kering dan kecokelatan sebelum dicampurkan dengan bumbu.
2. Mengapa tempe orek bisa cepat lembek?
Tempe bisa lembek jika langsung dicampur dengan bumbu yang masih banyak air atau dimasak terlalu lama setelah bumbu ditambahkan.
3. Kapan waktu terbaik mencampurkan tempe dengan bumbu?
Masukkan tempe goreng setelah bumbu sudah matang, kental, dan kadar airnya hampir habis.
4. Apakah tempe perlu direndam sebelum digoreng?
Bisa, tetapi jangan terlalu lama agar tempe tidak menyerap banyak air yang membuat hasil akhirnya kurang renyah.
5. Bagaimana agar tempe orek pedas tahan renyah lebih lama?
Pastikan bumbu benar-benar kering sebelum dicampur dan simpan tempe orek dalam wadah kedap udara setelah dingin.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342958/original/090035200_1788838614-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-08T103615.451.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/850960/original/018479100_1428984571-KAA3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336194/original/011453800_1788145793-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-31T100906.764.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5181963/original/041597900_1744014438-erupsi_gunung_gede.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342848/original/048747200_1788834416-deef5223-ce00-4729-8722-5e3558c2d4de.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5188836/original/044391400_1744712731-bai-z--3JrrX2qHpY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262616/original/092614000_1781840063-ChatGPT_Image_Jun_19__2026__10_33_37_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245659/original/096158300_1783138915-063_1968530700.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342815/original/081644200_1788832278-Gemini_Generated_Image_d1zppqd1zppqd1zp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342551/original/033096000_1788774608-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338815/original/034043000_1788342788-WhatsApp_Image_2026-09-02_at_16.51.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4441000/original/021580700_1685005290-000_33674P6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303246/original/058239000_1784623153-pexels-krishclicknature-37043800.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342282/original/007180400_1788763756-2.jpeg)