Liputan6.com, Beijing - Presiden China Xi Jinping menempatkan negaranya sebagai salah satu kekuatan utama dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) sumber terbuka berbiaya rendah. Dalam Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia di Shanghai, Xi menggambarkan pendekatan tersebut sebagai barang publik global yang menjadi alternatif terhadap model pengembangan AI yang dikembangkan Amerika Serikat.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya China membangun ekosistem AI yang mandiri sekaligus memperluas penggunaannya ke berbagai negara. Jika semakin banyak negara mengadopsi teknologi AI China, Beijing berpeluang memperluas pengaruhnya terhadap infrastruktur digital global, termasuk dalam penetapan standar teknis dan prinsip tata kelola teknologi.
Perkembangan ini tidak terlepas dari kebijakan pembatasan teknologi yang diterapkan Amerika Serikat. Kontrol ekspor Washington terhadap China, terutama terhadap akses ke chip dan teknologi canggih, justru mendorong Beijing mempercepat pengembangan ekosistem teknologinya sendiri, dikutip dari laman FT.com.
Advertisement
Fenomena tersebut dipandang sebagai bagian dari apa yang disebut sebagai "China 4.0". Gelombang pertama terjadi setelah China bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan berkembang menjadi kekuatan manufaktur global. China 2.0 kemudian ditandai dengan ekspansi teknologi hijau seperti panel surya, baterai, dan kendaraan listrik.
Sementara itu, China 3.0 ditandai dengan penyebaran teknologi digital, mulai dari e-commerce hingga model AI. China 4.0 diperkirakan akan memiliki karakter berbeda karena tidak hanya mengandalkan ekspor produk teknologi, tetapi juga membawa pendekatan China terhadap inovasi dan pengembangan teknologi sebagai sebuah proyek nasional.
Strategi AI terbuka China sendiri berkembang dari keterbatasan akses terhadap teknologi Barat. Sebelum perusahaan rintisan DeepSeek menarik perhatian dunia pada 2025 melalui model AI dengan bobot terbuka, Huawei telah mengembangkan ekosistem open-source di dalam negeri.
Langkah tersebut semakin dipacu setelah Huawei masuk dalam daftar entitas Amerika Serikat pada 2019. Pembatasan akses terhadap perangkat keras dan perangkat lunak asal AS mendorong Huawei membangun ekosistem teknologi sendiri, termasuk sistem operasi HarmonyOS dan platform pembelajaran mesin MindSpore.
Namun, istilah "open source" yang digunakan Xi perlu dibedakan dari konsep sumber terbuka secara penuh. Model AI China yang disebut terbuka lebih tepat dikategorikan sebagai "open weight". Dalam model ini, bobot AI tersedia untuk publik, tetapi data lengkap yang digunakan untuk melatih model tidak ikut dibuka.
Model open-weight menawarkan sejumlah keuntungan. Biaya adopsinya lebih rendah, komunitas pengembang dapat berkembang lebih luas, dan perusahaan dapat menyesuaikan model dengan kebutuhan mereka. Pendekatan ini juga membantu pengembang mengatasi keterbatasan akibat minimnya akses terhadap chip AI tercanggih.
Keunggulan AI China
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2704247/original/044238300_1547530681-Bendera_China.jpg)
Keunggulan biaya tersebut membuat model AI China menarik bagi negara-negara berkembang. Pada saat yang sama, model open-weight juga semakin banyak digunakan pengembang di berbagai negara karena dapat disesuaikan untuk beragam kebutuhan dengan biaya yang relatif lebih rendah.
Bagi China, ekspansi tersebut juga memiliki alasan ekonomi. Mesin pertumbuhan lama negara itu menghadapi tekanan sementara permintaan domestik masih lemah. Di sektor teknologi, investasi besar untuk pengembangan model AI, infrastruktur komputasi, dan manufaktur canggih membutuhkan pasar yang mampu menghasilkan keuntungan.
Dengan pasar domestik yang terbatas, ekspansi internasional melalui model AI berbiaya rendah menjadi salah satu cara bagi perusahaan teknologi China untuk mendapatkan basis pengguna dan pasar baru.
Namun, penyebaran model dengan bobot terbuka juga menimbulkan persoalan terkait keamanan dan tata kelola AI. Setelah bobot sebuah model tersedia untuk publik, model tersebut dapat diunduh, dimodifikasi, dan didistribusikan kembali. Pengembang awal juga kehilangan kendali penuh untuk mencabut akses atau memperbarui sistem pengaman setelah model beredar.
Kondisi tersebut mendorong munculnya gagasan mengenai "keterbukaan selektif", yakni tetap membuka model tertentu kepada publik tetapi membatasi atau menunda akses terhadap sistem AI paling canggih. Dalam pendekatan ini, sistem tertentu dapat mensyaratkan proses evaluasi atau peninjauan keamanan sebelum digunakan secara luas.
Bagi Xi, penyebaran AI China ke pasar global bukan semata persoalan teknologi. Strategi tersebut juga berpotensi memperkuat posisi geopolitik Beijing, memperluas pengaruh China di luar negeri, mengurangi ketergantungan terhadap pasar tertentu, sekaligus membentuk lingkungan teknologi global yang lebih menguntungkan kepentingan China.
Â
Advertisement
Proses Pengembangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4377446/original/006382500_1680165762-Thumbnail_Liputan6.com.jpg)
Di sisi lain, sistem tata kelola AI China masih dalam tahap perkembangan. Kewenangan terkait teknologi tersebut tersebar di antara berbagai lembaga dan tingkatan pemerintahan. Shanghai berperan dalam pembangunan infrastruktur evaluasi teknis, sementara pemerintah pusat di Beijing mengembangkan kerangka regulasi dan manajemen risiko.
Sejumlah lembaga, termasuk China Academy of Information and Communications Technology serta National Information Security Standardization Technical Committee, turut terlibat bersama universitas, pemerintah daerah, dan perusahaan swasta.
Meski sistem tersebut masih dinamis dan belum sepenuhnya terintegrasi, kapasitas teknis yang mendukung pengembangan AI China terus berkembang.
Perkembangan itu menunjukkan bahwa gelombang baru ekspansi teknologi China kemungkinan tidak lagi hanya berbentuk ekspor produk fisik. China 4.0 berpotensi menyebar melalui model AI, infrastruktur digital, standar teknis, serta prinsip tata kelola yang menyertainya.
Dengan demikian, persaingan AI antara China dan Amerika Serikat tidak hanya menentukan siapa yang memiliki teknologi paling maju, tetapi juga berpotensi menentukan standar dan aturan yang akan membentuk perkembangan AI global di masa depan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326468/original/099669000_1787024744-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-18T104326.425.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253327/original/062598000_1750044459-cek_fakta_dubes_jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2557550/original/081162600_1545966896-China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409523/original/014973200_1479454255-China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409459/original/084990600_1479451750-Xi_Jinping.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5145255/original/031334600_1740703507-WhatsApp_Image_2025-02-27_at_14.41.58.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365459/original/093580700_1541506163-040291100_1537702786-download_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2038287/original/098317100_1522231354-800px-Vickers_machine_gun_in_the_Battle_of_Passchendaele_-_September_1917.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320419/original/070593900_1786349454-90-19.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322904/original/057724100_1786593536-hl3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3392807/original/024131100_1614839198-KRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532931/original/079804900_1773716096-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1588328/original/007640400_1494244133-_95919277_6f3ac92f-3cbf-4f74-b0c1-110cad46135d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322559/original/021565200_1786537083-Mantan_PM_China_Zhu_Rongji__1_.jpg)