Liputan6.com, Jakarta - Arti garis putih pada daging ayam, penanda kualitas yang sering diabaikan sebenarnya bukan tanda kerusakan atau penyakit berbahaya. Menurut National Chicken Council lewat laman ChickenCheck.in, garis putih sejajar serat otot dada ayam adalah endapan lemak alami saat otot tumbuh, mirip marbling pada daging sapi.
Penjelasan ini turut didukung University of Georgia Cooperative Extension lewat laman fieldreport.caes.uga.edu, yang menyebut kondisi ini white striping, muncul karena otot dada tumbuh sangat cepat sehingga suplai darah ke serat otot tak mencukupi, memicu penumpukan lemak pada bagian tertentu daging ayam.
Hanya sekitar tiga hingga enam persen ayam mengalami white striping tingkat berat, dan daging tersebut umumnya dialihkan untuk produk olahan, bukan dijual sebagai dada ayam utuh di pasar ritel. Memahami tanda ini membantu konsumen memilih daging ayam berkualitas dengan lebih bijak sehari-hari. Berikut Liputan6.com rangkum ulasan tentang arti garis putih pada daging ayam, Senin (7/9/2026).
Advertisement
1. White Striping Bukan Tanda Penyakit atau Pembusukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3331003/original/043462700_1608636635-chicken-breast-279847_1280.jpg)
Banyak orang mengira garis putih menandakan daging ayam sudah rusak atau terinfeksi. Faktanya, menurut ChickenCheck.in, tidak ada data maupun penelitian yang menunjukkan white striping berkaitan dengan kesejahteraan atau kesehatan ayam yang buruk. Ayam yang mengalami kondisi ini tetap menunjukkan perilaku makan, minum, dan aktivitas normal, yang merupakan indikator kesehatan hewan yang baik.
Advertisement
2. Penyebab Utamanya adalah Kecepatan Pertumbuhan Otot
Menurut laman fieldreport.caes.uga.edu milik University of Georgia Cooperative Extension, white striping berkaitan erat dengan galur ayam broiler modern yang dikembangbiakkan untuk tumbuh cepat dengan hasil daging dada yang besar.
Laman tersebut mencatat bahwa broiler dengan bobot di atas 8,5 pon jauh lebih sering menunjukkan white striping berat dibanding broiler dengan bobot sekitar 7 pon, sehingga laju pertumbuhan yang terlalu cepat menjadi faktor risiko utama.
3. Tingkat Keparahan Dibagi Menjadi Tiga Kategori
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5458127/original/010553800_1767071414-Daging_Ayam.jpg)
Secara umum, white striping diklasifikasikan menjadi normal, sedang, dan berat, berdasarkan ketebalan dan kepadatan garis putih yang terlihat pada permukaan daging. ChickenCheck.in menjelaskan bahwa garis putih ringan hingga sedang tampil sebagai garis sangat tipis dan kerap tidak terlalu terlihat, sementara white striping berat baru tampak jelas secara visual pada permukaan daging.
Advertisement
4. Memengaruhi Tekstur dan Kandungan Gizi, Bukan Keamanan Pangan
University of Georgia Cooperative Extension menjelaskan bahwa daging dengan white striping tingkat berat cenderung memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi serta kandungan kolagen yang meningkat dibanding daging normal, sehingga teksturnya terasa lebih kenyal dan alot setelah dimasak.
Meski begitu, ChickenCheck.in menegaskan white striping bukan merupakan masalah keamanan pangan, melainkan hanya memengaruhi kualitas sensori dan nilai gizi daging.
5. Daging dengan Garis Putih Berat Jarang Sampai ke Rak Ritel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5246639/original/005968900_1749459201-Dada_ayam.jpg)
Menurut keterangan resmi dari National Chicken Council, daging ayam dengan tingkat white striping berat umumnya disortir oleh petugas kontrol kualitas di rumah potong ayam dan dialihkan untuk diolah menjadi produk seperti nugget, sosis, atau produk olahan lain.
Sementara itu, USDA Food Safety and Inspection Service turut mengawasi proses inspeksi ini dari sisi keamanan pangan, sehingga daging yang dijual utuh di pasar ritel umumnya berada pada kategori normal hingga ringan.
Advertisement
6. Cara Sederhana Mengenali dan Menyikapinya Saat Berbelanja
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303103/original/089965000_1784618954-6cd59d06-b2fe-4bc3-96f9-64d00be8495b.jpg)
Konsumen yang ingin memilih daging ayam dengan kualitas terbaik dapat memperhatikan ketebalan garis putih pada permukaan dada ayam sebelum membeli. Semakin tipis dan jarang garis yang terlihat, umumnya semakin mendekati kondisi normal. Namun, jika garis putih cukup tebal, daging tersebut masih tetap aman dikonsumsi selama disimpan dan diolah dengan benar, hanya saja teksturnya mungkin sedikit lebih alot dibanding daging normal.
Dengan memahami penjelasan ilmiah di balik garis putih pada daging ayam, konsumen tidak perlu lagi merasa panik atau langsung membuang daging hanya karena menemukan pola garis-garis tersebut. Pengetahuan ini justru dapat membantu konsumen membuat keputusan belanja yang lebih rasional, sekaligus memahami bagaimana proses genetika dan pertumbuhan modern memengaruhi karakteristik daging ayam yang beredar di pasaran saat ini. Edukasi mengenai kualitas pangan seperti ini penting disebarluaskan agar masyarakat semakin melek terhadap informasi yang berbasis riset, bukan sekadar asumsi atau mitos yang beredar di masyarakat.
Pertanyaan Seputar Arti Garis Putih pada Daging Ayam
Apakah daging ayam dengan garis putih masih aman dikonsumsi?
Ya, aman. Berdasarkan penjelasan ChickenCheck.in dan USDA, white striping adalah faktor kualitas terkait kandungan lemak pada otot, bukan masalah keamanan pangan atau kontaminasi.
Kenapa daging ayam broiler sekarang lebih sering memiliki garis putih dibanding dulu?
Hal ini berkaitan dengan seleksi genetik ayam broiler modern yang tumbuh lebih cepat dan menghasilkan dada ayam lebih besar, sehingga otot tumbuh melebihi kapasitas suplai darah, seperti dijelaskan dalam riset di Poultry Science.
Apakah garis putih memengaruhi rasa daging ayam?
Bisa. Studi di jurnal Foods dan Italian Journal of Animal Science menunjukkan white striping tingkat sedang hingga berat dapat membuat tekstur daging sedikit lebih keras dan kandungan lemaknya lebih tinggi dibanding daging normal.
Bagaimana cara menghindari daging ayam dengan white striping berat saat membeli?
Perhatikan ketebalan garis putih pada permukaan dada ayam. Semakin tipis dan jarang, kondisinya semakin mendekati normal, karena daging dengan white striping berat biasanya sudah disortir untuk produk olahan sebelum sampai ke rak ritel.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4862795/original/084121900_1718280170-Gunung_anak_krakatau_cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342121/original/053138400_1788753122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-07T104558.832.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339925/original/070710100_1788435101-HOAX__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302730/original/042892700_1784605254-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-21T103804.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342450/original/078391200_1788770204-ba1f3381-a762-4a8b-8cc9-bdb16238a11d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342506/original/080444600_1788772412-e3723203-dea2-4899-8348-a6c6bb0be029.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3146328/original/009683600_1591589456-aiony-haust-f2ar0ltTvaI-unsplash.jpg)