Pengangguran Inggris Tembus 1,8 Juta, Kasus PHK Melonjak

Inggris catat 1,8 juta pengangguran dan lonjakan PHK hingga 114 ribu kasus.

Diterbitkan 16 September 2026, 11:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tingkat pengangguran di Inggris Raya mencapai 4,9% pada periode Mei hingga Juli 2026. Angka ini naik 0,2 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut data resmi yang dirilis Selasa (15/9/2026) waktu setempat.

Mengutip Anadolu, Rabu (16/9/2026), Kantor Statistik Nasional (ONS) melaporkan bahwa jumlah pengangguran berusia 16 tahun ke atas mencapai 1,8 juta orang, bertambah 83.000 orang secara tahunan.

Sementara itu, perkiraan tingkat penyerapan tenaga kerja di Inggris Raya turun 0,1 poin persentase dalam setahun terakhir menjadi 75,1% pada kuartal terbaru.

Meski persentasenya turun, jumlah total masyarakat bekerja berusia 16 tahun ke atas justru meningkat 243.000 orang dibanding tahun sebelumnya, sehingga kini menyentuh angka 34,5 juta orang.

Di sisi lain, tingkat ketidakaktifan ekonomi (economic inactivity rate) untuk penduduk kelompok usia 16 hingga 64 tahun turun 0,1 poin persentase, baik secara tahunan maupun kuartalan, menjadi 20.9%.

Secara keseluruhan, jumlah warga yang tergolong tidak aktif secara ekonomi berada di angka 9,1 juta orang, atau bertambah 12.000 orang dalam setahun.

Data tersebut juga mencatat adanya peningkatan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang kini menyentuh 114.000 kasus, naik 10.000 kasus dibanding tahun lalu.

Jumlah Pengangguran Indonesia Turun Jadi 7,22 Juta Orang

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran terbuka mencapai 7,22 juta orang per Mei 2026. Angka itu mengalami penurunan dari jumlah pengangguran pada Februari 2026.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud menerangkan turunnya angka pengangguran itu seiring dengan peningkatan jumlah angkatan kerja yang bekerja per Mei 2026.

"Angkatan kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja menjadi pengangguran yaitu sebanyak 7,22 juta orang atau turun sekitar 24.000 orang dibandingkan bulan Februari tahun 2026," ucap Edy dalam rilis BPS, Rabu, 5 Agustus 2026.

Dilihat dari tingkat pengangguran terbuka, jumlah 7,22 juta penganggur setara dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,65%. "Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan Februari 2026 yang sebesar 4,68%," katanya.

"Penurunan tingkat pengangguran terbuka ini juga terjadi pada laki-laki, pekerja laki-laki maupun perempuan. Penurunan tingkat pengangguran terbuka juga konsisten terjadi di wilayah perkotaan dan perdesaan," ia menambahkan.

Jumlah Angkatan Kerja

BPS mencatat hingga Mei 2026 ada 220,23 juta penduduk usia kerja. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 689,000 orang jika dibandingkan dengan Februari 2026. Angkatan kerja tercatat mencapai 155,41 juta orang atau bertambah sebesar 497,000 orang.

Kemudian, kategori bukan angkatan kerja mencapai 64,82 juta orang atau meningkat sekitar 191.000 orang. Kemudian dari angkatan kerja tersebut sebanyak 148,19 juta orang diantaranya bekerja. "Jumlah penduduk yang bekerja ini bertambah sebanyak 522.000 orang dibandingkan kondisi di bulan Februari 2026," ujarnya.

Jika dirinci, penduduk yang bekerja terdiri atas bekerja penuh sebanyak 98,98 juta orang atau bertambah 391 ribu orang. Pekerja paruh waktu sebanyak 38,42 juta orang atau meningkat sebanyak 72 ribu orang, serta untuk bekerja setengah pengangguran itu sebanyak 10,79 juta orang atau bertambah sebanyak 59 ribu orang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6