Liputan6.com, Jakarta - Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jember, terus terjadi hingga hampir sepekan. Kondisi tersebut kini meluas ke berbagai wilayah dan tidak hanya terjadi pada Pertalite, tetapi juga Pertamax dan solar.
Antrean kendaraan terpantau di sejumlah SPBU, di antaranya Puger, Jambearum, Pakusari, Patrang, Kencong, Jombang, serta beberapa lokasi lainnya. Di sejumlah titik, antrean kendaraan bahkan memanjang hingga keluar area SPBU dan mendekati akses jalan raya.
Kondisi ini bermula sejak Minggu (30/8/2026), ketika antrean panjang terutama terjadi pada pembelian Pertalite. Saat itu, Pertamina menyebut stok BBM masih tersedia dan peningkatan antrean turut dipengaruhi tingginya konsumsi masyarakat, termasuk adanya isu kenaikan harga BBM yang beredar.
Advertisement
Namun, perkembangan berikutnya menunjukkan adanya kendala pada sisi distribusi. Pengiriman pasokan BBM dari integrated terminal (IT) Tanjung Wangi, Banyuwangi, menuju wilayah Tapal Kuda mengalami keterlambatan setelah kemacetan panjang terjadi di kawasan Tanjung Wangi.
Pertamina mencatat kemacetan pada Kamis (3/9/2026) mencapai sekitar 12 hingga 15 kilometer. Kepadatan kendaraan terjadi di sejumlah titik, bahkan di beberapa lokasi memenuhi hingga tiga jalur. Kondisi tersebut membuat mobil tangki Pertamina yang membawa pasokan BBM kesulitan bergerak.
Di depan IT Tanjung Wangi, kendaraan hanya dapat bergerak sekitar tujuh hingga delapan menit sebelum kembali berhenti selama 45 hingga 60 menit. Akibatnya, waktu tempuh pengiriman yang sebelumnya sekitar delapan sampai 10 jam meningkat menjadi 15 hingga 23 jam. Keterlambatan tersebut berdampak terhadap waktu kedatangan pasokan BBM ke wilayah tujuan. Pertamina menyebut 10 mobil tangki sempat terdampak dan terjebak dalam kemacetan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342398/original/026107300_1788768339-IMG-20260907-WA0053.jpg)
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan kemacetan di kawasan Tanjung Wangi memang memberikan tantangan terhadap distribusi BBM.
“Kami memahami kondisi kemacetan di kawasan Tanjung Wangi berdampak pada waktu tempuh mobil tangki. Namun, Pertamina terus melakukan berbagai langkah agar distribusi BBM tetap berjalan,” ujar Ahad, Senin (7/9/2026).
Untuk menjaga pasokan tetap tersedia, Pertamina melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Satuan Lalu Lintas, KP3, Polairud, Lanal, Polsek, dan Babinsa, guna memberikan prioritas pergerakan bagi mobil tangki Pertamina.
Pertamina juga menyiapkan skema alih suplai dari wilayah lain sebagai langkah antisipasi. Potensi alih suplai yang disiapkan mencapai 584 kiloliter (KL) untuk kebutuhan wilayah Bondowoso dan Situbondo, sementara distribusi dari sejumlah terminal lain juga disiapkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap jalur Tanjung Wangi.
“Yang menjadi prioritas kami adalah memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat tetap terjaga. Karena itu, distribusi terus kami monitor dan evaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas serta kebutuhan masing-masing wilayah,” kata Ahad.
Dengan demikian, antrean BBM yang terjadi di Jember dalam beberapa hari terakhir tidak hanya berkaitan dengan meningkatnya konsumsi masyarakat. Keterlambatan pengiriman akibat kemacetan di kawasan Tanjung Wangi, Banyuwangi, turut menjadi faktor yang memengaruhi kelancaran pasokan BBM ke wilayah Jember dan daerah sekitarnya.
Pertamina sendiri tetap menyatakan stok BBM secara keseluruhan aman dan distribusi terus diupayakan berjalan. Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Masyarakat diminta membeli BBM sesuai kebutuhan sambil menunggu proses distribusi kembali normal. Sementara itu, antrean panjang di SPBU Jember menjadi perhatian karena BBM merupakan kebutuhan utama untuk aktivitas masyarakat. Apabila keterlambatan pasokan berlangsung lebih lama, pengaturan distribusi dan alih suplai menjadi penting untuk mencegah antrean semakin meluas.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4862795/original/084121900_1718280170-Gunung_anak_krakatau_cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342121/original/053138400_1788753122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-07T104558.832.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339925/original/070710100_1788435101-HOAX__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302730/original/042892700_1784605254-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-21T103804.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342397/original/049591500_1788768338-IMG-20260907-WA0055.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373270/original/037937100_1476380658-banyuwangi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4844450/original/032032100_1716828556-Gambar_WhatsApp_2024-05-27_pukul_19.55.00_2bb79120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342451/original/015115900_1788770294-407455.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342428/original/028860600_1788769671-WhatsApp_Image_2026-09-07_at_14.33.44.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342388/original/046278900_1788767731-IMG-20260907-WA0024.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342315/original/077022000_1788765148-1001633272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342295/original/054936000_1788764173-WhatsApp_Image_2026-09-07_at_11.35.37__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342283/original/001126700_1788763775-1001639563.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342280/original/001331000_1788763444-1001639599.jpg)