Resep Soto Tangkar Betawi Kuah Santan Gurih Berempah

Resep soto tangkar khas Betawi dengan iga sapi empuk dan kuah santan gurih berempah. Simak langkah lengkap dan tips anti santan pecah selengkapnya.

Diterbitkan 07 September 2026, 15:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Resep soto tangkar Betawi menjadi salah satu cara untuk menikmati warisan kuliner khas Betawi yang kaya rasa dan cerita. Hidangan berkuah ini memiliki ciri khas berupa potongan iga sapi atau tangkar yang dimasak hingga empuk, kemudian disajikan dalam kuah santan gurih dengan aroma rempah yang kuat. Warna kuahnya yang kemerahan juga membuat soto tangkar tampak semakin menggugah selera.

Di balik kelezatannya, soto tangkar menyimpan kisah tentang kreativitas masyarakat Betawi dalam mengolah bahan pangan yang sederhana. Pada masa kolonial, bagian sapi yang dianggap kurang bernilai, termasuk tulang iga yang masih menyisakan daging, diolah dengan aneka rempah hingga menghasilkan hidangan yang kaya cita rasa. Dari sinilah soto tangkar berkembang dan tetap dikenal sebagai salah satu sajian khas Betawi hingga sekarang.

Karakter kuah yang gurih, sedikit pedas, dan kaya rempah membuat soto tangkar cocok disantap hangat bersama nasi atau lontong. Jika ingin membuatnya sendiri di rumah, kuncinya terletak pada proses merebus iga hingga empuk serta menumis bumbu sampai benar-benar matang dan harum. Sebelum mulai memasak, simak terlebih dahulu resep dan langkah pembuatannya berikut agar setiap tahapnya lebih mudah diikuti.

Sekilas tentang Soto Tangkar

Soto tangkar merupakan kuliner khas masyarakat Betawi yang telah tumbuh di Batavia sejak masa kolonial. Sebagai sajian khas Betawi sejak masa penjajahan, hidangan ini tidak lepas dari kondisi masyarakat pada masa itu. Warga pribumi umumnya mengolah bagian sapi yang masih dapat dimanfaatkan, termasuk tulang iga dengan sedikit daging, sementara potongan daging terbaik lebih banyak diperuntukkan bagi kalangan penjajah. Dari bahan yang sederhana tersebut, lahirlah soto berkuah kaya rempah yang kemudian menjadi salah satu kuliner Betawi yang bertahan hingga sekarang.

Nama tangkar sendiri merujuk pada tulang iga sapi dalam bahasa Betawi. Karena itu, iga menjadi unsur penting yang membentuk karakter hidangan ini. Daging yang menempel pada tulang dimasak hingga empuk, sementara kaldu dari proses perebusannya turut memperkaya rasa kuah. Dibandingkan soto Betawi yang cenderung lebih gurih dan creamy, soto tangkar memiliki cita rasa yang lebih ringan dan segar berkat tambahan asam jawa. Kuahnya juga memiliki warna kuning kemerahan yang berasal dari perpaduan kunyit dan cabai.

Keunikan lainnya terletak pada racikan bumbunya yang memperlihatkan pengaruh berbagai budaya. Selain rempah yang umum digunakan dalam masakan Nusantara, kayu manis dan cengkeh memberikan aroma hangat yang menjadi bagian dari karakter soto tangkar. Racikan tersebut membuat kuahnya terasa gurih, harum, sekaligus memiliki sensasi segar yang khas. Jika Anda pernah menikmati soto sapi kuah bening yang ringan atau soto bersantan dengan rasa lebih pekat, soto tangkar menawarkan perpaduan keduanya: kuah santan yang gurih dengan sentuhan asam dan rempah yang membuatnya tetap terasa segar.

Soto tangkar biasanya disajikan dalam keadaan hangat bersama nasi atau lontong, kemudian dilengkapi emping, bawang goreng, seledri, daun bawang, dan perasan jeruk limau. Kombinasi pelengkap tersebut bukan sekadar mempercantik tampilan, tetapi juga menambah tekstur dan kesegaran pada setiap suapan. Karena cukup mengenyangkan, hidangan ini juga kerap hadir sebagai menu sahur dan buka puasa saat Ramadan.

Ringkasan Resep Soto Tangkar

Porsi: 5 porsi

Waktu persiapan: 30 menit

Waktu masak: 1 jam 30 menit

Tingkat kesulitan: Sedang

Bahan-Bahan Soto Tangkar

 

Racikan bumbunya tidak jauh berbeda dari kebanyakan bumbu soto daging nusantara, hanya lebih kaya rempah hangat. Seperti ragam soto daging sapi santan lain, kelezatannya sangat bergantung pada kualitas bahan. Siapkan bahan berikut untuk lima porsi.

Bahan Utama

  • 800 gram iga sapi, potong per ruas
  • 2 liter air untuk merebus
  • 750 ml santan dari 1 butir kelapa
  • 2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus

  • 10 butir bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 5 butir kemiri, sangrai
  • 3 cm kunyit, bakar
  • 3 cm jahe
  • 1 sdt ketumbar, sangrai
  • 1/2 sdt jinten, sangrai
  • 1/2 sdt merica butir
  • 5 buah cabai merah keriting

Bumbu Aromatik

  • 3 cm lengkuas, memarkan
  • 2 batang serai, memarkan
  • 5 lembar daun jeruk
  • 3 lembar daun salam
  • 4 butir cengkeh
  • 5 cm kayu manis
  • 1 sdm asam jawa, larutkan dengan 3 sdm air
  • 1 sdm gula merah, sisir
  • 2 sdt garam
  • 1 sdt gula pasir

Pelengkap

  • Emping goreng secukupnya
  • Bawang goreng secukupnya
  • 2 batang daun bawang, iris halus
  • 1 buah tomat, potong-potong
  • 2 buah jeruk nipis, belah
  • Sambal cabai rawit secukupnya
  • Nasi hangat

Cara Membuat Soto Tangkar

Proses membuat soto tangkar pada dasarnya tidak jauh berbeda dari resep soto Betawi daging. Perbedaannya, iga sapi perlu direbus lebih lama agar daging yang menempel pada tulang menjadi empuk dan mudah disantap. Sebelum direbus hingga matang, iga juga sebaiknya melalui proses perebusan awal untuk membantu menghilangkan kotoran dan darah yang tersisa.

Setelah iga empuk, kaldu hasil rebusannya digunakan kembali sebagai dasar kuah. Bumbu yang sudah ditumis hingga matang kemudian dimasukkan ke dalam kaldu, disusul bumbu pelengkap dan santan. Ikuti langkah berikut secara berurutan agar kuah tetap gurih, harum, dan santannya tidak pecah.

  1. Rebus iga untuk pertama kali. Didihkan air, lalu masukkan iga sapi dan rebus selama sekitar 5 menit. Setelah itu, buang air rebusan pertama. Angkat iga, kemudian cuci di bawah air mengalir hingga bersih untuk menghilangkan sisa kotoran dan darah yang menempel.
  2. Rebus iga hingga empuk. Masukkan kembali iga yang sudah dicuci ke dalam panci. Tuang 2 liter air bersih, kemudian rebus hingga daging empuk dan mudah ditusuk dengan garpu, sekitar 1 jam. Setelah matang, angkat iga dan sisihkan. Jangan buang kaldunya karena akan digunakan sebagai kuah soto.
  3. Siapkan bumbu halus. Sangrai ketumbar, jinten, dan kemiri terlebih dahulu hingga harum. Setelah itu, haluskan bersama bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, merica, dan cabai merah hingga menjadi bumbu yang cukup lembut.
  4. Tumis bumbu hingga matang. Panaskan 2 sdm minyak dalam wajan. Masukkan bumbu halus, lalu tumis selama sekitar 5–7 menit sampai harum, matang, dan minyak mulai terlihat keluar dari bumbu. Tahap ini penting agar aroma rempah lebih kuat dan rasa langu dari bumbu mentah hilang.
  5. Masukkan rempah aromatik. Tambahkan lengkuas, serai, daun jeruk, daun salam, cengkeh, dan kayu manis ke dalam tumisan. Aduk dan tumis kembali hingga semua rempah mengeluarkan aroma harum.
  6. Campurkan bumbu dengan kaldu. Tuang tumisan bumbu ke dalam panci berisi kaldu iga. Aduk hingga bumbu tercampur rata, kemudian didihkan agar aroma rempah mulai menyatu dengan kaldu.
  7. Bumbui kuah. Masukkan air asam jawa, gula merah, garam, dan gula pasir. Aduk rata, kemudian masak dengan api sedang selama sekitar 15 menit agar bumbu meresap dan rasa kuah menjadi lebih menyatu.
  8. Tuangkan santan secara perlahan. Kecilkan api, kemudian masukkan santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk perlahan. Hindari api besar dan jangan berhenti mengaduk agar santan tidak pecah.
  9. Masak hingga kuah matang. Lanjutkan memasak sampai kuah mendidih perlahan dan teksturnya sedikit mengental. Cicipi kuah, lalu sesuaikan rasa garam, gula, atau asam jawa jika masih diperlukan. Setelah rasanya pas, matikan api.
  10. Sajikan soto tangkar. Potong iga sesuai selera, lalu tata di dalam mangkuk. Siram dengan kuah soto yang masih panas, kemudian tambahkan tomat, daun bawang, bawang goreng, dan emping. Sajikan bersama sambal, jeruk nipis, dan nasi hangat.

Tips Membuat Soto Tangkar agar Gurih dan Tidak Amis

Selain mengikuti urutan memasak, beberapa detail kecil juga menentukan hasil akhir soto tangkar. Mulai dari pemilihan iga, cara mengolah rempah, hingga teknik memasukkan santan perlu diperhatikan agar kuah terasa gurih dan kaya aroma tanpa terlalu berat. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan saat membuat soto tangkar di rumah.

  • Pilih iga yang masih memiliki daging dan sedikit lemak. Iga dengan daging yang cukup akan membuat sajian lebih nikmat, sedangkan sedikit lemak membantu menghasilkan kaldu yang lebih gurih. Sebelum direbus hingga empuk, lakukan blansir dan buang air rebusan pertama agar kotoran serta sisa darah tidak membuat kuah keruh.
  • Sangrai beberapa rempah terlebih dahulu. Ketumbar, jinten, dan kemiri sebaiknya disangrai sebentar sebelum dihaluskan. Panas dari proses sangrai membantu mengeluarkan aroma dan cita rasa rempah sehingga bumbu soto terasa lebih harum dan kuat.
  • Pastikan bumbu halus benar-benar matang. Jangan terburu-buru memasukkan bumbu ke dalam kaldu. Tumis bumbu sampai harum, matang, dan minyak mulai keluar. Tahap ini membantu mengurangi aroma langu sekaligus membuat rasa rempah lebih menyatu dengan kuah.
  • Masukkan santan pada tahap akhir. Setelah bumbu dan kaldu sudah terasa menyatu, barulah santan ditambahkan. Gunakan api kecil dan aduk perlahan secara terus-menerus agar santan tidak pecah. Teknik ini juga sejalan dengan tips anti santan pecah saat memasak gulai.
  • Rebus iga dengan api sedang cenderung kecil. Iga membutuhkan waktu yang cukup agar jaringan dagingnya melunak. Hindari merebus dengan api besar terus-menerus karena dapat membuat daging menjadi lebih keras. Proses memasak perlahan membantu menghasilkan iga yang empuk dan tidak alot.
  • Koreksi rasa setelah semua bahan masuk. Rasa soto tangkar sebaiknya memiliki keseimbangan antara gurih, manis, dan segar. Karena itu, cicipi kuah setelah santan dan air asam jawa tercampur rata. Jika perlu, sesuaikan kembali garam, gula merah, atau asam jawa sebelum api dimatikan.

Variasi dan Substitusi Soto Tangkar

Variasi dan Substitusi Soto Tangkar

Resep dasar soto tangkar cukup fleksibel untuk disesuaikan dengan bahan yang tersedia dan selera keluarga. Anda tidak harus selalu menggunakan santan atau iga sebagai satu-satunya isian. Beberapa penyesuaian sederhana dapat menghasilkan karakter kuah dan tekstur yang berbeda, tanpa menghilangkan cita rasa rempah yang menjadi ciri khas soto tangkar.

Versi Kuah Susu Tanpa Santan

Jika ingin kuah yang terasa lebih ringan, santan dapat diganti dengan susu segar atau susu evaporasi dalam takaran yang setara. Susu memberikan rasa gurih yang lebih lembut dengan tekstur tetap creamy, tetapi tanpa karakter santan yang cukup kuat. Masukkan susu menjelang akhir proses memasak dan gunakan api kecil agar kuah tidak mudah pecah atau berubah tekstur.

Alternatif ini juga bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin mencoba olahan daging tanpa santan dengan cita rasa yang tetap gurih dan kaya rempah.

Versi Lebih Pedas

Untuk penyuka rasa pedas, tingkat kepedasan soto tangkar bisa diatur sejak tahap pembuatan bumbu. Tambahkan cabai rawit merah bersama bumbu halus jika ingin rasa pedasnya menyatu dengan kuah. Jika soto akan disantap bersama anggota keluarga dengan selera berbeda, lebih praktis menyediakan sambal secara terpisah sehingga setiap orang dapat menyesuaikan tingkat kepedasannya.

Tambahan cabai sebaiknya tetap disesuaikan agar tidak menutupi rasa rempah lain. Dengan begitu, kuah tetap memiliki perpaduan gurih, segar, dan pedas yang seimbang.

Versi Iga dengan Tambahan Jeroan

Soto tangkar juga dapat dibuat lebih beragam dengan menambahkan babat, kikil, atau urat sebagai pelengkap iga. Tambahan jeroan akan memberikan tekstur yang berbeda dalam satu mangkuk sekaligus membuat porsinya semakin mengenyangkan.

Agar kuah tetap bersih dan tidak terlalu berlemak, rebus jeroan secara terpisah sampai matang dan empuk sebelum dicampurkan ke dalam soto. Jika ingin proses yang lebih praktis, iga atau jeroan juga dapat dimasak menggunakan slow cooker hingga teksturnya empuk. Prinsipnya tetap sama seperti membuat empal daging sapi empuk, yaitu memberikan waktu yang cukup agar daging dan bahan pelengkap menyerap bumbu dengan baik.

 

Cara Menyimpan Soto Tangkar

Soto tangkar cukup praktis jika ingin dimasak dalam jumlah banyak untuk stok lauk keluarga. Setelah masakan tidak lagi panas, simpan iga dan kuah dalam wadah tertutup secara terpisah agar kualitas keduanya lebih terjaga. Untuk penyimpanan di kulkas, sebaiknya konsumsi dalam waktu 2–3 hari.

Saat akan disantap kembali, panaskan kuah dengan api kecil hingga hangat dan hindari mendidih terlalu keras agar tekstur santan tetap baik. Jika ingin menyimpannya lebih lama, kuah dapat dibekukan tanpa santan, kemudian santan segar ditambahkan saat soto akan dipanaskan dan disajikan. Cara ini juga memudahkan Anda menyiapkan stok kuah yang bisa digunakan kapan saja, seperti halnya menyiapkan bumbu empal sederhana untuk kebutuhan masakan sehari-hari.

Dengan iga yang empuk, kuah santan yang gurih dan segar, serta pelengkap seperti emping, bawang goreng, tomat, dan daun bawang, soto tangkar buatan sendiri bisa menjadi hidangan keluarga yang istimewa. Kunci utamanya ada pada proses merebus iga hingga empuk, menumis bumbu sampai matang, dan menjaga santan tetap menyatu dengan kuah. Setelah semua siap, sajikan selagi hangat bersama nasi dan sambal untuk menikmati cita rasa Betawi yang kaya rempah.

Tanya Jawab tentang Soto Tangkar

1. Apa yang dimaksud dengan soto tangkar?

Soto tangkar adalah soto khas Betawi yang menggunakan iga sapi sebagai bahan utamanya. Kata tangkar merujuk pada bagian iga sapi, sedangkan kuahnya memiliki karakter gurih, kaya rempah, dan umumnya menggunakan santan. Iga dimasak hingga empuk sehingga kaldu yang dihasilkan turut memperkaya rasa kuah.

2. Apa yang membuat rasa soto tangkar berbeda dari soto Betawi?

Soto tangkar memiliki karakter kuah yang gurih dan kaya rempah, tetapi dapat terasa lebih segar karena penggunaan asam jawa dan cabai dalam racikannya. Penggunaan iga juga memberikan rasa kaldu yang khas. Sementara itu, soto Betawi memiliki banyak variasi kuah, termasuk yang menggunakan santan atau susu, sehingga cita rasanya dapat berbeda tergantung resep yang digunakan.

3. Berapa lama soto tangkar bisa disimpan?

Soto tangkar yang sudah matang sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup di dalam kulkas dan dikonsumsi dalam waktu sekitar 2–3 hari. Untuk penyimpanan lebih lama, kuah sebaiknya dibekukan tanpa santan, kemudian santan ditambahkan ketika akan dipanaskan kembali. Simpan dalam porsi yang sesuai kebutuhan agar soto tidak perlu berulang kali keluar-masuk kulkas.