Jaga Efisiensi Energi, Industri di Indonesia Perlu Teknologi Perlindungan Aset

Kebutuhan teknologi perlindungan aset di industri Indonesia makin meningkat demi menjaga efisiensi energi dan menghadapi paparan suhu ekstrem.

Diterbitkan 10 September 2026, 19:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Industri di Indonesia semakin membutuhkan teknologi yang mampu memperpanjang masa pakai aset sekaligus menjaga efisiensi energi. Kebutuhan ini mendesak mengingat peralatan industri kerap beroperasi di tengah paparan suhu ekstrem, abrasi, erosi, hingga benturan.

Head of Infrastructure Protection & Repair APAC Henkel Adhesive Technologies, Hugo Quintanilla, mengatakan bahwa perlindungan aset menjadi bagian krusial dalam menjaga keberlanjutan operasional industri.

“Kebutuhan akan solusi yang mampu memperpanjang masa pakai aset dan meningkatkan efisiensi energi menjadi semakin penting,” ujar Hugo di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Menurut Hugo, pengembangan teknologi perlindungan dan perbaikan diarahkan untuk mempertahankan keandalan peralatan tanpa harus mengubah pola operasional secara drastis. Teknologi ini mencakup pemeliharaan, perbaikan, hingga perlindungan dari korosi jangka panjang.

“Semua teknologi ini dirancang untuk membantu melindungi aset industri yang beroperasi di lingkungan dengan kondisi berat, termasuk paparan suhu ekstrem, abrasi, erosi, dan benturan,” kata Hugo.

 

Sasar Sektor Tambang hingga Migas

Kebutuhan memperpanjang masa pakai aset terutama berkaitan erat dengan sektor yang menggunakan peralatan berat secara intensif, seperti ketenagalistrikan, pertambangan, minyak dan gas (migas), serta infrastruktur. Selain menekan risiko kerusakan, perlindungan aset juga berbanding lurus dengan upaya industri dalam meningkatkan efisiensi energi.

Melalui pemeliharaan dan perbaikan yang tepat, perusahaan dapat mempertahankan keandalan peralatan selama masa operasinya, sekaligus meminimalkan dampak benturan maupun risiko korosi.

“Upaya memperpanjang masa pakai aset ini akan selalu berjalan berdampingan dengan kebutuhan industri dalam meningkatkan efisiensi energi secara berkelanjutan,” pungkas Hugo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6