AS Dilaporkan Cegat Tiga Kapal Tanker Minyak Iran di Perairan Asia

Apa saja kapal-kapal yang dicegat AS dan di mana posisi mereka? Berikut ulasannya.

Diterbitkan 23 April 2026, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Militer Amerika Serikat (AS) telah mencegat setidaknya tiga kapal tanker berbendera Iran di perairan Asia dan mengalihkan mereka dari posisi di dekat India, Malaysia, dan Sri Lanka. Demikian menurut sumber pelayaran dan keamanan pada Rabu (22/4/2026).

Menurut dua sumber pelayaran dari AS dan India serta dua sumber keamanan maritim Barat kepada Reuters, dalam beberapa hari terakhir, AS juga telah mengalihkan setidaknya tiga kapal tanker minyak berbendera Iran lainnya. Militer AS tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai kabar pencegatan tersebut. Demikian seperti dikutip dari laporan CNA.

Kapal-kapal yang dicegat tersebut mencakup supertanker berbendera Iran Dorena, yang membawa 2 juta barel minyak mentah dan terakhir terlihat di lepas pantai India bagian selatan lebih dari tiga hari lalu. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan dalam unggahan di X bahwa Dorena kini berada di bawah pengawalan kapal perusak Angkatan Laut AS di Samudra Hindia setelah mencoba melanggar blokade.

Kapal lainnya adalah Sevin, tanker berbendera Iran dengan kapasitas maksimum 1 juta barel yang membawa sekitar 65 persen muatannya. Menurut data pelacakan kapal, kapal ini terakhir terlihat di lepas pantai Malaysia sebulan lalu.

Selain itu, supertanker Deep Sea yang berbendera Iran, yang sebagian terisi minyak mentah, juga termasuk di antara kapal yang dialihkan. Kapal ini terakhir terdeteksi melalui transponder pelacakan publik di lepas pantai Malaysia sekitar sepekan lalu.

Sumber pelayaran menyebut pula bahwa kapal tanker Derya berbendera Iran kemungkinan turut dicegat. Kapal itu tidak sempat menurunkan minyaknya di India karena izin dari AS untuk membeli minyak Iran sudah berakhir pada Minggu (19/4) dan menurut data MarineTraffic terakhir terlihat di lepas pantai barat India pada Jumat.

CENTCOM menyatakan bahwa sejak dimulainya blokade terhadap kapal yang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran, pasukan AS telah mengarahkan 29 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan.

Blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap perdagangan Iran berlangsung di tengah konflik yang telah berjalan hampir dua bulan sejak Trump dan Israel memulai perang terhadap Iran. Selama periode tersebut, Iran juga menembaki kapal-kapal untuk mencegah mereka melintasi Selat Hormuz, jalur perairan di pintu masuk Teluk Timur Tengah.

Penutupan Selat Hormuz telah mengganggu pasokan sekitar seperlima minyak dan gas dunia serta memicu krisis energi global. Hingga kini, hanya sedikit tanda bahwa perundingan damai akan segera dilanjutkan di tengah gencatan senjata yang tidak stabil.

Iran sendiri menyatakan telah menangkap dua kapal kontainer yang berusaha keluar dari Teluk melalui Selat Hormuz pada Rabu setelah menembaki kapal-kapal tersebut dan satu kapal lainnya. Insiden ini menjadi penyitaan pertama oleh Iran sejak perang dimulai.

Seorang sumber keamanan maritim menyatakan bahwa militer AS berupaya menargetkan kapal-kapal Iran di luar Selat Hormuz, yaitu di perairan terbuka, untuk menghindari risiko ranjau laut selama operasi berlangsung.