Dulu Jual Lem dan Selotip, Pria Ini Jadi Miliarder Usai Saham Perusahaan Melonjak 719%

Seorang mantan penjual lem mendirikan perusahaan strategis di era AI, kini menjadi miliarder.

Diterbitkan 30 September 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mantan penjual lem dan selotip asal China menjadi miliarder setelah meluncurkan perusahaan material pendingin cip. Chairman Shenzhen HFC, Sun Aixiang (58) memiliki kekayaan sekitar US$ 1,7 miliar, atau Rp 30,4 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.888). Lonjakan kekayaan Sun Aixiang terjadi setelah saham perusahaan material pendingin chip terdaftar di Bursa Efek Shenzhen.

Saham Shenzhen HFC melesat hingga 719% pada hari pertama perdagangannya. Shenzhen HFC meraup US$ 214,2 juta atau Rp 3,8 triliun pada initial public offering atau penawaran saham perdana (IPO) perusahaan tersebut. Ditopang oleh investor seperti Hubble Investment, divisi modal ventura Huawei, perusahaan ini berencana untuk mengalirkan sebagian besar dana tersebut ke pusat penelitian di China, demikian mengutip vnexpress.net, Rabu (30/9/2026).

Shenzhen HFC berfokus pada material pengaturan kepanasan, termasuk termasuk bantalan termal dan gel penghantar panas. Material yang digunakan untuk cip AI, modul optik, hingga peralatan data center, material ini membantu menghantarkan dan menguapkan panas.

Perusahaan tersebut juga memproduksi bahan pelindung gangguan elektromagnetik dan bahan penyerap gelombang yang melindungi peralatan elektronik dari gangguan yang merugikan.

Kenaikan harga saham Shenzhen HFC merefleksikan pola di China, di mana investor mencari saham yang baru terdaftar. Perusahaan layaknya Shenzhen HFC dianggap penting dalam upaya negara tersebut untuk mencapai kemandirian teknologi, sehingga banyak yang mengantisipasi kenaikan tajam pada hari pertama.

Lonjakan Diprediksi Tak Bertahan Lama

Seiring perusahaan di seluruh dunia membangun data center, pendapatan Shenzhen HFC naik 114% ke 706,7 juta yuan, atau Rp 1,88 triliun (asumsi kurs yuan terhadap rupiah di kisaran 2.668) pada 2025, menurut prospektusnya. Pendapatan bersihnya nyaris naik empat kali lipat dibanding 2024, yakni 269 juta yuan (Rp 171,8 miliar).

Perusahaan tersebut memperoleh sekitar dua pertiga pendapatannya dari luar negeri. Salah satu pelanggan terbesarnya adalah Hon Hai Precision Industry, yang lebih dikenal sebagai Foxconn.

Namun, Shenzhen HFC memperingatkan kecepatan perkembangannya yang sekarang mungkin tidak akan bertahan. Ketidakpastian ekonomi global dan upaya pelanggan untuk mendiversifikasi rantai pasokan mereka dapat memperlambat ekspansi perusahaan tersebut.

Sun menghabiskan nyaris 20 tahun menjual plastik dan produk perekat termasuk lem dan selotip, setelah lulus sekolah menengah atas. Pada 2003, dia mendirikan perusahaan ini bersama kakak iparnya, Zhao (63), yang juga merupakan pendiri dan direktur perusahaan. Kekayaan Zhao diestimasikan US$ 1,3 miliar, atau Rp 23,2 triliun berdasarkan kepemilikannya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6