Hong Kong Tetapkan Solana Company sebagai Perusahaan Strategis

Hong Kong menetapkan Solana Company (HSDT) sebagai strategic enterprise lewat program OASES dan membuka akses lembaga, talenta, serta mitra lokal.

Diterbitkan 26 Oktober 2026, 19:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Solana Company menjadi satu-satunya perusahaan infrastruktur blockchain yang direkrut OASES pada 2026. Status itu memberi akses ke pemerintah dan talenta global, lalu mendorong rencana validator di Hong Kong.

Mengutip Cointelegraph, Senin, (26/10/2026), Pemerintah Hong Kong menetapkan Solana Company (HSDT), perusahaan tercatat di bursa Nasdaq, sebagai strategic enterprise. Penetapan itu berlangsung dalam program pemerintah yang menarik bisnis pendukung pembangunan ekonomi kota.

Solana Company mengumumkan penetapan tersebut pada Kamis, 22 Oktober 2026. Perusahaan masuk gelombang ketujuh yang dipilih Office for Attracting Strategic Enterprises (OASES). Posisi itu menjadikan Solana Company satu-satunya perusahaan infrastruktur blockchain yang direkrut kantor tersebut sepanjang 2026.

Juru bicara Solana Company menyampaikan kepada Cointelegraph status baru ini membawa keuntungan praktis bagi operasional perusahaan. “Kami mendapat satu titik kontak untuk berurusan dengan seluruh instansi pemerintah dan regulator. Kami juga memperoleh jalur dipercepat untuk merekrut tenaga ahli dari luar negeri dan diperkenalkan kepada mitra institusional lokal,” kata juru bicara tersebut.

Pemerintah Hong Kong mengonfirmasi pekan lalu OASES menambah 18 perusahaan ke dalam program. Jumlah total peserta kini mencapai 142 perusahaan.

Solana Company menjalankan infrastruktur staking dan validator di jaringan Solana. Perusahaan itu juga menasihati lembaga keuangan yang ingin mengadopsi teknologi blockchain. Solana Company menyimpan token Solana (SOL) sebagai bagian strategi treasury aset digitalnya. Strategi tersebut berarti perusahaan mengalokasikan sebagian kas ke aset kripto, dalam hal ini SOL.

 

Bangun Jaringan Infrastruktur Blockchain

Validator bertugas memverifikasi transaksi dan menjaga keamanan jaringan blockchain. Pemegang token menyetor aset ke validator lewat mekanisme staking untuk memperoleh imbalan.

Perusahaan berencana membangun operasi validator di Hong Kong. Rencana tersebut berjalan di bawah Pacific Backbone, inisiatif yang membangun jaringan infrastruktur blockchain berlatensi rendah di kawasan Asia-Pasifik.

Jaringan semacam itu mengurangi jeda pengiriman data antarnode, sehingga transaksi dan validasi berlangsung lebih cepat. Keterangan yang tersedia belum menyebut jadwal peluncuran operasi itu.

Jalur rekrutmen yang dipercepat membantu perusahaan mendatangkan insinyur dan analis yang dibutuhkan untuk operasi validator. Penunjukan sebagai perusahaan strategis memberi Solana Company pijakan resmi untuk mengembangkan bisnis di salah satu pusat keuangan utama Asia.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.