Terobosan Baru, Teknologi Gelombang Suara Dikembangkan untuk Padamkan Api Tanpa Air

Teknologi suara jadi solusi baru. Benarkah bisa padamkan api tanpa alat konvensional?

Diterbitkan 29 April 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, D.C. - Inovasi pemadaman kebakaran berbasis gelombang suara mulai dikembangkan sebagai alternatif ramah lingkungan tanpa penggunaan air maupun bahan kimia. Teknologi ini dinilai berpotensi menjadi solusi baru, khususnya untuk kebakaran skala kecil dan area sensitif.

Perusahaan teknologi Sonic Fire Tech memperkenalkan sistem pemadam api berbasis gelombang infrasonik, yakni suara berfrekuensi sangat rendah yang tidak dapat didengar manusia. Teknologi ini dikembangkan oleh Geoff Bruder, mantan peneliti NASA.

Menurut Bruder, prinsip kerja teknologi ini adalah mengganggu proses pembakaran dengan cara menggetarkan molekul oksigen di sekitar api. “Gelombang suara membuat oksigen tidak stabil dan menjauh dari sumber bahan bakar, sehingga reaksi kimia pembakaran terhenti,” ujarnya, seperti dikutip dari Oddity Central, Rabu (29/4/2026).

Konsep penggunaan gelombang suara untuk memadamkan api sebenarnya telah lama diteliti oleh kalangan akademisi dan lembaga riset, termasuk di Amerika Serikat sejak awal 2000-an. Namun, tantangan utama selama ini adalah meningkatkan skala teknologi tanpa menimbulkan efek kebisingan yang berbahaya.

Pakar proteksi kebakaran dari Worcester Polytechnic Institute, Albert Simeoni, menjelaskan bahwa pengaruh akustik terhadap api sudah dikenal dalam ilmu pembakaran. “Tantangannya adalah bagaimana menerapkannya secara efektif dalam skala besar tanpa efek samping,” ujarnya kepada Scientific American.

Sonic Fire Tech mengklaim telah mengatasi kendala tersebut dengan menggunakan gelombang infrasonik pada frekuensi 20 Hz atau lebih rendah, sehingga tidak menimbulkan gangguan suara bagi manusia. Teknologi ini juga telah diuji oleh San Bernardino Fire Department dalam bentuk perangkat portabel.

Selain itu, perusahaan tengah mengembangkan sistem pemadam otomatis untuk penggunaan rumah tangga, termasuk untuk dapur. Sistem ini diklaim efektif mengatasi kebakaran minyak yang umumnya sulit dipadamkan dengan air.

Perwakilan perusahaan, Remington Hotchkis, menyatakan bahwa metode tradisional seperti sprinkler justru bisa memperburuk kebakaran minyak. “Sistem kami dapat menekan api dan mencegah penyalaan kembali melalui deteksi otomatis,” ujarnya kepada CBS News.

Meski menjanjikan, para peneliti mengakui bahwa teknologi ini saat ini masih terbatas untuk kebakaran kecil dan belum dapat diterapkan pada kebakaran skala besar seperti kebakaran hutan.

Pengembangan lebih lanjut masih diperlukan untuk meningkatkan jangkauan dan efektivitas sistem, namun teknologi ini dinilai sebagai langkah awal menuju metode pemadaman yang lebih bersih dan berkelanjutan.