Tren Fitness 2026, Saat Olahraga Tak Lagi Bisa Disamaratakan

Technogym memperlihatkan bagaimana teknologi dan data mengubah cara orang olahraga.

Diterbitkan 15 September 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara orang olahraga ikut berubah seiring berkembangnya teknologi. Aktivitas fisik kini tidak hanya berfokus pada seberapa lama seseorang berlatih atau seberapa banyak kalori yang terbakar, tapi juga kemampuan memahami kondisi tubuh sebelum menentukan jenis latihan.

Tren tersebut menunjukkan pergeseran menuju olahraga yang lebih personal. Setiap orang memiliki kekuatan, mobilitas, kemampuan, dan kebutuhan fisik berbeda sehingga satu pola latihan tidak selalu memberikan hasil yang sama.

Data kemudian hadir untuk membantu seseorang mengenali kemampuan tubuh dan menentukan strategi latihan secara lebih terarah. Ketika memahami kondisi tubuh dengan data yang objektif, Anda dapat membuat keputusan latihan yang lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan.

Perubahan pendekatan itu jadi salah satu hal yang ditampilkan TECHNOGYM dalam Indonesia Sports Summit 2026. Ajang tiga hari tersebut, yang berlangsung di Jakarta pada 11, 12, dan 13 September 2026, mempertemukan berbagai pihak yang berperan dalam perkembangan industri olahraga Indonesia.

TECHNOGYM menghadirkan dua area khusus, yakni Technogym Performance Lab dan Technogym Arena, sebagaimana terlihat pada Jumat, 11 September 2026. Kedua area tersebut memperlihatkan rangkaian pengalaman yang menghubungkan pengukuran kondisi fisik, latihan, teknologi, dan komunitas olahraga.

Technogym Performance Lab mengajak pengunjung mengenali kondisi fisik sebelum memulai latihan. Pengunjung dapat mencoba Technogym Checkup dan Biostrength REV untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan tubuh.

Biostrength REV menggabungkan pengukuran kekuatan berbasis riset dengan teknologi latihan. Perangkat tersebut membantu mengukur dan memantau performa melalui sejumlah aspek, termasuk kekuatan, power, dan rentang gerak.

 

Berbasis Data

Pendekatan berbasis data memberikan gambaran yang lebih terukur mengenai kemampuan seseorang. Pengguna dapat mengenali bagian tubuh yang menjadi keunggulan sekaligus menemukan aspek yang masih membutuhkan peningkatan.

Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan strategi latihan yang lebih sesuai. Pengalaman di Performance Lab juga mencakup running assessment dan latihan kekuatan. Program tersebut membantu peserta memahami pola gerakan tubuh serta kaitannya dengan performa saat melakukan aktivitas fisik.

Perkembangan ini ikut mengubah cara masyarakat memandang olahraga. Latihan tidak lagi hanya berkaitan dengan target fisik seperti membangun otot atau meningkatkan daya tahan. Pemahaman terhadap kemampuan tubuh menjadi bagian penting dalam menentukan tujuan dan metode latihan.

 

Technogym Arena

Technogym Arena menghadirkan sisi lain dari pengalaman tersebut melalui berbagai aktivitas. Pengunjung dapat mengikuti kelas fitness, sesi latihan atlet, serta kegiatan yang berfokus pada performa. Jennifer Bachdim, Brand Ambassador Technogym Indonesia, turut memandu kelas Workout With Jenn di area tersebut.

Area Performance Lab juga mendapat kunjungan dari mantan Olympian Angkat Besi Indonesia. Ia mencoba Technogym Wellness Assessment untuk memperoleh gambaran lebih menyeluruh mengenai kondisi dan performa fisiknya.

Kehadiran atlet dan masyarakat dalam satu ekosistem memperlihatkan bahwa pendekatan berbasis data tidak hanya relevan bagi atlet profesional. Komunitas fitness dan masyarakat yang menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas juga dapat memanfaatkannya untuk memahami kebutuhan tubuh masing-masing.

 

Tak Hanya Bergantung pada Teknologi

Teknologi pun tidak berdiri sendiri dalam pendekatan tersebut. Data menjadi alat untuk memberikan gambaran yang lebih objektif, sementara panduan ahli membantu menerjemahkan informasi tersebut menjadi keputusan latihan.

Kombinasi keduanya membuat aktivitas fisik dapat dirancang berdasarkan kondisi individu, bukan sekadar mengikuti pola yang sama. Di Indonesia, TECHNOGYM terus mengembangkan pendekatan yang menghubungkan teknologi, data, dan wawasan latihan dengan kebutuhan masyarakat.

Dukungan tersebut mencakup latihan performa, running assessment, fitness untuk aktivitas sehari-hari, serta berbagai kegiatan yang mendorong masyarakat bergerak lebih terarah. Perubahan itu menandai babak baru dalam gaya hidup aktif.

Olahraga semakin bergeser dari aktivitas yang hanya mengejar intensitas menuju kebiasaan yang mempertimbangkan kondisi dan tujuan personal. Tren fitness 2026 akhirnya tidak hanya berbicara tentang bergerak lebih banyak, namun juga memahami bagaimana tubuh bekerja agar setiap latihan memiliki arah yang lebih jelas.