Cari Dana Korban Haiyan, Organisasi Inggris Bikin Film Pendek

Setelah Amerika Serikat, kini giliran Inggris yang menggugah warganya untuk memberikan sumbangan ke korban Topan Haiyan dengan film.

OlehTan
Diterbitkan 15 November 2013, 08:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Salah satu organisasi Inggris yakni Komite Darurat Bencana atau DEC ikut serta mencari bantuan untuk korban amukan Topan 'monster' Haiyan di Filipina, dengan menarik perhatian masyarakat luas melalui media televisi. Penyiar muda bernama Kristy yang bertugas menyajikan film pendek dari lokasi tempat Topan Haiyan mendarat, agar banyak masyarakat tergugah untuk memberikan sumbangan.

Siaran Kristy pertama kali tayang pada Selasa 12 November malam di berbagai jaringan siaran di Inggris seperti BBC, ITV, Channel 4, Sky dan Channel 5 --setelah program berita utama. Demikian seperti diberitakan media lokal Filipina ABS CBS News yang dilansir Liputan6.com, Jumat (15/11/2013).

"Kami melihat apa yang terjadi di Filipina akibat Topan Haiyan. Kami harus merespons. Jadi dengan sangat cepat kami telah meluncurkan tayangan untuk mendanai pekerjaan, yang anggota kami ingin lakukan untuk membantu seluruh daerah yang terkena dampak (akibat topan)," kata Brendan Paddy, kepala komunikasi DEC.

Organisasi yang berusia 50 tahun itu menyatukan media penyiaran Inggris dan lembaga bantuan terbesar Inggris termasuk Palang Merah, Oxfam, World Vision, Save the Children, Care and Action Aid, yang mendapatkan banyak respons untuk memberikan bantuan kepada korban topan yang juga dikenal dengan nama Yolanda.

Dalam 24 jam setelah siaran itu diluncurkan, DEC telah menerima sumbangan 13 juta pound sterling atau sekitar Rp 240 miliar.

"Respons masyarakat Inggris benar-benar luar biasa. Pemberitaan di Inggris tentang Topan Haiyan mendapat respons tinggi dan membuahkan pergerakan sehingga orang benar-benar merasakan dan mengekspresikan rasa solidaritasnya kepada orang-orang yang terkena dampak topan," tutur Brendan.

Pemerintah Inggris pun berjanji untuk mengumpulkan sumbangan publik sampai total 5 juta pound sterling atau sekitar Rp 92 miliar dari perkiraan awal 10 juta pound sterling.

Sejauh ini, prioritas pertama DEC adalah untuk memberikan barang-barang bantuan dan obat-obatan di daerah yang terkena dampak, dan akhirnya mencari solusi yang lebih permanen untuk masalah di daerah bencana itu.

"Kita bisa melakukan hal-hal seperti misalnya memberikan bantuan pendukung untuk penghidupan mereka sehari-hari. Mereka mungkin telah kehilangan mesin jahit atau jaring ikan. Kami akan membantu memberikan barang yang mereka butuhkan, bukan membuat orang tergantung pada bantuan. Tapi untuk membantu mereka kembali 'berdiri' dengan kaki mereka sendiri," tambah Brendan.

Sementara perusahaan Filipina juga melakukan bantuan untuk  melakukan pelayanan masyarakat. Lalu LBC Foundation mengumpulkan sumbangan untuk didistribusikan ke daerah-daerah yang paling terpukul di Filipina.

"Kami sedang mengumpulkan secara gratis dan bermitra dengan Palang Merah yang akan melakukan semua distribusi di Filipina. Jadi kami mendorong perusahaan Filipina untuk menyumbangkan melalui gudang kami atau hubungi kami sehingga kami bisa mengatur penjemputan bantuan," kata Miguel Villa Abrille dari LBC Express Ltd.

Penderitaan masyarakat Filipina pasca-amukan Topan Haiyan di Filipina pada 8 November ternyata menyentuh hati masyarakat luas. Tak sedikit bantuan yang dikirimkan untuk mereka. Baik dari Indonsia maupun beberapa negara lalinnya. Bantuan berupa peralatan sehari-hari, selimut, pakaian, serta logistik pun berdatangan. (Tnt)

Baca Juga:
Obama Ajak Warga AS Bantu Korban Topan Haiyan Filipina