1 Agustus 1944: Anne Frank Tulis Catatan Terakhir Sebelum Ditangkap Nazi

Siapa Anne Frank yang catatan kesehariannya viral saat ditemukan pada 1 Agustus 1944?

Diterbitkan 01 Agustus 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Amsterdam - Anne Frank, gadis Yahudi berusia 15 tahun yang catatan hariannya menjadi salah satu kesaksian paling dikenal tentang Holocaust, menulis catatan terakhirnya pada 1 Agustus 1944. Tiga hari kemudian, Anne dan keluarganya ditangkap Nazi dan dibawa ke kamp konsentrasi.

Dikutip dari History.com, Sabtu (1/8/2026), Anne menerima buku harian tersebut sebagai hadiah ulang tahun ke-13. Selama sekitar dua tahun, ia rutin menuliskan pengalaman dan pemikirannya ketika bersembunyi bersama tujuh orang lainnya di ruang rahasia di belakang kantor ayahnya, Otto Frank, di Amsterdam, Belanda.

Dalam catatan terakhirnya, Anne banyak menulis tentang kepribadian dan bagaimana orang lain memandang dirinya. Ia menggambarkan dirinya sebagai sosok yang memiliki dua sisi berbeda dan menyebut dirinya sebagai “sekumpulan kontradiksi.”

Anne menjelaskan bahwa di satu sisi, ia merupakan pribadi yang ceria, spontan, dan mampu menikmati hal-hal kecil dalam kehidupan. Namun, di sisi lain, ia memiliki karakter yang lebih pendiam, serius, dan sensitif.

Ia juga menyadari adanya perbedaan antara citra dirinya di hadapan orang lain dan perasaan yang sebenarnya ia rasakan.

Menurut Anne, perbedaan tersebut membuatnya dikenal sebagai gadis yang gemar menggoda, menyukai laki-laki, sok tahu, hingga penggemar novel romantis. Namun, ia mengatakan citra tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan dirinya.

Anne menulis bahwa sisi dirinya yang ceria kerap ditampilkan kepada orang lain, sementara sisi yang lebih dalam dan sensitif justru ia sembunyikan.

“Anne yang riang gembira tertawa, memberikan jawaban enteng, mengangkat bahu, dan berpura-pura tidak peduli. Tapi Anne yang pendiam justru bereaksi sebaliknya,” tulisnya.

Ia juga mengakui bahwa dirinya berusaha keras untuk berubah, tetapi merasa selalu menghadapi tantangan besar dalam proses tersebut.

Tiga hari setelah catatan terakhir itu ditulis, Nazi menangkap Anne bersama keluarganya dan orang-orang lain yang bersembunyi di tempat tersebut.

Dari delapan orang yang ditangkap, hanya Otto Frank yang selamat dari Holocaust. Anne meninggal pada 1945 akibat tifus di kamp konsentrasi Bergen-Belsen, Jerman, pada usia 15 tahun.

Setelah Perang Dunia II berakhir, Otto Frank menerbitkan tulisan putrinya pada 1947. Buku tersebut kemudian dikenal luas dengan judul The Diary of a Young Girl dan menjadi salah satu karya paling terkenal yang merekam pengalaman seorang anak selama Holocaust.

Hingga kini, buku harian Anne Frank menjadi salah satu kesaksian penting tentang kehidupan warga Yahudi yang bersembunyi dari penganiayaan Nazi sekaligus simbol sejarah kekejaman Holocaust.