Penyebab Kebakaran Gunung Buthak-Kawinajang Meluas hingga 700 Hektare

​ Angin Kencang Hantam Gunung Buthak- Kawinajang, Karhutla Meluas Hingga 700 Hektare

Diterbitkan 15 September 2026, 05:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Malang - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Butak dan Gunung Kawinajang kian mengkhawatirkan. Perum Perhutani KPH Malang mencatat total area terdampak melonjak drastis hingga mencapai 700 hektare, meluas signifikan dibanding Jumat (11/9/2026) lalu, yang tercatat sebesar 470 hektare.

​Administratur Perhutani KPH Malang, Kelik Djatmiko, mengungkapkan bahwa kobaran api berhembus sangat cepat akibat terpaan angin kencang di wilayah lereng barat Gunung Butak dan lereng timur Gunung Kawinajang.

​"Kedua gunung ini letaknya bersebelahan. Perhitungan sementara sejak Sabtu (12/9/2026) hingga hari ini, total area yang terbakar sudah menembus sekitar 700 hektare," ujar Kelik Selasa (15/9/2026).

​Ia menambahkan, keganasan angin kencang tak hanya menghanguskan vegetasi segar atau hijau yang ada di lokasi, tetapi juga melalap area sabana hingga merembet ke Gunung Bundar serta batas wilayah Kabupaten Blitar.

​Cuaca ekstrem dan medan yang terjal berisiko tinggi kini membatasi ruang gerak tim pemadam gabungan.

"Upaya pemadaman dari udara (water bombing) terpaksa dihentikan sementara setelah hanya sempat beroperasi tiga kali akibat hempasan angin yang membahayakan penerbangan," tambahnya.

​Situasi di jalur darat pun tak kalah menantang. Risiko keselamatan yang tinggi memaksa petugas menahan diri untuk tidak memasuki area ekstrem.

​"Langkah realistis yang bisa kita tempuh saat ini adalah memantau pergerakan titik api secara ketat dan fokus membuat sekat bakar (firebreak) di area yang aman dijangkau untuk menahan perambatan api," jelas Kelik.

​Hingga saat ini, pihak Perhutani belum dapat memastikan kapan operasi pengeboman air dari udara akan kembali dilanjutkan, mengingat operasional helikopter sangat bergantung pada kestabilan cuaca dan kecepatan angin di lokasi penanganan.