Supir Bus di Liverpool Intimidasi Siswi Berusia 12 Tahun hingga Trauma

Bagaimana supir bus tersebut membuat seorang siswi sekolah mengalami trauma?

Diterbitkan 21 Januari 2026, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, London - Seorang siswi berusia 12 tahun dilaporkan mengalami ketakutan untuk kembali menggunakan transportasi umum usai terlibat insiden dengan seorang pengemudi bus. Pelajar tersebut diduga menerima bentakan dan disalahkan oleh supir layanan Arriva setelah kendaraan besar itu menabrak sebuah mobil van yang sedang berhenti.

Mengutip laporan Mirror, Raby (21/1/2026), ibu korban, Kirsty Holland (42), mengungkapkan bahwa putrinya, Lyssa Storey, kini merasa "sangat ketakutan" menaiki bus akibat intimidasi yang dialaminya dalam peristiwa tersebut.

Peristiwa berlangsung pada 9 Januari di luar Lord Derby Academy, Huyton, Merseyside. Lyssa, yang merupakan siswi kelas delapan, bermaksud pulang ke rumah usai menyelesaikan pelajaran lebih awal. Ia menunggu layanan bus nomor sembilan tujuan Liverpool di halte Jalan Seel yang dijadwalkan tiba pukul 14.55 waktu setempat.

Berdasarkan keterangan Kirsty Holland, keberadaan sebuah van dan dua mobil yang parkir di area pemberhentian memaksa putrinya berdiri di badan jalan untuk memberi tanda agar kendaraan umum tersebut berhenti. Bus yang dilaporkan datang terlambat sekitar 15.10 lantas menabrak van yang berada di halte.

Menurut sang ibu, pengemudi justru menimpakan kesalahan tabrakan tersebut kepada Lyssa. "Dia (supir) meneriakinya dan mengatakan itu salahnya. Perlakuan tersebut membuatnya ketakutan, dia tidak ingin pergi ke sekolah karena supir itu meneriakinya. Situasi itu membuatnya sangat takut dan tidak nyaman," ujar Holland mengutip laporan Liverpool Echo.

 

 

 

Perubahan Rute dan Respons Operator

Kejadian tersebut berdampak signifikan pada mental Lyssa. Ia kini menolak menggunakan rute perjalanan yang sama dan terpaksa menempuh jalur memutar.

"Lyssa tidak mau lagi naik rute pulang itu dan sekarang harus mengambil jalan yang lebih panjang, yang menambah waktu perjalanannya sekitar setengah jam. Hal tersebut mengkhawatirkan bagi orang tua, saya ingin tahu putri saya yang berusia 12 tahun pulang dengan selamat," tegas Holland. 

Ia menambahkan, "Dia (supir) benar-benar mengintimidasinya."

Menanggapi laporan tersebut, pihak Arriva menyatakan bahwa proses penyelidikan tengah berjalan. Pengemudi yang terlibat dalam insiden itu juga telah dipanggil untuk menghadiri pertemuan guna