Warga Depok Mulai Dilanda Krisis Air Bersih

Hujan tidak kunjung turun membuat air sumur mengering.

Diterbitkan 08 September 2026, 10:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Sumber air bersih dari sumur kering. Salah seorang warga Bedahan, Dedi mengatakan, sumurnya telah mengalami kekeringan selama tiga hari lalu. Hujan yang tidak kunjung turun menyebabkan sumber air sumur yang kerap digunakan untuk kebutuhan hidup mulai mengering.

"Awalnya airnya yang keluar itu cuma sedikit, tapi sekarang sudah mengering," ujar Dedi, Selasa (8/9/2026).

Dedi terpaksa meminta air dari musala dan membeli air isi ulang. Kekeringan sumur turut dirasakan sejumlah tetangganya dan telah dilaporkan ke pengurus lingkungan.

"Ada beberapa tetangga kami juga mengalami hal yang sama, sudah dilaporkan kekeringan ini," jelas Dedi.

Menyikapi banyaknya warga yang mengalami kekeringan, Pemerintah Kota Depok melalui PMI Kota Depok, aparatur kelurahan dan Polsek Bojongsari memberikan bantuan air besih. Bantuan diberikan kepada lingkungan yang mengalami kekeringan.

"Kami telah mendistribusikan air bersih sebanyak 4.000 liter di wilayah Bedahan," kata Kapolsek Bojongsari Kompol Fauzan Thohari.

Distribusi air bersih dilakukan di lapangan bulu tangkis RT 2/9 Bedahan untuk diberikan kepada warga yang mengalami kekeringan. Polsek Bojongsari berusaha membantu warga yang mengalami kekeringan pada air sumur akibat musim kemarau.

"Terdapat 50 kepala keluarga yang menerima manfaat batuan air bersih," terang Fauzan.

Polsek Bojongsari berkomitmen memberikan pelayanan kepada warga Bedahan, salah satunya mengalami kekeringan akibat musim kemarau. laporan warga yang diterima berusaha ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama PMI dan Pemerintah Kelurahan Bedahan, untuk memberikan air bersih.

"Laporan warga kami tindaklanjuti dan kami dorong untuk mendapatkan bantuan air bersih yang telah kami distribusikan," ungkap Fauzan.

Â