Harga XRP Bisa Meroket 658%, Investor Pantau 3 Katalis Penting Ini

Tiga katalis membuat komunitas kripto menyoroti XRP, mulai dari konferensi Ripple Swell hingga aturan stablecoin AS.

Diterbitkan 26 Oktober 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga XRP diprediksi berpotensi melonjak hingga dua digit atau minimal US$ 10 setelah konferensi tahunan Ripple Swell yang berlangsung pekan ini. Prediksi ini muncul di tengah sejumlah perkembangan regulasi dan infrastruktur aset digital yang berlangsung dalam waktu berdekatan.

Akun Crypto Dyl News (@cryptodylnews) menyampaikan pandangan tersebut melalui platform X. Mengutiip CoinMarketCap, Senin (26/10/2026), ia menilai berbagai perkembangan yang terjadi secara bersamaan menimbulkan dugaan adanya keterkaitan di balik momentum tersebut.

Ia secara khusus menyoroti persetujuan dari Kantor Pengawas Mata Uang Amerika Serikat (Office of the Comptroller of the Currency/OCC) serta peluncuran layanan tokenisasi oleh Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC) pada 28 Oktober 2026.

Berikut pernyataan Crypto Dyl News:

“Saya punya firasat aneh bahwa XRP akan menembus dua digit tepat setelah Ripple Swell pekan depan.

Rasanya seperti sudah diatur.

Semuanya ‘kebetulan’ terjadi bersamaan?

Persetujuan OCC dan sekarang DTCC pada 28 Oktober...

Ada sesuatu yang sedang terjadi di sini... Halloween kali ini sepertinya akan menarik.”

Jika mencapai US$ 10, XRP harus mengalami kenaikan sekitar 658 persen dari harga yang disebutkan dalam laporan tersebut, yakni US$ 1,32.

Meski demikian, prediksi tersebut masih berupa spekulasi komunitas kripto, bukan kepastian pergerakan harga.

 

Ripple Swell dan Peluncuran DTCC Berdekatan

Konferensi tahunan Ripple Swell dijadwalkan berlangsung 27-29 Oktober. Acara ini selama ini menjadi ajang bagi Ripple untuk mempertemukan mitra institusional sekaligus membahas perkembangan bisnis dan regulasi.

Konferensi tahun ini menghadirkan pembicara dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan BlackRock.

Momentum tersebut berdekatan dengan rencana DTCC meluncurkan layanan tokenisasi secara komersial pada 28 Oktober 2026. Direktur Fireblocks, John Hallahan, telah mengonfirmasi tanggal peluncuran tersebut secara terbuka.

Ripple Prime juga menjadi bagian dari kelompok kerja industri DTCC yang melibatkan lebih dari 100 perusahaan. Sementara itu, Fireblocks, yang mendukung XRP dan sejumlah jaringan blockchain lainnya, menghubungkan peserta institusional dengan layanan tersebut bersama perusahaan pembuat pasar Citadel.

Perkembangan ini menjadi salah satu alasan komunitas kripto menyoroti XRP. Namun, keterlibatan Ripple Prime dalam infrastruktur DTCC tidak otomatis berarti XRP akan digunakan dalam seluruh transaksi atau langsung mengalami kenaikan harga.

Aturan Stablecoin AS Jadi Katalis Tambahan

Perkembangan lain datang dari OCC, yang merampungkan aturan stablecoin berdasarkan GENIUS Act pada 21 Oktober 2026. Aturan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 18 Januari 2027.

Ketentuan ini mencakup persyaratan cadangan aset, standar penebusan, modal minimum, serta kewajiban audit bagi penerbit stablecoin pembayaran.

Bagi Ripple, aturan tersebut memberikan kerangka kepatuhan federal yang lebih jelas bagi stablecoin RLUSD. Ripple National Trust Bank juga telah memperoleh persetujuan bersyarat dari OCC pada Desember 2025.

Bank tersebut harus memenuhi persyaratan modal paling lambat pertengahan Desember 2026 agar persetujuannya tidak kedaluwarsa. Rampungnya aturan GENIUS Act dinilai mengurangi salah satu ketidakpastian regulasi yang dihadapi Ripple.

 

Komunitas Kripto Menanti Pergerakan Harga XRP

Di komunitas kripto, sejumlah pengguna menilai rangkaian perkembangan ini menarik karena berbagai peristiwa penting terjadi dalam waktu berdekatan.

Salah seorang anggota komunitas menyebutnya sebagai sesuatu yang luar biasa dan mengatakan bahwa orang-orang yang tidak melihat keterkaitan tersebut seolah-olah tidak menyadarinya.

Anggota komunitas lainnya menilai harga XRP berpeluang menembus US$ 10 sebelum peluncuran DTCC. Ia merujuk pada kinerja Ripple selama periode uji coba pada Juli sebagai salah satu pembanding.

Ada pula pengguna yang memperkirakan kenaikan harga bisa terjadi lebih awal sehingga pihak yang memiliki informasi lebih dahulu dapat mengingatkan pengikutnya untuk membeli sebelum harga naik lebih tinggi.

Namun, sebagian anggota komunitas bersikap lebih hati-hati. Mereka mengingatkan bahwa prediksi serupa pernah beredar menjelang konferensi Swell tahun sebelumnya, tetapi tidak diikuti kenaikan harga seperti yang diharapkan.

Tiga Momentum yang Dinantikan hingga Akhir Oktober

Kini, ada tiga perkembangan yang menjadi perhatian komunitas kripto, yakni konferensi Ripple Swell pekan depan, peluncuran komersial layanan tokenisasi DTCC pada 28 Oktober, serta kepastian aturan stablecoin di Amerika Serikat.

Ripple Prime telah menjadi bagian dari infrastruktur DTCC. Sementara itu, stablecoin RLUSD berada di bawah pengawasan OCC dan Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York (NYDFS).

Batas waktu pemenuhan persyaratan modal bagi Ripple National Trust Bank juga semakin dekat, yakni pada pertengahan Desember 2026.

Komunitas kripto kini menantikan apakah berbagai perkembangan tersebut dapat mendorong harga XRP menembus US$ 10.

Meski demikian, seluruh perkembangan itu belum menjamin XRP akan mencapai dua digit. Pergerakan harganya tetap dipengaruhi kondisi pasar, permintaan investor, sentimen terhadap aset kripto, serta realisasi dampak dari berbagai perkembangan tersebut.