Anak Krakatau Level Siaga, ALFI Imbau Truk Logistik Waspadai Abu Vulkanik

Gunung Anak Krakatau Level Siaga, ALFI meminta perusahaan logistik mengecek jalur dan melindungi pengemudi dari abu vulkanik.

Diterbitkan 08 September 2026, 10:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) mengimbau perusahaan logistik dan pengemudi truk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau yang saat ini berstatus Level III (Siaga).

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu pergerakan angkutan barang, terutama pada jalur menuju penyeberangan Merak-Bakauheni dan sebaliknya.

Ketua Umum ALFI Akbar Djohan, meminta perusahaan tidak hanya berpatokan pada jadwal operasional normal saat memberangkatkan kendaraan.

Menurutnya, kondisi jalur, akses menuju pelabuhan, antrean kendaraan, cuaca, sebaran abu vulkanik, hingga status operasional penyeberangan harus diperiksa terlebih dahulu.

“Sebelum truk meninggalkan gudang atau lokasi muat, perusahaan harus memastikan terlebih dahulu kondisi aktual perjalanan menuju penyeberangan. Jangan sampai kendaraan sudah berada di jalan sementara kondisi di depan belum memungkinkan untuk dilalui secara aman dan efisien,” ujar Akbar dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).

ALFI menilai kondisi aktivitas vulkanik dan sebaran abu dapat berubah sewaktu-waktu, bergantung pada perkembangan erupsi dan arah angin.

Karena itu, dispatcher, pengelola armada, dan pengemudi diminta terus memperbarui informasi sebelum maupun selama perjalanan.

Informasi mengenai operasional penyeberangan dan kondisi jalur perlu dipastikan melalui sumber resmi, termasuk pemerintah, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), otoritas pelabuhan dan penyeberangan, serta instansi terkait.

 

Keselamatan Pengemudi

Jika terjadi gangguan perjalanan, antrean panjang, pembatasan operasional, atau kondisi yang berpotensi membahayakan, perusahaan diminta menyesuaikan waktu keberangkatan. Kendaraan juga tidak boleh dipaksakan masuk ke koridor yang terdampak.

Selain kelancaran distribusi barang, ALFI menekankan pentingnya keselamatan pengemudi yang mungkin harus menunggu lebih lama dalam perjalanan.

Perusahaan diminta memastikan pengemudi membawa masker yang memadai, air minum, makanan, obat-obatan pribadi, serta kebutuhan dasar lainnya.

Pengemudi juga diminta mengurangi paparan langsung terhadap abu vulkanik. Jika berada di wilayah terdampak, mereka dianjurkan tetap berada di dalam kabin dengan pintu dan jendela tertutup. Jika harus keluar, pengemudi diminta menggunakan masker dan menghindari kontak yang tidak perlu dengan abu.

ALFI mengingatkan abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Partikelnya dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan, sementara tingkat risikonya bergantung pada komposisi, konsentrasi, serta lama paparan.

“Jangan hanya melindungi barang dan kendaraan. Kita juga harus melindungi orang yang menjalankan rantai logistik tersebut. Para pengemudi adalah bagian penting dari sistem logistik nasional dan keselamatan mereka harus menjadi prioritas,” tegas Akbar.

 

3 Langkah

Untuk menghadapi kondisi tersebut, ALFI meminta perusahaan menerapkan tiga langkah utama, yakni Check Before Departure, Protect the Driver, dan Prepare for Delay.

Pertama, perusahaan harus memeriksa kondisi jalur, akses pelabuhan, antrean, cuaca, sebaran abu vulkanik, serta status penyeberangan sebelum truk berangkat.

Kedua, pengemudi harus dibekali perlengkapan perlindungan dan kebutuhan dasar yang memadai serta mengurangi paparan abu vulkanik.

Ketiga, perusahaan perlu mengantisipasi keterlambatan, antrean, perubahan jadwal penyeberangan, maupun gangguan operasional lainnya. Informasi tersebut juga perlu segera disampaikan kepada pelanggan dan pihak lain dalam rantai pasok.

ALFI menegaskan perusahaan tidak boleh memaksakan keberangkatan jika kondisi perjalanan belum aman. Keselamatan manusia harus menjadi prioritas di atas target waktu pengiriman.

“Arus logistik nasional harus kita jaga, tetapi keselamatan tidak boleh dikompromikan. Periksa sebelum berangkat, lindungi pengemudi, dan siapkan perusahaan menghadapi kemungkinan keterlambatan. Jangan mengambil risiko yang tidak perlu,” tutup Akbar Djohan.

ALFI akan terus memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap jalur logistik Jawa-Sumatra, khususnya koridor Merak-Bakauheni.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6