Kasus ISPA Meningkat, RSUD Sekarwangi Sukabumi Over Kapasitas

Lonjakan pasien membuat ruang IGD dan bangsal anak penuh.

Diterbitkan 08 September 2026, 10:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat meningkat, kondisi ini diduga dampak cuaca ekstrem El Nino dan paparan debu erupsi Gunung Anak Krakatau.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi Cibadak mengalami over kapasitas akibat membludaknya pasien yang didominasi anak-anak penderita ISPA.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kondisi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekarwangi tampak penuh sesak. Sejumlah pasien terpaksa menanti di selasar dan ruang tunggu IGD karena ruang perawatan medis telah terisi penuh.

Beberapa pasien anak yang masih menjalani observasi terlihat dipangku orang tua mereka dengan selang infus terpasang di tangan. Sebagian pasien bahkan terpaksa dirawat menggunakan velbed darurat, hingga tidur beralaskan lantai sembari menunggu kepastian ruangan.

Lonjakan pasien dilaporkan telah terjadi sejak pertengahan Agustus 2026 dan jumlahnya terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Salah seorang orang tua pasien asal Ciambar, Sri Putri, mengungkapkan dirinya telah menanti ruangan selama dua hari di lantai IGD untuk mendampingi anaknya.

"Dua hari sama ini, iya belum dapat ruangan. Anaknya panas sama mencret, sama sesek," ujar Sri Putri di IGD RSUD Sekarwangi, Selasa (8/9/2026).

 

 

Kunjungan Pasien Meningkat

Pihak manajemen RSUD Sekarwangi membenarkan adanya kenaikan signifikan jumlah kunjungan pasien, khususnya di area IGD dan bangsal anak.

"Sebenarnya sepanjang Agustus ini kunjungan khususnya di IGD ini sangat meningkat, malah beberapa hari sempat terjadi over kapasitas," kata Wakil Direktur RSUD Sekarwangi, Andry Priana Jaya.

Andry menjelaskan, peningkatan arus pasien terpantau terus terjadi sejak awal hingga akhir Agustus tanpa menunjukkan tanda-tanda penurunan.

"Fenomena ini memang sudah dirasakan sejak awal sampai akhir Agustus, bukannya mengalami penurunan malah makin bertambah jumlah pasien yang masuk ke IGD," lanjutnya.

Ia menambahkan, keterbatasan kapasitas tempat tidur di bangsal anak menjadi kendala utama dalam menampung seluruh pasien yang membutuhkan rawat inap.

"Data tadi pagi ada 27 pasien anak yang harus dirawat, namun masih menunggu ruangan karena kapasitas ruang anak hanya 40 tempat tidur," jelas Andry.

Menyikapi kondisi tersebut, pihak rumah sakit berupaya menambah kapasitas ruang perawatan untuk menampung lonjakan pasien baru.

Selain itu, manajemen RSUD Sekarwangi telah menyosialisasikan kepada keluarga pasien bahwa surat rujukan ke rumah sakit lain akan segera diterbitkan apabila kapasitas ruangan sudah tidak memungkinkan.