Shenzhen, Jantung Inovasi Teknologi China, Bersiap Menjadi Tuan Rumah KTT APEC 2026

KTT APEC 2026 menandai ketiga kalinya China menjadi tuan rumah, setelah sebelumnya diadakan di Shanghai pada tahun 2001 dan di Beijing pada tahun 2014.

Diterbitkan 04 November 2025, 08:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Pengumuman bahwa Shenzhen akan menjadi tuan rumah Pertemuan Pemimpin Ekonomi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) ke-33 tahun depan menempatkan kota pesisir itu kembali dalam sorotan dunia.

Menurut para pengamat, APEC 2026 akan menjadi ajang untuk menampilkan pesatnya kemajuan dan pencapaian teknologi Shenzhen, sekaligus menunjukkan kontribusi berkelanjutan Tiongkok terhadap kemakmuran bersama di kawasan Asia-Pasifik.

Dari Desa Nelayan ke Kota Global

Shenzhen, kota metropolitan di Provinsi Guangdong, Tiongkok Selatan, telah menjadi pusat reformasi dan keterbukaan Tiongkok selama hampir setengah abad. Dalam 47 tahun terakhir, kota yang dahulu hanya berupa desa nelayan kecil ini telah berubah menjadi simbol keberhasilan liberalisasi ekonomi Tiongkok.

Dai Yonghong, dekan Fakultas Studi Internasional Universitas Shenzhen, menilai bahwa penunjukan Shenzhen sebagai tuan rumah APEC memiliki makna simbolis yang mendalam.

"Shenzhen adalah jendela yang menampilkan model pembangunan Tiongkok, tempat uji coba bagi kebijakan reformasi dan keterbukaan, sekaligus contoh nyata keberhasilan negara ini," ujarnya seperti dikutip dari China Daily.

Ia menambahkan, "Melalui kisah sukses Shenzhen, Tiongkok akan menunjukkan kepada dunia — di forum APEC yang berfokus pada ekonomi dan kerja sama — bagaimana jalan modernisasi khas Tiongkok mampu mendorong kemajuan pesat, terutama bagi negara-negara berkembang."

 

 

Pertumbuhan Ekonomi dan Perdagangan yang Melesat

Pertumbuhan ekonomi Shenzhen mencerminkan transformasi luar biasa. Produk Domestik Bruto (PDB) kota ini melonjak dari hanya 270 juta yuan pada tahun 1980 menjadi 3,68 triliun yuan pada tahun lalu. Pada 2024, nilai total ekspor dan impornya mencapai 4,5 triliun yuan, menjadikan Shenzhen kota dengan perdagangan luar negeri terbesar di Tiongkok.

Perkembangan tersebut dinilai sejalan dengan semangat APEC yang menekankan perdagangan bebas, transformasi digital, dan pertumbuhan berkelanjutan. Sebagai motor utama Kawasan Teluk Besar Guangdong–Hong Kong–Makau, Shenzhen kini menjadi platform penting untuk mendorong bentuk baru globalisasi dan integrasi regional.

Guo Wanda, wakil presiden eksekutif China Development Institute di Shenzhen, mengatakan bahwa vitalitas dan kapasitas inovatif kota ini mencerminkan nilai-nilai utama yang dijunjung APEC.

Pusat Inovasi dan Teknologi Global

Selain menjadi pusat ekonomi, Shenzhen juga dikenal sebagai jantung inovasi teknologi Tiongkok. Kota ini menjadi markas bagi perusahaan-perusahaan teknologi raksasa seperti Huawei, Tencent, BYD, dan DJI — yang menggambarkan tekad Tiongkok untuk mencapai pembangunan berkualitas tinggi dan kemandirian dalam sains serta teknologi.

Sekretaris jenderal International SparkLink Alliance — sebuah organisasi yang mempromosikan teknologi komunikasi nirkabel mutakhir buatan Tiongkok — Zeng Guosong menilai APEC 2026 akan menjadi kesempatan berharga.

"Acara ini akan menarik perhatian dunia pada kemajuan Shenzhen di sektor komunikasi nirkabel," ungkapnya. "Kami menantikan kerja sama dengan mitra internasional dan kesempatan untuk memperkenalkan standar serta visi kami."

Ujian Sekaligus Peluang

Bagi warga Shenzhen, terpilihnya kota mereka menjadi tuan rumah APEC merupakan sumber kebanggaan besar.

"Shenzhen melambangkan keterbukaan, inovasi, dan inklusivitas. Saya sangat berharap bisa menjadi relawan dalam acara tersebut dan turut menyebarkan semangat serta energi pemuda Tiongkok," kata Ding Hui, mahasiswa pascasarjana berusia 22 tahun dari Universitas Pertanian Tiongkok Selatan yang lahir dan besar di Shenzhen.

Menyelenggarakan acara internasional berskala besar seperti APEC akan menjadi ujian sekaligus peluang bagi Shenzhen untuk meningkatkan kemampuan dalam penyelenggaraan konferensi, manajemen kota, dan pertukaran internasional.

"Ini bukan hanya sebuah tonggak sejarah, tetapi juga katalis bagi kemajuan lebih lanjut — meningkatkan reputasi global Shenzhen sekaligus mendorong peningkatan daya saing, infrastruktur, dan kekuatan lunaknya," imbuh Guo.

  • Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    China
  • liputan6
    Kerja sama Ekonomi Asia-Pasifik atau Asia-Pacific Economic Cooperation (#APEC), adalah forum ekonomi 21 negara di Lingkar Pasifik.
    APEC
  • Shenzhen
  • tiongkok