8 Sedekah Jariyah yang Pahalanya Terus Mengalir setelah Meninggal, Bekal Terbaik Akhirat

Sedekah jariyah adalah sedekah yang manfaatnya terus mengalir

Diterbitkan 09 Juli 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Saat kematian tiba, maka kesempatan untuk melakukan ibadah, amal dan kebajikan terhenti yang sekaligus menyetop potensi pahala. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui sekaligus mengamalkan sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir sebagai bekal di alam kekal, akhirat.

Secara bahasa, jariyah berarti mengalir. Sedekah jariyah adalah sedekah yang manfaatnya terus mengalir dan digunakan oleh banyak orang dalam jangka waktu yang lama, sehingga pahalanya terus bertambah meskipun pemberinya telah meninggal dunia.

Rasulullah SAW bersabda: "Jika anak cucu Adam mati, maka semua amal perbuatannya terputus kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orangtuanya." (HR. Muslim).

Kebanyakan ulama mengartikan sedekah jariyah sebagai wakaf. Namun Muhammad bin Abdurrahman bin Abdurrahim al-Mubarakfuri dalam kitab Tuhfat al-Ahwadzi mengatakan bahwa arti hadis tentang sedekah jariyah tidak hanya berlaku pada wakaf semata, melainkan pada setiap aktivitas yang manfaatnya berkelanjutan.

Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad dalam kitabnya ‘Asyru Yajrī Tawābuhā Ba‘da al-Mamāt (10 Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir setelah Meninggal) menegaskan bahwa di antara karunia Allah yang agung kepada hamba-hamba-Nya yang beriman adalah Dia menjadikan pintu-pintu kebaikan yang pahalanya terus mengalir setelah kematian.

Merangkum berbagai literatur kredibel, berikut ini adalah ragam sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir setelah seseorang meninggal dunia.

Ragam Sedekah Jariyah yang Pahalanya Terus Mengalir

Berikut adalah penjelasan komprehensif mengenai berbagai bentuk sedekah jariyah berdasarkan dalil-dalil sahih dan penjelasan ulama:

1. Wakaf Tanah dan Bangunan untuk Kepentingan Umum

Wakaf adalah bentuk sedekah jariyah yang paling utama. Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad dalam 10 Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir setelah Meninggal menjelaskan bahwa wakaf tanah dan bangunan untuk kepentingan umum—seperti masjid, rumah sakit, sekolah, dan panti asuhan—termasuk amalan yang pahalanya terus mengalir selama manfaatnya masih dirasakan.

Rasulullah bersabda: "Barang siapa membangun masjid karena mengharap wajah Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hal ini berdasar firman Allah SWT: "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261)

2. Membangun dan Memakmurkan Masjid

Membangun masjid adalah salah satu amalan yang disebutkan secara khusus dalam hadis tentang amal jariyah. Dalam riwayat dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah bersabda: "Tujuh amalan yang pahalanya terus mengalir kepada hamba setelah kematiannya... [5] membangun Masjid." (HR. Al-Bazzar, dihasankan Al-Albani)

Masjid adalah tempat paling dicintai Allah. Setiap kali seseorang shalat, berzikir, membaca Al-Qur'an, atau menuntut ilmu di masjid tersebut, pahala mengalir kepada orang yang membangunnya. Demikian pula merenovasi, membersihkan, dan menyediakan fasilitas masjid termasuk dalam kategori ini.

3. Mengalirkan Air (Membangun Sumur, Sungai, atau Saluran Air)

Memberi air minum adalah sedekah yang sangat agung. Rasulullah bersabda: "Sebaik-baik sedekah adalah memberi air minum." (HR. Ahmad, No. 16327)

Dalam hadis riwayat Al-Bazzar, disebutkan: "Tujuh amalan yang pahalanya terus mengalir... [2] menggali sungai, [3] menggali sumur."

Mengalirkan air mencakup membuat sumur, memasang pipa air ke daerah yang membutuhkan, menyediakan dispenser air minum di tempat umum, atau membangun saluran irigasi untuk pertanian. Selama air itu diminum manusia, disiramkan ke tanaman, atau diminum hewan ternak, pahala terus mengalir.

4. Menanam Pohon dan Bertani

Menanam pohon yang bermanfaat adalah sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir. Rasulullah bersabda:

"Tiada seorang Muslim yang menanam pohon atau tumbuhan lalu dimakan oleh seseorang, hewan ternak, atau apapun itu, melainkan ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya." (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain: "Tiada seorang Muslim yang menanam pohon atau menebar bibit tanaman, lalu dimakan oleh burung atau manusia, melainkan ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya." (HR. Bukhari)

Selama pohon masih berdiri dan memberikan manfaat—baik buahnya dimakan, daunnya digunakan, atau sekadar menjadi penyerap polusi dan pembersih udara—pahala terus mengalir kepada penanamnya.

5. Mewariskan dan Menyebarkan Mushaf Al-Qur'an

Mewariskan mushaf Al-Qur'an—baik dengan mencetak, membeli, dan mewakafkannya ke masjid atau lembaga pendidikan—termasuk amal jariyah. Dalam hadis riwayat Al-Bazzar: "Tujuh amalan yang pahalanya terus mengalir... [6] mewariskan Mushhaf (Al-Qur'an)."

Setiap kali seseorang membaca, mentadaburi, atau mengamalkan kandungan Al-Qur'an dari mushaf yang diwakafkan, pahala mengalir kepada orang yang mewariskannya.

6. Mengajarkan Ilmu yang Bermanfaat

Mengajarkan ilmu adalah tugas para nabi dan amalan yang pahalanya terus mengalir. Dalam hadis riwayat Al-Bazzar disebutkan: "Tujuh amalan yang pahalanya terus mengalir... [1] mengajarkan ilmu."

Ilmu yang diajarkan—baik melalui pengajaran langsung, buku, rekaman kajian, atau platform digital—akan terus memberikan manfaat selama ilmu itu diamalkan. Syaikh Al-Abbad menjelaskan bahwa seorang ulama yang telah meninggal, buku-buku dan karya-karyanya tetap hidup dan dimanfaatkan oleh generasi setelahnya.

7. Meninggalkan Anak Saleh yang Mendoakan

Anak saleh yang terus mendoakan orang tuanya adalah salah satu bentuk sedekah jariyah. Rasulullah bersabda: "Tujuh amalan yang pahalanya terus mengalir... [7] meninggalkan anak yang memohonkan ampunan baginya setelah kematiannya." (HR. Al-Bazzar)

Penjelasan: Doa anak saleh adalah amalan yang terus mengalir pahalanya bagi orang tua, baik semasa hidup maupun setelah meninggal. Bahkan, meskipun sang anak tidak secara khusus mendoakan, orang tua tetap mendapat pahana atas amal baik yang dilakukan sang anak, sebab anak menjadi saleh berkat didikan mereka.

8. Sedekah Jariyah dalam Bentuk Lainnya

Syaikh Al-Abbad dalam kitabnya juga menyebutkan bentuk-bentuk sedekah jariyah lainnya, seperti:

• Mewakafkan buku-buku agama dan ilmu pengetahuan untuk penuntut ilmu

• Membuat dan menyebarkan buku digital serta aplikasi bermanfaat

• Membangun fasilitas umum yang bermanfaat bagi masyarakat

• Menyumbangkan dana untuk pendidikan dan dakwah

Hikmah Sedekah Jariyah bagi Muslim

1. Investasi Akhirat yang Berkelanjutan

Sedekah jariyah adalah investasi pahala yang tidak pernah berhenti. Selama manfaatnya masih dirasakan orang lain, pahala terus mengalir meskipun pelakunya telah tiada.

2. Benteng dari Siksa Kubur Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya sedekah itu benar-benar dapat memadamkan panasnya siksa kubur." Sedekah jariyah menjadi penerang dan pelindung di alam barzakh.

3. Memberatkan Timbangan Kebaikan

Setiap kebaikan yang dilakukan orang lain akibat sedekah jariyah kita akan menambah berat timbangan amal kebaikan kita di hari kiamat.

4. Menjadi Jembatan Silaturahmi dan Kepedulian Sosial

Sedekah jariyah mendorong kepedulian terhadap sesama dan membangun infrastruktur sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

5. Mendapatkan Keberkahan dan Keluasan Rezeki

Allah melipatgandakan pahala bagi orang yang bersedekah, serta membuka pintu rezeki dan keberkahan dalam hidupnya.

 

Pertanyaan Seputar Sedekah Jariyah

1. Apa yang dimaksud dengan sedekah jariyah?

Sedekah jariyah adalah sedekah yang manfaatnya terus mengalir dan digunakan oleh banyak orang dalam jangka waktu yang lama, sehingga pahalanya terus bertambah meskipun pemberinya telah meninggal dunia. Contohnya adalah wakaf tanah, membangun masjid, menggali sumur, dan menanam pohon.

2. Apa perbedaan sedekah biasa dengan sedekah jariyah?

Perbedaan utamanya terletak pada keberlanjutan manfaatnya. Sedekah biasa manfaatnya bersifat sekali pakai atau terbatas, sedangkan sedekah jariyah manfaatnya berkelanjutan dan terus dirasakan oleh banyak orang dalam waktu yang lama.

3. Apakah wakaf termasuk sedekah jariyah?

Ya, wakaf adalah bentuk sedekah jariyah yang paling utama. Bahkan kebanyakan ulama menjelaskan bahwa sedekah jariyah yang dimaksud dalam hadis adalah wakaf. Namun, sedekah jariyah tidak terbatas pada wakaf saja, melainkan mencakup semua aktivitas yang manfaatnya berkelanjutan.

4. Bagaimana cara agar sedekah kita menjadi sedekah jariyah?

Agar sedekah menjadi jariyah, pastikan sedekah tersebut memberikan manfaat yang berkelanjutan dan terus dirasakan oleh orang lain dalam jangka panjang. Contohnya: mewakafkan tanah untuk masjid atau sekolah, membangun sumur, menanam pohon, mencetak mushaf Al-Qur'an, atau mengajarkan ilmu yang bermanfaat.

5. Apakah pahala sedekah jariyah bisa sampai kepada orang yang sudah meninggal?

Ya. Jika seseorang bersedekah jariyah dan pahalanya diniatkan untuk orang yang telah meninggal, maka pahalanya akan sampai kepadanya. Demikian pula, jika orang yang meninggal semasa hidupnya telah melakukan sedekah jariyah, pahalanya terus mengalir kepadanya setelah kematian.