Kandidat Pelatih Baru Manchester United Pengganti Michael Carrick

Lima laga tanpa kemenangan menekan Michael Carrick di Manchester United.

Diterbitkan 18 Oktober 2026, 13:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Brighton dikabarkan tengah melewati periode impresif di Premier League, baik dari sisi produktivitas gol maupun hasil. Manchester United sudah merasakan langsung tajamnya pendekatan Hurzeler ketika Brighton menyingkirkan mereka dari Piala FA pada Januari musim sebelumnya.

Pukulan serupa datang di Carabao Cup, saat Brighton kembali mengeliminasi MU pada putaran ketiga. Kekalahan itu tercatat sebagai yang pertama di kandang bagi MU setelah sempat unggul dua gol pada babak pertama dalam 42 tahun.

Meski menjanjikan, penunjukan Hurzeler tetap mengandung risiko. Ia perlu membuktikan filosofi modernnya bisa diimplementasikan efektif dengan komposisi skuad saat ini.

Tanpa dukungan dan kesabaran manajemen, skenario yang pernah terjadi pada era Erik ten Hag dan Ruben Amorim bisa terulang: pelatih beridentitas kuat datang, namun kesulitan menjaga konsistensi performa.

Eddie Howe: Gaya Sejalan dengan DNA MU

Dari tiga kandidat, Eddie Howe dinilai paling dekat dengan karakter tradisional Manchester United. Pelatih Newcastle United itu mengandalkan sepak bola cepat, transisi agresif, dan intensitas tinggi, selaras dengan identitas MU yang bertumpu pada kecepatan, keberanian menyerang, dan peran pemain muda.

Howe juga berpengalaman meracik lini tengah dinamis. Di Newcastle, kombinasi Joelinton, Sandro Tonali, dan Bruno Guimaraes dimaksimalkan hingga membentuk trio gelandang yang tangguh.

Menerapkan pola serupa di MU bukan perkara mudah. Pemain harus memenuhi tuntutan fisik, disiplin, dan kapabilitas menjalankan sistem berintensitas tinggi.

Kendati demikian, karakternya dipandang lebih mudah diterima suporter. Howe pun dikenal memberi kesempatan kepada lulusan akademi, prinsip yang lekat dengan sejarah klub.

Ia sebelumnya dikabarkan menjadi sosok yang diinginkan Dan Ashworth ketika mantan direktur olahraga itu masih bekerja di Manchester United. Perbedaan pandangan soal haluan klub sempat menjadi isu internal, sehingga penunjukan Howe berpotensi menghadapi hambatan tersendiri.

Manajemen perlu menakar apakah mereka siap memilih pelatih yang sebelumnya tidak menjadi keputusan utama dalam arah kebijakan klub.

Manchester United Perlu Arah yang Tegas

Tiga kandidat menawarkan keunggulan masing-masing, namun pokok persoalan MU melampaui sekadar memilih nama. Klub perlu menyatukan visi antara manajer, struktur manajemen, kebijakan transfer, dan rencana jangka panjang.

Menurut The Sun, pergantian tanpa arah konsisten berisiko mengulang masalah lama: tiap manajer datang dengan filosofi berbeda, sementara skuad kembali harus beradaptasi dan membangun ulang identitas permainan.

Situasi internal turut disorot. Bek Lisandro Martinez sempat mengkritik jajaran petinggi klub secara terbuka sebelum menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial.

Jika pergantian diambil, keputusan itu semestinya menjadi bagian dari rencana matang dengan dukungan berkelanjutan bagi pelatih berikutnya.

Sumber: The Sun

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Harley IkhsanTim Redaksi
Copy Link
Batalkan