Strategy Setop Beli Bitcoin Setelah Lima Pekan Beruntun, Alihkan Kas ke Saham STRC

Strategy tak beli bitcoin 19–25 Oktober, akhiri lima pekan akuisisi beruntun. Perusahaan beli kembali saham STRC sekitar Rp 3,7 triliun.

Diterbitkan 27 Oktober 2026, 12:31 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan perbendaharaan bitcoin Strategy tidak membeli maupun menjual bitcoin (BTC) sepanjang 19-25 Oktober 2026. Keputusan itu mengakhiri rangkaian akuisisi lima pekan beruntun. Perusahaan mengungkap hal tersebut dalam dokumen 8-K yang mereka ajukan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada Senin, 26 Oktober 2026.

Seiring hal itu, kepemilikan Strategy tetap 848.517 BTC. Aset itu bernilai sekitar US$ 67,9 miliar atau Rp 1.232 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 18.150) dan setara dengan lebih dari 4% total pasokan bitcoin. Demikian mengutip the Block, Selasa (27/10/2026).

Strategy mengumpulkan BTC dengan harga rata-rata US$ 75.446 atau Rp 1,36 miliar per keping dan total biaya sekitar US$ 64 miliar atau Rp 1.161 triliun, sudah termasuk komisi serta biaya lain. Selisih nilai pasar dan biaya perolehan mencapai sekitar US$ 3,9 miliar atau Rp 70,77 triliun, atau sekitar 6% dari modal yang perusahaan keluarkan.

Penyedia indeks MSCI mengumumkan awal bulan ini aturan baru untuk perusahaan “non-operasi”. Aturan itu berpotensi mengeluarkan saham MSTR milik Strategy dari indeks MSCI, dan pengecualian tersebut dapat mempersulit perusahaan menghimpun dana untuk membeli lebih banyak bitcoin.

"Permintaan dari investor indeks yang menurun bisa mendorong harga saham mendekati nilai bitcoin yang mendasarinya, sehingga penjualan saham baru menjadi kurang menarik," ujar Co-founder Neoclassic Capital, Steve Lee.

 

Strategy Beli Saham Preferen

Di sisi lain, Strategy membeli kembali 2,07 juta saham preferen STRC pekan lalu senilai sekitar US$ 204,9 juta atau Rp 3,71 triliun.

Perusahaan mengambil dana transaksi itu dari cadangan USD Cash. Saldo USD Cash tercatat US$ 242,4 juta atau Rp 4,39 triliun per 25 Oktober, sedangkan USD Reserve berada di level US$ 4,83 miliar atau Rp 87,6 triliun. Cadangan tersebut setara sekitar 7% dari nilai kepemilikan bitcoin perusahaan.

Strategy mendominasi 200 perusahaan publik yang menjalankan model akumulasi bitcoin. Metaplanet, Twenty One yang Tether dukung, Strive, dan MARA melengkapi lima besar dengan masing-masing 44.000 BTC, 43.514 BTC, 43.000 BTC, dan 35.577 BTC, menurut data Bitcoin Treasuries. Keempat pesaing itu menguasai total 166.091 BTC. Jumlah tersebut hanya sekitar seperlima dari kepemilikan Strategy.

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.