Cerita Hermanto Tanoko di Balik Akuisisi Taman Dayu pada 2023

Pengusaha Hermanto Tanoko menceritakan kisah saat akuisisi Taman Dayu, saat sang istri hendak mengambil foto di kawasan Taman Dayu.

Diterbitkan 11 Oktober 2026, 16:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengusaha sekaligus pendiri Tancorp Group dan Komisaris PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), Hermanto Tanoko, membagikan kisah di balik kepemilikan dan akuisisi kawasan Taman Dayu. Ia bercerita sang istri dahulu pernah dilarang berfoto oleh satpam di tempat tersebut.

Cerita itu disampaikan Hermanto lewat video di akun TikTok pribadinya, @hermantotanoko, yang diunggah pada Kamis, 1 Oktober 2026. Ia mengenang kejadian yang dialami istrinya saat hendak mengambil foto di kawasan tersebut.

"Masa foto enggak boleh? Dulu di sana, terus setelah itu oleh satpamnya enggak boleh. Dilarang, kamu ya?" kata Hermanto dalam videonya, dikutip dari TikTok @hermantotanoko, Minggu (11/10/2026).

Menurut Hermanto, kejadian itu membuat ia akhirnya membeli kawasan tersebut. Pernyataan itu disampaikan dengan gaya berkelakar.

"Makanya emosi, langsung dibeli Taman Dayu-nya. Ini loh, Swiss of Taman Dayu," ujarnya.

Kisah itu juga ia tuangkan dalam caption yang diawali judul "DULU ISTRI SAYA DILARANG FOTO SAMA SATPAM... SEKARANG KAMI BELI TAMAN DAYU!".

Hermanto menyebut peristiwa tersebut sebagai kejadian lucu yang terjadi beberapa tahun lalu. Dalam unggahan itu, ia juga menandai akun istrinya, Sanderawati Joesoef, yakni @sjoesoef.

"Saya jadi teringat kejadian lucu beberapa tahun lalu. Waktu itu istri saya cuma mau foto-foto, eh malah dilarang sama satpamnya," tulis Hermanto.

"Siapa sangka, sekarang tempatnya malah sekalian kami beli! Hahaha!" lanjutnya.

 

 

 

Akuisisi Taman Dayu Rampung pada Desember 2023

 

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 28 Desember 2026, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) mengumumkan pembelian saham PT Taman Dayu dan PT Golf Taman Dayu oleh perseroan pada 27 Desember 2023.

Perseroan menyebutkan berdasarkan akta jual beli saham Nomor 107 pada 27 Desember 2023, perseroan telah membeli saham PT Taman Dayu sebanyak 92.671 saham yang mewakili 44,88% kepemilikan saham PT Taman Dayu dari PT HM Sampoerna Tbk.

Selain itu, berdasarkan akta jual beli saham Nomor 109 pada 27 Desember 2023, perseroan telah membeli saham PT Taman Dayu sebanyak 254 saham yang mewakiliki 0,12% kepemilikan saham pada PT Taman Dayu dari PT Wahana Sampoerna.

“Setelah transaksi pembelian saham, kepemilikan saham perseroan dalam PT Taman Dayu adalah sebesar 45% atau sebanyak 92.925 saham,” demikian seperti dikutip dari keterbukana informasi BEI.

Perseroan juga menyebutkan berdasarkan akta jual beli saham Nomor 103 pada 27 Desember 2023, perseroan telah membeli saham PT Golf Taman Dayu sebanyak 2.614.911 saham yang mewakiliki 3,33% kepemilikan saham pada PT Golf Taman Dayu dari PT Wahana Sampoerna.

Perseroan menyatakan setelah transaksi pembelian saham kepemilikan saham perseroan dalam PT Golf Taman Dayu adalah 3,33% atau sebanyak 2.614.911 saham.

“Tidak ada dampak material dari transaksi tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

 

Masuk Jajaran Orang Terkaya Versi Forbes

Sebelumnya, Pengusaha Wijono dan Hermanto Tanoko dan Keluarga masuk dalam jajaran 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes pada Desember 2024.

Berdasarkan data Forbes, dikutip Sabtu, (6/12/2025), kekayaan Wijono dan Hermanto Tanoko mencapai USD 3,3 miliar atau Rp 55,07 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.690). Wijono dan Hermanto Tanoko berada di posisi ke-20 dari jajaran 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes.

Sumber kekayaan Hermanto Tanoko dan keluarga ini ter-diversifikasi. Wijono dan Hermanto Tanoko mengendalikan Avia Avian, perusahaan cat terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 25%. Perusahaan ini didirikan pada 1978 oleh sang ayah, Soetikno Tanoko.

Kemudian keluarga Wijono dan Hermanto Tanoko ekspansi ke bisnis Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), properti dan ritel. Selanjutnya Wijono dan Hermanto Tanoko membawa perusahaan cat Avia Avian untuk menjadi perusahaan publik pada 2021. Selanjutnya sejumlah perusahaan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berikut sejumlah emiten dari perusahaan Hermanto Tanoko dan keluarga:

PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES)

PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO)

PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)

PT Mega Perintis Tbk (ZONE)

PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK)

PT Avia Avian Tbk (AVIA)

PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO)

PT Penta Valent Tbk (PEVE)

PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI)