10 Cara Membuat Bawang Merah Berumbi Besar agar Hasil Panen Lebih Maksimal

Cara membuat bawang merah berumbi besar dapat dilakukan dengan memilih bibit sehat, memberi nutrisi tepat, mengatur air, dan memastikan cukup sinar matahari.

Diterbitkan 15 September 2026, 12:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat bawang merah berumbi besar menjadi salah satu hal yang penting diperhatikan, terutama bagi orang yang menanamnya untuk mendapatkan hasil panen melimpah. Ukuran umbi tidak hanya ditentukan oleh varietas, tetapi juga dipengaruhi kualitas bibit, kondisi tanah, pemupukan, air, dan perawatan selama pertumbuhan.

Bawang merah sebenarnya bisa ditanam di lahan maupun dalam wadah seperti pot dan polybag. Dengan perawatan yang tepat, tanaman dapat tumbuh subur dan membentuk umbi yang lebih optimal. Lantas, apa saja yang perlu dilakukan agar umbi bawang merah tidak kecil saat dipanen? Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Selasa (15/9/2026). 

1. Pilih Bibit Bawang Merah yang Berkualitas

Langkah pertama untuk mendapatkan umbi besar adalah memilih bibit yang sehat. Gunakan umbi yang tidak busuk, tidak berjamur, tidak memiliki luka, dan berasal dari tanaman yang pertumbuhannya baik.

Ukuran bibit juga sebaiknya relatif seragam. Bibit yang sehat akan lebih mudah tumbuh dan membentuk perakaran yang kuat sejak awal penanaman.

2. Gunakan Media Tanam yang Gembur

Tanah yang terlalu padat dapat menghambat perkembangan akar dan pembentukan umbi. Karena itu, bawang merah sebaiknya ditanam pada media yang gembur dan memiliki drainase baik.

Untuk penanaman di pot atau polybag, media dapat menggunakan campuran tanah, kompos atau pupuk kandang matang, serta bahan yang membantu memperbaiki porositas tanah.

Media yang tidak mudah tergenang membuat akar mendapatkan cukup udara sekaligus mengurangi risiko umbi membusuk.

3. Pastikan Tanaman Mendapat Sinar Matahari

Bawang merah membutuhkan cahaya matahari yang cukup untuk mendukung pertumbuhan. Tempatkan tanaman di lokasi yang terbuka dan mendapatkan sinar matahari langsung.

Kurangnya cahaya dapat membuat pertumbuhan tanaman kurang optimal. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi proses pembentukan dan pembesaran umbi.

4. Atur Jarak Tanam agar Umbi Tidak Saling Berdesakan

Jangan menanam bawang merah terlalu rapat. Tanaman yang terlalu berdekatan akan lebih banyak bersaing mendapatkan air, nutrisi, cahaya, dan ruang untuk berkembang.

Jarak tanam yang sesuai membantu setiap tanaman mendapatkan ruang yang cukup sehingga pembentukan umbi dapat berlangsung lebih optimal.

5. Berikan Pupuk Secara Tepat

Pemupukan perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi media tanam. Nutrisi yang cukup membantu tanaman membentuk daun dan kemudian mengembangkan umbi.

Hindari memberikan pupuk secara berlebihan dengan harapan umbi menjadi lebih besar. Dosis yang tidak tepat justru dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Penggunaan pupuk organik matang dapat membantu memperbaiki kondisi tanah, sedangkan pupuk tambahan dapat diberikan sesuai kebutuhan dan fase pertumbuhan tanaman.

6. Jangan Sampai Tanaman Kekurangan Air

Air sangat dibutuhkan terutama pada fase awal pertumbuhan. Namun, bawang merah juga tidak menyukai kondisi media yang terus-menerus tergenang.

Siram tanaman secukupnya dan perhatikan kondisi tanah. Media yang lembap tetapi tidak becek menjadi salah satu kondisi yang perlu dijaga agar akar dapat berkembang dengan baik.

7. Kurangi Penyiraman Menjelang Panen

Ketika tanaman mulai mendekati masa panen, kebutuhan air perlu diperhatikan kembali. Penyiraman yang terlalu banyak ketika umbi sudah berkembang dapat membuat kondisi tanah terlalu basah.

Pengaturan air pada fase akhir juga penting karena bawang merah membutuhkan kondisi yang mendukung proses pematangan umbi.

8. Bersihkan Gulma di Sekitar Tanaman

Gulma dapat menjadi pesaing bawang merah dalam mendapatkan air dan unsur hara. Jika dibiarkan, gulma juga dapat membuat area sekitar tanaman terlalu rimbun dan kurang terawat.

Cabut gulma secara rutin dengan hati-hati agar tidak merusak akar maupun umbi bawang merah yang sedang berkembang.

9. Periksa Tanaman dari Gangguan Hama dan Penyakit

Daun yang berubah warna, layu, berlubang, atau menunjukkan gejala tidak normal perlu segera diperiksa. Gangguan hama dan penyakit dapat menghambat pertumbuhan tanaman jika tidak ditangani.

Pemantauan secara rutin lebih baik dilakukan daripada menunggu tanaman mengalami kerusakan parah. Pastikan pula area penanaman tidak terlalu lembap dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

10. Panen Saat Umbi Sudah Matang

Ukuran umbi yang besar tidak akan maksimal jika tanaman dipanen terlalu cepat. Perhatikan tanda-tanda tanaman sudah memasuki fase panen, seperti daun yang mulai menguning, layu, dan sebagian rebah.

Setelah dicabut, bawang merah juga perlu dikeringkan dengan baik agar kualitas umbi tetap terjaga dan lebih tahan disimpan.

Rahasia Utamanya Ada pada Perawatan Sejak Awal

Jika ingin mendapatkan bawang merah dengan ukuran umbi lebih besar, jangan hanya berfokus pada pupuk. Cara membuat bawang merah berumbi besar perlu dilakukan sejak pemilihan bibit hingga menjelang panen.

Bibit sehat, media tanam gembur, sinar matahari cukup, jarak tanam tidak terlalu rapat, pemberian nutrisi yang tepat, serta pengaturan air merupakan beberapa faktor yang perlu diperhatikan secara bersamaan.

Dengan perawatan yang konsisten, tanaman memiliki kondisi yang lebih baik untuk membentuk dan mengembangkan umbi secara maksimal.

Pertanyaan dan Jawaban seputar Cara Membuat Bawang Merah Berumbi Besar

1. Apa yang membuat umbi bawang merah menjadi besar?

Ukuran umbi dipengaruhi oleh varietas, kualitas bibit, kesuburan tanah, ketersediaan air, sinar matahari, pemupukan, dan perawatan tanaman.

2. Apakah bawang merah bisa ditanam di polybag?

Bisa. Bawang merah dapat ditanam di polybag selama wadah memiliki ukuran yang sesuai, media tanam gembur, drainase baik, dan tanaman mendapatkan cukup sinar matahari.

3. Apakah pupuk banyak bisa membuat bawang merah semakin besar?

Tidak selalu. Pupuk yang diberikan secara berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan. Pemupukan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi media.

4. Mengapa bawang merah yang ditanam memiliki umbi kecil?

Umbi kecil dapat disebabkan oleh bibit kurang berkualitas, tanaman kekurangan nutrisi atau cahaya, jarak tanam terlalu rapat, penyiraman tidak tepat, maupun gangguan hama dan penyakit.

5. Kapan bawang merah sebaiknya dipanen?

Bawang merah dipanen ketika tanaman menunjukkan tanda kematangan, antara lain daun mulai menguning dan rebah serta umbi sudah terbentuk dengan baik. Waktu panen dapat berbeda sesuai varietas dan kondisi budidaya.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6