Gunung Ili Lewotolok Meletus 291 Kali Sepanjang Hari

Gunung Ile Lewotolok kembali erupsi, aktivitas vulkanik meningkat.

Diterbitkan 07 September 2026, 15:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami 291 kali erupsi dalam kurun 24 jam pada Minggu (6/9/2026), pukul 00.00-24.00 WITA.

Puncak gunung tampak membara akibat aktivitas erupsi. Kolom abu teramati setinggi 200-600 meter di atas puncak dengan warna asap putih hingga kelabu.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu mengalami erupsi saat cuaca cerah hingga berawan dengan suhu udara 23-31 derajat Celsius.

"Letusan 291 kali dengan amplitudo 22,1-40 milimeter dengan durasi 20-150 detik. Gemuruh dan dentuman lemah. Teramati aliran lava baru ke sektor timur laut sejauh 500 meter dari bibir kawah," ujar Stanislaus.

Selain erupsi, tercatat 74 kali embusan, 22 kali tremor nonharmonik, dan tiga kali gempa tektonik jauh.

Aktivitas erupsi juga menyebabkan aliran lava terbelah menjadi dua bagian. Aliran lava ke sektor selatan-tenggara mencapai 1.800 meter dari bibir kawah, sedangkan aliran ke sektor timur laut mencapai 1.100 meter dari bibir kawah.

Meski aktivitas vulkanik meningkat, Gunung Ile Lewotolok masih berstatus Level II (Waspada).

Masyarakat, pengunjung, dan pendaki diimbau tidak melakukan aktivitas di dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung serta radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara.

"Masyarakat diharapkan waspada terhadap potensi bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan-tenggara, barat, dan timur laut Gunung Ile Lewotolok," tandas Stanislaus.

 

Kembali Erupsi 7 September

Gunung Ile Lewotolok kembali mengalami erupsi pada Senin (7/9/2026) pukul 11.43 WITA.

Berdasarkan pengamatan, kolom abu teramati setinggi sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat daya serta barat.

Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 32 detik.

Meski masih berstatus Level II (Waspada), masyarakat di sekitar gunung serta pengunjung, pendaki, dan wisatawan diminta tidak memasuki atau melakukan aktivitas di dalam radius 2 kilometer dan 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan-tenggara, barat, serta timur laut gunung.

Selain itu, masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok diimbau menggunakan masker untuk melindungi hidung dan mulut serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit dari paparan abu vulkanik.

Warga juga diminta menutup tempat penampungan air bersih agar tidak terpapar abu vulkanik dan menghindari gangguan pernapasan maupun gangguan kesehatan lainnya.