Kandidat Pelatih Baru Manchester United Pengganti Michael Carrick

Lima laga tanpa kemenangan menekan Michael Carrick di Manchester United.

Diterbitkan 18 Oktober 2026, 13:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United menghadapi tekanan baru menyusul laju lima pertandingan tanpa kemenangan. Mengutip The Sun, tiga nama mulai disodorkan sebagai calon pengganti Michael Carrick: Antonio Conte, Fabian Hurzeler, dan Eddie Howe. Isu ini kembali menyorot kebutuhan klub akan arah yang tegas sebelum mengambil keputusan besar di kursi manajer.

Meski belum ada rencana resmi melakukan pergantian, spekulasi tidak surut. Sejak Ruben Amorim dipecat pada awal Januari dan Carrick ditunjuk sebagai penggantinya, masa depan komando teknis di Old Trafford terus jadi pembahasan.

Ketiga kandidat membawa karakter dan pendekatan berbeda. Pertanyaannya, apakah Manchester United sudah memiliki peta jalan yang jelas agar pilihan pelatih berikutnya tidak sekadar reaktif terhadap hasil jangka pendek?

Antonio Conte: Rekam Juara, Risiko Gesekan

Antonio Conte disebut terbuka membahas peluang menangani Manchester United. Pelatih asal Italia berusia 57 tahun itu memiliki portofolio mentereng: menjuarai Premier League dan Piala FA bersama Chelsea, serta mengantar Tottenham Hotspur finis di zona Liga Champions setelah mengambil alih di tengah musim.

Di Italia, Conte sukses mengantarkan Napoli dan Inter Milan meraih gelar liga, sekaligus membangun dominasi Juventus dengan tiga titel Serie A beruntun. Pengalaman sebagai pemenang menjadi daya tarik utama bagi klub yang ingin kembali bersaing merebut trofi.

Namun, pendekatan pragmatis, preferensi tiga bek, dan ketegasan Conte terhadap manajemen berpotensi memicu ketegangan. Gaya ini juga mengingatkan pada periode Amorim yang memakai sistem tiga bek tetapi kesulitan memenuhi ekspektasi hasil.

Conte dapat menjadi figur yang menghadirkan gelar asalkan didukung penuh. Tantangannya, apakah manajemen Manchester United bersedia memberi waktu dan sumber daya agar ia membangun tim sesuai blueprint-nya?

Pengalaman Jose Mourinho di Old Trafford menjadi pengingat: reputasi besar dan raihan trofi tidak selalu berbanding lurus dengan relasi jangka panjang yang harmonis.

2. Fabian Hurzeler: Pelatih Muda Bernapas Modern

Fabian Hurzeler, nahkoda Brighton & Hove Albion berusia 33 tahun, turut masuk radar. Ia dikenal mengusung sepak bola dinamis dengan penekanan pada organisasi ruang: garis pertahanan tinggi, tekanan agresif, dan pergerakan tanpa bola yang intens.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Brighton dikabarkan tengah melewati periode impresif di Premier League, baik dari sisi produktivitas gol maupun hasil. Manchester United sudah merasakan langsung tajamnya pendekatan Hurzeler ketika Brighton menyingkirkan mereka dari Piala FA pada Januari musim sebelumnya. Pukulan serupa datang di Carabao Cup, saat Brighton kembali mengeliminasi MU pada putaran ketiga. Kekalahan itu tercatat sebagai yang pertama di kandang bagi MU setelah sempat unggul dua gol pada babak pertama dalam 42 tahun. Meski menjanjikan, penunjukan Hurzeler tetap mengandung risiko. Ia perlu membuktikan filosofi modernnya bisa diimplementasikan efektif dengan komposisi skuad saat ini. Tanpa dukungan dan kesabaran manajemen, skenario yang pernah terjadi pada era Erik ten Hag dan Ruben Amorim bisa terulang: pelatih beridentitas kuat datang, namun kesulitan menjaga konsistensi performa.

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Harley IkhsanTim Redaksi
Copy Link
Batalkan