Emiten BIKE Akuisisi 72% Saham Perusahaan Tambang Batu Bara

PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) membidik 1,5-2,5 juta MT batu bara setelah akuisisi.

Diterbitkan 09 Oktober 2026, 15:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) mengumumkan akuisisi 72% saham perusahaan tambang batu bara yakni PT Berau Usaha Mandiri.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (9/10/2026), PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk menyebutkan, perseroan resmi akuisisi 72% saham PT Berau Usaha Mandiri (BUM) melalui PT Prambanan Nusantara Energi (PNE) anak perusahaan BIKE.

PT Berau Usaha Mandiri (BUM) memiliki area tambang sekitar 500 hektare (ha) di Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur. Dari area yang telah dieksplorasi sekitar 400 ha tercatat cadangan terbukti sekitar 22 juta metrik ton batu bara.

Perseroan menargetkan produksi sekitar 1,5-2,5 juta metrik ton per tahun. Akuisisi ini disebut menjadi bagian dari strategi transformasi dan diversifikasi usaha BIKE di sektor energi.

“Perseroan akan menyampaikan informasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait sesuai dengan perkembangan proyek dan berdasarkan ketentuan keterbukaan informasi serta peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi perseroan sebagai peruashaan tercatat,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Berdasarkan data RTI pada pukul 15.10 WIB, harga saham BIKE menguat 24,78% menjadi Rp 2.140 per saham. Harga saham BIKE dibuka turun 10 poin menjadi Rp 1.705 per saham. Saham BIKE berada di level tertinggi Rp 2.140 dan terendah Rp 1.580 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.105 kali dengan volume perdagangan saham 57.273 saham. Nilai transaksi harian Rp 11,5 miliar.

Penajam Makmur Jaya jadi Pengendali Usai Akuisisi 71,22% Saham BIKE

Sebelumnya, PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE) mengumumkan perubahan kepemilikan saham yang menyebabkan perubahan pengendalian secara langsung terhadap perseroan pada 15 April 2026. Penajam Makmur Jaya membeli 921.500.000 saham BIKE pada pertengahan April 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (18/4/2026), Perseroan menyatakan pada 15 April 2026 telah dilakukan transaksi melalui mekanisme pasar negosiasi di BEI. Transaksi itu seiring ada pengalihan saham perseroan yang dimiliki Andrew Mulyadi kepada PT Penajam Makmur Jaya (pembeli) sebanyak 921.500.000 saham atau setara 71,22% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.

“Dalam transaksi ini penjual dan pembeli tidak memiliki hubungan afiliasi satu sama lain,” demikian seperti dikutip.

Seiring pengalihan transaksi saham itu, pengendali langsung perseroan yang sebelumnya Andrew Mulyadi dan Henry Mulyadi berubah menjadi pembeli.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, pembeli juga akan memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 9/POJK.04/2018 tentang pengambilalihan perusahaan terbuka, termasuk namun tidak terbatas pada pelaksanaan penawaran tender wajib atau mandatory tender offer kepada pemegang saham minoritas dalam perseroan,” demikian seperti dikutip.

Berdasarkan data BEI, pemegang saham Sepeda Bersama Indonesia antara lain Stephen Mulyadi sebesar 20,62%, masyarakat sebesar 3,75%, masyarakat non warkat sebesar 25,03%, Andrew Mulyadi sebesar 25,3%, Henry Mulyadi sebesar 25,3%.