Arthur Hayes Jual Kripto Rp 400 Miliar, Prediksi Harga Masih Bisa Turun

Arthur Hayes menjual kripto senilai US$ 22,28 juta di tengah ketidakpastian ekonomi, arus keluar ETF, dan risiko penurunan harga.

Diterbitkan 25 Oktober 2026, 18:05 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pendiri perusahaan investasi aset digital Maelstrom, Arthur Hayes, dilaporkan menjual aset kripto senilai sekitar US$ 22,28 juta atau setara Rp 400 miliar (asumsi kurs Rp 18.000 per dolar AS). Penjualan tersebut mencakup Ethereum (ETH), Ethena (ENA), Uniswap (UNI), dan sejumlah altcoin lainnya.

Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan risiko geopolitik. Hayes mengungkapkan bahwa Maelstrom telah menutup seluruh posisi perdagangan yang mengandalkan prediksi arah pergerakan pasar.

Dalam unggahan di platform X, dikutip dari CoinMarketCap, Minggu (25/10/2026), Hayes menyebut perusahaan merealisasikan keuntungan dari sejumlah token. Aset yang dijual meliputi 6.400 ETH senilai US$ 15,2 juta, 14 juta ENA senilai US$ 2,76 juta, serta 323.000 UNI senilai US$ 2,24 juta.

Penjualan lainnya mencakup 1,89 juta ETHFI senilai US$ 1,23 juta, 546.609 AERO senilai US$ 398.000, 120.000 PENDLE senilai US$ 244.000, dan 3 juta ZAMA senilai US$ 214.000.

Data on-chain dari penyedia analitik blockchain Lookonchain turut mendukung angka tersebut. Ethereum menjadi aset dengan porsi penjualan terbesar, disusul sejumlah token keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Menunggu Kondisi Jelas

Transaksi tersebut dilaporkan berlangsung melalui sejumlah bursa kripto, termasuk Binance. Namun, pemindahan token ke bursa tidak serta-merta membuktikan seluruh aset langsung dijual. Nilai transaksi yang disebutkan juga merupakan perkiraan berdasarkan data blockchain yang tersedia.

Sebagian besar penjualan portofolio Maelstrom terkonsentrasi pada Ethereum. Hayes mengatakan pihaknya memilih menunggu hingga kondisi pasar lebih jelas.

“Saya akan tetap berada di pinggir lapangan dan menunggu sinyal bahwa semuanya sudah aman,” tulis Hayes. Ia menambahkan, “Menurut saya, kita harus turun dulu untuk bisa naik.”Arthur Hayes Pilih Berhati-hatiKeputusan tersebut muncul tak lama setelah Hayes menyampaikan pandangan positif terhadap Bitcoin dan Ethereum, sekitar sepekan sebelumnya. Perubahan sikap ini memperlihatkan betapa cepatnya pandangan pelaku pasar berubah di tengah volatilitas.

Hayes menilai harga kripto mungkin masih perlu turun sebelum pemulihan yang berkelanjutan terjadi. Karena itu, Maelstrom belum akan membuka posisi baru hingga muncul sinyal yang lebih meyakinkan.

Ia juga menyoroti kondisi makroekonomi dan geopolitik yang dinilai masih berisiko. Kenaikan harga minyak, inflasi yang bertahan tinggi, serta spekulasi mengenai keputusan suku bunga bank sentral turut menambah tekanan di pasar kripto.

Sinyal Pelemahan Minat Investor

Tekanan pasar juga diperbesar oleh arus dana keluar dari ETF Bitcoin dan Ethereum spot yang terdaftar di Amerika Serikat.

Pada 22 Oktober, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus dana keluar bersih sebesar US$ 635,6 juta. Sementara itu, ETF Ethereum spot mengalami arus keluar sebesar US$ 110,6 juta berdasarkan data pasar.

Pada saat bersamaan, likuidasi posisi perdagangan kripto dengan leverage mencapai lebih dari US$ 400 juta. Kondisi ini mengindikasikan sejumlah pelaku pasar berupaya mengurangi risiko investasi.

Arus dana keluar harian dari ETF memang tidak selalu mencerminkan tren jangka panjang. Namun, penarikan dana dalam jumlah besar dapat menjadi sinyal melemahnya minat investor terhadap aset kripto melalui instrumen investasi konvensional.

Penjualan besar-besaran oleh Maelstrom, arus keluar ETF, dan likuidasi posisi leverage menunjukkan tekanan yang meningkat terhadap aset digital.

Pasar berpotensi kembali stabil apabila arus dana masuk ETF pulih, indikator ekonomi membaik, atau ketegangan geopolitik mereda.

Untuk saat ini, keputusan Hayes menutup posisi perdagangan mencerminkan sikap lebih berhati-hati terhadap potensi penurunan harga kripto. Langkah tersebut juga menunjukkan kecenderungan sebagian pelaku pasar profesional untuk menghindari taruhan arah harga hingga volatilitas mereda.