PM Nepal Serukan Ketenangan Usai Bentrokan Tewaskan 3 Orang

Pemerintah Nepal menjanjikan penyelidikan yang adil dan transparan untuk mengusut insiden tersebut.

Diterbitkan 31 Juli 2026, 20:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kathmandu - Perdana Menteri Nepal Balendra Shah menyerukan masyarakat untuk tetap tenang setelah bentrokan antara kelompok warga Hindu dan muslim di wilayah selatan negara itu menewaskan tiga orang.

Shah, yang jarang tampil di depan publik sejak menjabat pada Maret, angkat bicara pada Kamis (30/7/2026) dalam pidato pertamanya yang ditujukan kepada rakyat Nepal. Ia meminta masyarakat bertindak secara bertanggung jawab dan membantu "menyingkirkan awan kerusuhan".

Kekerasan bermula pada Minggu (26/7) di sebuah desa di Distrik Sunsari, dekat perbatasan India. Menurut para pejabat, bentrokan dipicu perselisihan antara sejumlah warga Hindu dan muslim soal musik yang diputar terlalu keras dan pemasangan bendera keagamaan dalam sebuah arak-arakan Hindu.

"Polisi melepaskan tembakan untuk membubarkan kerumunan dan menewaskan dua pria," kata juru bicara kepolisian Abi Narayan Kafle, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Seorang pria lainnya meninggal pada Kamis dalam aksi unjuk rasa di Distrik Siraha, yang berdekatan dengan Sunsari. Aksi tersebut berlangsung meskipun jam malam telah diberlakukan.

Pihak berwenang memberlakukan jam malam di Sunsari dan sejumlah distrik di sekitarnya untuk mencegah bentrokan lebih lanjut.

"Atas nama pemerintah, saya sungguh-sungguh mengimbau seluruh warga, masyarakat sipil, komunitas keagamaan, para tokoh, partai politik, serta media untuk bersabar, menahan diri, dan bersama-sama menjaga perdamaian, kerukunan, persaudaraan, serta persatuan nasional," ungkap Shah.

Ia menjanjikan penyelidikan yang sepenuhnya adil dan transparan. Shah juga menegaskan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab akan diproses sesuai hukum.

Kepolisian menyatakan terus berupaya memulihkan keamanan dan ketertiban.

"Kami telah menyiagakan seluruh personel kepolisian di lapangan. Kami berupaya melindungi aset publik dan mencegah terjadinya bentrokan dengan menggunakan kekuatan seminimal mungkin," kata Kafle kepada kantor berita AFP.

Sekitar 80 persen penduduk Nepal beragama Hindu. Namun, wilayah selatan negara itu juga dihuni komunitas muslim dalam jumlah yang cukup besar.