Peter Schiff Kembali Serang Bitcoin: Bukan Aset Nyata

Peter Schiff kembali mengkritik Bitcoin. Ia menilai Bitcoin bukan aset nyata, bukan lindung nilai inflasi, dan bahkan terancam oleh AI.

Diterbitkan 31 Agustus 2026, 18:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Investor emas sekaligus kritikus Bitcoin, Peter Schiff, kembali menyampaikan pandangan negatif terhadap aset kripto terbesar di dunia tersebut.

Schiff menilai Bitcoin tidak bisa disamakan dengan aset investasi tradisional seperti emas, saham, dan properti. Menurut dia, karakter Bitcoin berbeda karena tidak memiliki bentuk aset nyata seperti ketiga instrumen tersebut.

Pernyataan Schiff muncul setelah analis kripto Quinten Francois membandingkan ukuran pasar Bitcoin dengan sejumlah aset investasi lainnya.

"Emas kira-kira 20 kali lebih besar daripada Bitcoin," tulis Francois dikutip dari U.Today, Senin (31/8/2026). 

"Ekuitas global kira-kira 100 kali lebih besar. Real estat global lebih dari 250 kali lebih besar," tambah dia.

Artinya, Francois sedang menunjukkan bahwa nilai pasar emas, saham global, dan properti dunia jauh lebih besar dibandingkan Bitcoin.

Namun, Schiff tidak setuju jika perbandingan tersebut digunakan untuk menjelaskan nilai Bitcoin.

"Bitcoin bukan aset nyata sehingga nilainya tidak memiliki hubungan dengan emas, ekuitas, atau real estat," tulis Schiff.

"Mengapa otak Anda tidak bisa memahami hal itu?"

Bagi investor pemula, perbedaan ini penting dipahami. Bitcoin merupakan aset digital, sedangkan emas merupakan komoditas fisik yang sudah lama digunakan sebagai aset investasi.

Perdebatan mengenai nilai Bitcoin kemudian berlanjut pada persoalan lain, yakni apakah Bitcoin bisa digunakan untuk melindungi kekayaan ketika inflasi meningkat.

Bitcoin Bukan Pelindung Inflasi?

 Salah satu alasan sebagian investor membeli Bitcoin adalah keyakinan bahwa aset tersebut bisa menjadi lindung nilai terhadap inflasi.

Sederhananya, lindung nilai inflasi berarti memiliki aset yang diharapkan dapat membantu mempertahankan nilai kekayaan ketika harga barang dan jasa terus naik.

Namun, Peter Schiff tidak sependapat dengan pandangan tersebut.

"Saya tidak berpikir Bitcoin adalah lindung nilai terhadap inflasi," tulisnya pada 21 Agustus.

Schiff mengakui ada investor yang menganggap Bitcoin dapat melindungi kekayaan dari inflasi. Tetapi, ia menilai pandangan itu keliru.

"Saya mencatat bahwa orang lain berpikir demikian. Mereka salah," tulis Schiff.

Sebagai gantinya, Schiff menyarankan investor memilih emas atau perak.

"Orang-orang yang memilih inflasi daripada emas atau perak membuat pilihan yang salah," katanya.

Schiff juga menanggapi anggapan bahwa dirinya telah kehilangan kesempatan memperoleh keuntungan karena tidak membeli Bitcoin sejak awal.

"Ya, saya bisa menghasilkan banyak uang dengan Bitcoin," tulis Schiff. "Tapi itu berita lama."

Menurut dia, dalam beberapa tahun terakhir keputusannya tidak memiliki Bitcoin justru menguntungkan.

"Selama sekitar lima tahun terakhir, saya lebih baik tidak memiliki Bitcoin," katanya.

Ia kemudian mengkritik investor yang memilih menahan Bitcoin dalam jangka panjang.

"Justru para HODLer Bitcoin yang kehilangan banyak uang karena tidak menjual!" katanya.