Lansia di China Potong Tali Pengaman Pekerja di Ketinggian untuk Dijadikan Jemuran

Bagaimana hukum di China untuk pelaku lansia tersebut?

Diterbitkan 29 September 2026, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Seorang warga lansia di China selatan tuai amarah di internet setelah memotong tali pengaman seorang pekerja yang sedang bekerja di ketinggian untuk ia jadikan tali jemuran.

Dikutip dari South China Morning Post, Selasa (29/9/2026), insiden ini terjadi ketika seorang pekerja dari Foshan, Provinsi Guangdong bernama Liu sedang memperbaiki dinding luar sebuah gedung bertingkat pada 17 September.

Setelah turun dari lantai 30 ke sebuah platform lantai dua, ia menyadari bahwa salah satu tali pengaman miliknya telah dipotong, dengan sebagian tali tersebut tertinggal di platform. Untungnya, tidak ada pekerja yang sedang menggunakan tali tersebut untuk pekerjaan di ketinggian saat tali tersebut dipotong.

Liu melaporkan bahwa panjang dari tali tersebut adalah 120 meter, dan lebih dari 10 meter sudah dipotong, membuatnya tidak bisa turun ke lantai satu. Ia menggambarkan aksi tersebut sebagai "tidak bertanggung jawab."

Penyelidikan yang dilakukan mengungkapkan bahwa pelakunya adalah seorang penghuni lanjut usia berumur akhir 70-an yang tinggal di lantai dua, walaupun jenis kelaminnya belum diungkapkan.

Ia mengaku tidak sadar bahwa tali tersebut adalah peralatan keselamatan atau digunakan untuk pekerjaan di ketinggian, dan menyatakan bahwa ia memotongnya untuk ia jadikan tali jemuran.

Mengetahui umur sang pelaku, Liu memutuskan untuk tidak melaporkannya ke kepolisian. Setelah berdiskusi dengan perusahaan pengelola gedung, ia meminta ganti rugi sebesar 400 yuan (Rp 1,07 juta) untuk tali yang rusak.

Insiden ini memicu kecaman di media sosial China, dengan postingan tentang hal ini mendapatkan lebih dari 61 juta penayangan.

 

Hukum untuk Lansia di China

Salah satu pengamat media sosial mengkritik aksi tersebut sebagai "percobaan pembunuhan," dengan alasan bahwa usia dan kurangnya pengetahuan tidak boleh dijadikan alasan untuk merusak harta benda orang lain.

Pengguna lain menyarankan Liu untuk melaporkannya ke pihak berwajib, sambil menambahkan, "Sikapnya yang terlalu lembut hanya akan mengurangi konsekuensi untuk mereka yang melakukan kesalahan."

Seorang pengacara di Kantor Hukum Shaanxi Haogong, Wang Haogong berkata bahwa tindakan penghuni tersebut melanggar hak milik Liu dengan memotong dan mengambil tali tersebut. Jika Liu mengalami kerugian tambahan seperti kehilangan penghasilan, ia dapat menuntut ganti rugi lebih lanjut lewat jalur hukum.

Wang juga menyoroti bahwa tuntutan sebesar 400 yuan (Rp 1,07 juta) tersebut masih di bawah batas hukum untuk tindakan pencurian dan biasanya tidak akan diperlakukan sebagai tindakan pencurian.

Dalam hukum China, individu yang berusia 75 tahun ke atas bisa memperoleh perlakuan lunak baik dalam masalah perdata maupun pidana, termasuk pengurangan hukuman atau konsekuensi hukum yang lebih ringan. Mereka umumnya terbebas dari hukuman mati, kecuali dalam kasus-kasus tindak pidana yang sangat berat.

Insiden serupa juga pernah terjadi di China beberapa tahun terakhir. Di Desember 2017, pria dengan nama belakang Cao di Zhengzhou, China tengah, memotong tali pengaman seorang pekerja ketinggian saat terjadi perselisihan tentang pekerjaan konstruksi.

Akibatnya, pekerja tersebut jatuh dari lantai empat dan mengalami beberapa patah tulang. Cao kemudian dinyatakan bersalah atas tindakan penganiayaan dengan sengaja dan ia dijatuhi hukuman penjara sembilan bulan, dengan masa percobaan satu tahun.

Â